RADAR BOGOR - Rem cakram belakang Honda Supra yang terasa seret bisa membuat roda sulit berputar bebas dan berpotensi mempercepat keausan komponen rem.
Kondisi ini dapat terjadi pada motor yang digunakan sehari-hari, termasuk oleh warga Bogor, terutama ketika minyak rem sudah lama tidak diganti atau komponen kaliper mengalami masalah.
Minyak Rem Lama Bisa Jadi Penyebab
Dikutip dari kanal YouTube Siboen channel, salah satu penyebab rem cakram belakang seret adalah minyak rem yang sudah lama tidak diganti.
Baca Juga: Saldo KKS Bertambah Awal Oktober, Bansos PKH BPNT Cair hingga Rp1,8 Juta
Seiring waktu, minyak rem dapat mengalami penurunan kualitas dan meninggalkan endapan yang menyerupai lumpur atau kerak.
Endapan tersebut dapat masuk dan mengganggu pergerakan piston kaliper. Akibatnya, piston tidak bisa kembali dengan lancar setelah tuas rem dilepas sehingga kampas tetap menekan cakram.
Masalah rem seret juga dapat berasal dari seal debu piston kaliper. Jika seal terlipat, melintir, atau pemasangannya tidak tepat, komponen tersebut bisa menjepit piston sehingga pergerakannya menjadi tersendat.
Baca Juga: Eco Mode Bikin BBM Lebih Irit atau cuma Bikin Mobil Lemot?
Karet Pin Kaliper Jangan Diabaikan
Selain piston, mekanisme pin slide kaliper juga perlu diperiksa. Karet pelindung pin yang sudah melar atau membengkak dapat membuat kaliper sulit bergerak maju-mundur.
Padahal, kaliper harus dapat bergeser secara fleksibel agar tekanan kampas terhadap cakram kembali normal setelah pengereman. Jika pergerakannya tertahan, roda belakang bisa terasa berat atau seret.
Bersihkan Kaliper dari Endapan
Penanganan rem cakram belakang seret dapat dimulai dengan membongkar kaliper dan membersihkan piston serta area dudukan seal.
Baca Juga: Kabar Gembira, TPG Juli-September Diprediksi Cair Rapel Oktober 2026
Sisa lumpur pada celah atau parit dudukan seal perlu dibersihkan agar seal dapat bekerja dengan benar.
Pembersihan dapat dilakukan menggunakan air dan sabun. Bensin atau minyak sebaiknya tidak digunakan untuk membersihkan bagian tersebut karena dapat memengaruhi material karet dan justru membuat endapan semakin lengket.
Jika seal debu atau karet pin sudah rusak maupun melar, penggantian komponen menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan. Pin kaliper juga dapat diberi grease secukupnya agar pergerakannya lebih lancar.
Baca Juga: KRL Bakal Sampai Lido, Pemkab Bogor Didorong Jadikan Cigombong Destinasi Wisata Baru
Jangan Lupa Bleeding Setelah Kuras Minyak Rem
Setelah sistem dibersihkan dan komponen dirakit kembali, minyak rem lama perlu dikuras dan diganti dengan minyak rem baru.
Proses berikutnya adalah bleeding untuk mengeluarkan udara yang masuk ke dalam sistem pengereman.
Bleeding dilakukan dengan memompa tuas rem dan membuka-tutup baut bleeder hingga gelembung udara tidak lagi keluar. Setelah selesai, tuas rem harus terasa padat dan pengereman bekerja dengan normal.
Baca Juga: Antrean Angkot di SPBG Picu Macet Jalan Merdeka Bogor, Pemkot Minta PGN Tambah Stasiun
Warga Bogor Perlu Perhatikan Gejala Rem Seret
Bagi warga Bogor yang menggunakan Honda Supra atau motor dengan sistem rem cakram belakang, beberapa gejala berikut patut diperhatikan:
-Roda belakang terasa berat ketika motor didorong.
-Cakram cepat panas setelah perjalanan.
-Kampas rem terus menempel pada cakram.
-Kaliper sulit bergerak maju-mundur.
-Piston kaliper tidak kembali dengan lancar.
-Minyak rem terlihat kotor atau terdapat endapan.
Rem cakram belakang seret tidak selalu berarti cakram atau kampas harus langsung diganti. Pemeriksaan minyak rem, piston, seal debu, dudukan seal, serta karet pin kaliper perlu dilakukan untuk menemukan sumber masalah.
Baca Juga: 1.780 Angkot Tua Jadi Target Penertiban di Bogor, 516 Armada Masih Berkeliaran
Jika pengereman tetap seret setelah dibersihkan atau muncul kebocoran minyak rem, sebaiknya pemeriksaan dilakukan di bengkel agar sistem pengereman kembali bekerja dengan aman.***
Editor : Asep SuhendarSumber : YouTube Siboen channel