RADAR BOGOR – Harga motor listrik VinFast di Indonesia berpotensi menjadi perhatian baru setelah pabrikan asal Vietnam tersebut memastikan rencana perakitan lokal pada 2027.
Saat ini, motor listrik VinFast yang dipasarkan di Indonesia masih berstatus Completely Built Up (CBU) atau didatangkan dalam kondisi utuh dari luar negeri.
Mulai 2027, status tersebut akan berubah. VinFast berencana merakit motor listrik tersebut secara Completely Knocked Down (CKD) di fasilitas produksi yang berada di Subang, Jawa Barat.
Baca Juga: Ndarboy dan Happy Asmara Debut di Layar Lebar, Film Cidro Asmoro Tayang 8 Oktober
Kepastian tersebut disampaikan CEO VinFast Indonesia E-Motocycle, Yordan Satriadi, dalam peluncuran lini motor listrik VinFast di Jakarta, 18 Juli 2026.
“Untuk sementara, tahun ini kita masih semuanya CBU tapi nanti kita akan CKD-nya itu di Subang. Rencananya itu tahun depan, tahun 2027,” ujar Yordan.
Tiga Motor Listrik VinFast Sudah Meluncur
VinFast kini mulai memperluas bisnisnya di Indonesia dengan masuk ke segmen sepeda motor listrik.
Baca Juga: 13,3 Juta Pekerja Terima BSU Rp900 Ribu, KPM KKS BRI Tarik Tunai Bansos
Setidaknya ada tiga model yang diperkenalkan untuk pasar Tanah Air, yakni VinFast Evo, Feliz II, dan Viper.
Ketiganya menyasar kebutuhan mobilitas harian dengan karakter serta harga yang berbeda.
Saat diperkenalkan, VinFast Evo ditawarkan dengan harga OTR Jakarta mulai Rp17,5 juta, sedangkan Feliz II dibanderol sekitar Rp18,5 juta.
Sementara itu, VinFast Viper memiliki harga sekitar Rp22 juta dengan skema berlangganan baterai.
Kehadiran ketiga model tersebut melengkapi portofolio kendaraan listrik VinFast di Indonesia yang sebelumnya lebih banyak dikenal melalui produk mobil listrik.
Baca Juga: Kasamira Coffee and Eatery di Puncak Bogor, Nongkrong Sambil Nikmati Panorama Pegunungan
Dirakit di Indonesia, Apakah Harganya Turun?
Inilah bagian yang paling menarik perhatian calon konsumen.
Peralihan dari CBU ke CKD memang membuat proses perakitan motor listrik dilakukan di dalam negeri. Namun, belum ada kepastian bahwa harga jual motor VinFast otomatis menjadi lebih murah pada 2027.
Pasalnya, harga kendaraan tidak hanya ditentukan oleh lokasi perakitan.
Biaya komponen, produksi, distribusi, kebijakan perusahaan, tingkat kandungan lokal, hingga kondisi pasar juga dapat memengaruhi harga akhir kendaraan.
Baca Juga: Akhirnya BSU Pekerja Rp900 Ribu Cair Lagi Per 2 Oktober 2026, Cek 6 Bantuan Lainnya
Dengan demikian, rencana CKD di Subang lebih tepat dilihat sebagai langkah VinFast untuk memperkuat aktivitas produksi dan lokalisasi di Indonesia.
Pabrik Subang Sudah Produksi Mobil Listrik
VinFast sendiri telah memiliki fasilitas produksi kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat.
Pabrik tersebut mulai diresmikan pada Desember 2025 sebagai bagian dari strategi perusahaan memperkuat kapasitas produksi sekaligus meningkatkan lokalisasi kendaraan listrik di Indonesia.
Fasilitas tersebut kemudian digunakan untuk memproduksi mobil listrik VF MPV 7 secara lokal pada Mei 2026.
Baca Juga: BRI Luncurkan BRImo Junior, Dukung Literasi Keuangan Generasi Muda Sejak Dini
Kini, fasilitas yang sama diproyeksikan menjadi basis perakitan motor listrik VinFast dengan skema CKD mulai 2027.
Persaingan Motor Listrik Makin Ramai
Masuknya VinFast ke tahap produksi lokal berpotensi membuat persaingan di pasar motor listrik Indonesia semakin ramai.
Konsumen nantinya tidak hanya memiliki lebih banyak pilihan model, tetapi juga dapat melihat bagaimana masing-masing merek bersaing dari sisi teknologi, harga, layanan, hingga jaringan penjualan.
Baca Juga: Kiprah Wakil Ketua Wantimpres Hatta Rajasa, Pernah Jadi Menteri hingga Pasangan Prabowo di Pilpres
VinFast juga membuka peluang kerja sama untuk kebutuhan armada perusahaan maupun layanan transportasi daring.
Dengan target perakitan CKD pada 2027, publik kini tinggal menunggu langkah berikutnya dari VinFast: apakah perusahaan akan menghadirkan model motor listrik baru, meningkatkan kandungan lokal, atau mengubah strategi harga.
Untuk saat ini, satu hal yang sudah pasti: motor listrik VinFast ditargetkan mulai dirakit di Subang pada 2027. Soal harganya bakal lebih murah atau tidak, masih menunggu keputusan resmi perusahaan. (Hendi/Boash)
Editor : Rani Puspitasari Sinaga