Mobil Jarang Dipakai Jangan Cuma Dipanaskan! Ini Cara yang Benar agar Mesin dan Aki Tetap Prima

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 08:49 WIB
Ilustrasi. Manasin mobil yang baik agar mesin dan aki prima setelah lama tidak digunakan. Foto: Laman Astra Daihatsu
Ilustrasi. Manasin mobil yang baik agar mesin dan aki prima setelah lama tidak digunakan. Foto: Laman Astra Daihatsu

RADAR BOGOR – Mobil yang lebih sering terparkir di garasi ternyata tetap membutuhkan perhatian. Pemilik kendaraan perlu mengetahui cara tepat merawat mobil yang jarang digunakan agar performa mesin, aki, dan komponen lainnya tetap terjaga.

Banyak pemilik mobil memiliki kebiasaan menyalakan mesin selama 15 hingga 30 menit tanpa membawa kendaraan berjalan. Padahal, menurut edukasi dari kanal YouTube Tips Otomotif Channel, kebiasaan tersebut bukan cara paling efektif untuk menjaga kondisi mobil, mesin dan aki.

Memanaskan mobil terlalu lama dalam kondisi diam berpotensi menyebabkan sejumlah masalah mesin, aki, pembentukan kerak karbon, kontaminasi oli, pemborosan bahan bakar, hingga meningkatkan risiko korosi pada sistem knalpot.

Baca Juga: Toyota Land Cruiser 300 Hybrid Unjuk Gigi di Pasir, Torsi 790 Nm Bikin Offroad Terasa Mudah

Lantas, bagaimana cara memanaskan mobil yang jarang dipakai dengan benar?

1. Cek Kondisi Mobil Sebelum Mesin Dinyalakan

Jangan langsung menyalakan mesin setelah mobil lama terparkir. Lakukan pemeriksaan singkat terlebih dahulu.

Periksa apakah terdapat kebocoran oli atau cairan lainnya, pastikan air radiator berada pada level yang sesuai, cek kondisi ban, serta lihat ruang mesin untuk memastikan tidak ada sarang atau jejak hewan seperti tikus.

Pemeriksaan sederhana ini penting untuk memastikan mobil aman digunakan setelah lama tidak beroperasi.

Baca Juga: Ekowisata Jadi Andalan, EIGER Nature Kembangkan Restorasi Alam di Megamendung Bogor

2. Mesin Tak Perlu Lama-Lama dalam Kondisi Idle

Pada mobil modern dengan sistem injeksi, mesin tidak perlu dipanaskan hingga puluhan menit dalam kondisi diam.

Cukup nyalakan mesin dan biarkan idle sekitar 30 detik hingga satu menit. Waktu tersebut dinilai cukup untuk membantu oli bersirkulasi ke berbagai komponen mesin.

Hindari menginjak pedal gas berulang kali ketika mesin masih dalam kondisi dingin. Biarkan putaran mesin bekerja secara normal sebelum kendaraan mulai dijalankan.

3. Lebih Baik Dibawa Jalan Santai

Baca Juga: PKH dan BPNT Cair Tahap 3, Banyak KPM yang Desilnya Turun Kembali Dapat Bansos

Setelah mesin menyala sebentar, cara yang lebih efektif adalah membawa mobil berkendara secara perlahan.

Mobil yang jarang digunakan disarankan sesekali dikendarai sekitar 15 hingga 30 menit, misalnya minimal satu kali dalam sepekan. Saat kendaraan bergerak, mesin dapat lebih cepat mencapai temperatur kerja dibandingkan ketika hanya menyala di tempat.

Berkendara juga memberikan manfaat bagi sejumlah komponen lain. Alternator dapat mengisi daya aki, posisi tumpuan ban berubah sehingga mengurangi risiko flat spot, sementara piringan rem dapat membantu menghilangkan lapisan karat tipis.

Menyalakan AC selama perjalanan juga membantu menjaga sistem pendingin kabin tetap bekerja dan sirkulasi pelumas pada komponen terkait tetap berjalan.

Baca Juga: Diikat Kontrak, Ternyata Segini Gaji Manajer Kopdes Merah Putih, Tembus Angka Fantastis?

4. Jangan Panaskan Mobil di Garasi Tertutup

Hal yang tak kalah penting adalah lokasi ketika menyalakan mesin.

Hindari memanaskan mobil di dalam garasi tertutup. Gas buang kendaraan mengandung karbon monoksida (CO) yang berbahaya apabila terakumulasi dan terhirup.

Pastikan kendaraan berada di area terbuka dengan sirkulasi udara yang baik ketika mesin dinyalakan.

Perhatikan Tangki Bahan Bakar dan Jadwal Ganti Oli

Baca Juga: KPR Subsidi Baru hingga Aturan Baru Industri Perhiasan, Ini Penjelasan Menko Airlangga

Pemilik mobil yang jarang berkendara juga perlu memperhatikan kondisi bahan bakar. Menjaga isi tangki setidaknya sekitar setengah penuh dapat membantu mengurangi ruang kosong yang memungkinkan terjadinya kondensasi di dalam tangki.

Selain itu, penggantian oli tetap perlu dilakukan berdasarkan interval waktu yang direkomendasikan, bukan hanya berdasarkan jarak tempuh. Mobil yang jarang digunakan tetap mengalami proses penuaan oli sehingga jadwal servis tidak sebaiknya diabaikan.

Pada akhirnya, merawat mobil yang jarang dipakai bukan berarti cukup dengan menyalakan mesin lalu membiarkannya diam di garasi.

Sesekali ajak mobil berkendara santai agar mesin dan berbagai komponen tetap bekerja sebagaimana mestinya.Dengan perawatan rutin, kendaraan pun akan lebih siap digunakan ketika sewaktu-waktu dibutuhkan. (Adi/Boash)

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
aki merawat mobil mobil Mesin