RADAR BOGOR – Ada dua komponen kecil pada mobil yang sering luput dari perhatian pemilik kendaraan, yakni filter udara mesin dan filter AC kabin.
filter udara mesin dan filter AC kabin berfungsi menyaring kotoran, tetapi memiliki tugas yang berbeda. Kondisi filter yang terlalu kotor juga bisa berdampak pada performa mobil hingga kenyamanan penumpang.
Melansir edukasi dari kanal YouTube Tips Otomotif Channel, filter yang tidak pernah diperiksa berpotensi membuat mesin bekerja kurang optimal dan sistem AC harus bekerja lebih keras.
Baca Juga: Bukan Cuma Pranata Komputer, Ini Daftar Formasi CPNS untuk Lulusan S1 Teknik Informatika
Lantas, apa perbedaan kedua filter tersebut dan kapan waktunya diganti?
1. Filter Udara Mesin, Jangan Tunggu Mobil Loyo
Filter udara mesin bertugas menyaring udara dari luar sebelum masuk ke ruang bakar.
Udara yang bersih dibutuhkan agar proses pembakaran bahan bakar berlangsung optimal. Debu, pasir, dan partikel kotoran yang tertahan akan menumpuk pada permukaan filter seiring pemakaian.
Beberapa tanda filter udara mesin mulai perlu diperhatikan antara lain:
Baca Juga: Toyota Fortuner 2027 Mulai Terungkap, Wajah Baru Mirip Hilux dan 9 Kode Varian Muncul di Indonesia
-
Akselerasi terasa lebih berat.
-
Respons pedal gas melambat.
-
Tenaga mesin berkurang, terutama ketika menanjak.
-
Konsumsi bahan bakar terasa lebih boros.
Jika dibiarkan terlalu lama, filter yang sangat kotor dapat menghambat aliran udara menuju mesin. Kondisi tersebut berpotensi membuat proses pembakaran tidak optimal dan meningkatkan emisi.
Pada kondisi tertentu, partikel kotoran yang lolos dari sistem penyaringan juga dapat mempercepat keausan komponen mesin.
Baca Juga: Ganti Oli Mobil Sebaiknya Ikut KM atau Bulan? Ini Patokan yang Paling Aman
Untuk interval penggantian, filter udara umumnya dapat diperiksa dan diganti sekitar 20.000–40.000 kilometer, tergantung rekomendasi pabrikan dan kondisi lingkungan.
Mobil yang sering digunakan melewati jalan berdebu atau kawasan proyek bisa membutuhkan pemeriksaan lebih sering.
2. Filter AC Berhubungan dengan Udara di Kabin
Berbeda dengan filter udara mesin, filter AC atau filter kabin bertugas menyaring udara yang masuk ke dalam ruang penumpang.
Komponen ini membantu menahan debu, asap, serbuk sari, dan berbagai partikel dari udara luar sebelum masuk ke kabin melalui sistem AC.
Baca Juga: Karang Taruna Ingatkan Kapolresta Bogor Kota Baru untuk Prioritaskan Keamanan Anak Muda
Beberapa tanda filter kabin mulai kotor antara lain:
-
Hembusan AC terasa lebih lemah.
-
Kabin lebih cepat berdebu.
-
AC membutuhkan waktu lebih lama untuk mendinginkan kabin.
-
Muncul bau kurang sedap ketika AC pertama kali dinyalakan.
Jika filter kabin terlalu kotor, aliran udara dapat terganggu sehingga sistem AC harus bekerja lebih keras. Kotoran yang menumpuk juga dapat membuat kondisi sistem pendingin menjadi kurang ideal.
Filter kabin umumnya disarankan diperiksa secara berkala dan dapat diganti sekitar 10.000–20.000 kilometer atau enam bulan hingga satu tahun, tergantung kondisi pemakaian dan rekomendasi kendaraan.
Baca Juga: Bansos Kuartal 4 Cair Bertahap, PKH BPNT dan BSU Mulai Disalurkan
Jangan Hanya Menunggu Kilometer
Pemilik mobil sebaiknya tidak hanya mengandalkan angka odometer untuk menentukan kondisi filter.
Kondisi jalan yang sering dilalui juga sangat berpengaruh. Mobil yang setiap hari melewati kawasan berdebu tentu membutuhkan pemeriksaan filter lebih sering dibanding kendaraan yang mayoritas digunakan di lingkungan bersih.
Pemeriksaan visual saat servis berkala bisa menjadi langkah sederhana untuk mengetahui apakah filter masih layak digunakan atau sudah waktunya diganti.
Meski ukurannya kecil dan harganya relatif terjangkau, filter udara mesin dan filter AC memiliki fungsi penting. Jangan sampai baru menggantinya setelah performa mesin menurun atau AC mulai bermasalah. (Adi/Boash)
Editor : Rani Puspitasari SinagaSumber : youtube tips otomotif channel