7 Motor Ini Makin Laris Setelah Facelift, Perubahannya Bikin Beda

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 22:40 WIB
7 motor yang mendapatkan facelift (ilustrasi Gemini AI)
7 motor yang mendapatkan facelift (ilustrasi Gemini AI)

RADAR BOGOR - Facelift tidak hanya mengubah tampilan sebuah sepeda motor, tetapi juga dapat membawa perubahan fitur, mesin, hingga strategi harga yang membuat sebuah model kembali menarik perhatian konsumen. 

Sejumlah motor yang sebelumnya kurang mendapat respons di pasar kemudian mengalami perubahan besar dan menjadi lebih dikenal setelah mendapatkan pembaruan, dikutip dari kanal YouTube Ottoped.

Fenomena motor tersebut juga menarik bagi masyarakat dan penggemar otomotif di Bogor yang ingin mengetahui perjalanan beberapa model populer sebelum dan sesudah mendapatkan facelift.

Baca Juga: Hatta Rajasa Ungkap di Balik Tawaran Jadi Wakil Ketua Wantimpres

1. Yamaha Aerox Berubah Jadi Sport Scooter

Yamaha Aerox menjadi salah satu contoh perubahan desain yang cukup mencolok. Aerox 125 LC yang diperkenalkan pada 2016 disebut kurang mendapat respons dan masa edarnya relatif singkat.

Perubahan besar kemudian hadir melalui Aerox 155 VVA. Konsep skutik berubah menjadi lebih gambot dengan karakter sport scooter, ditambah mesin 155 cc VVA dan penggunaan ban berukuran lebih lebar.

Desain agresif tersebut membuat Aerox semakin menarik bagi konsumen muda yang menginginkan skutik dengan tampilan sporty.

Baca Juga: Rocky Gerung Tiba di Istana Jelang Pelantikan Watimpres, Sebut Radical Break

2. Honda CBR Beralih ke Mesin Dua Silinder

Perubahan generasi juga membawa perbedaan besar pada lini Honda CBR250. Model CBR250R sebelumnya menggunakan mesin satu silinder dan menghadapi persaingan ketat di kelas motor sport 250 cc.

Honda kemudian menghadirkan CBR250RR pada 2016 dengan mesin dua silinder serta desain yang jauh lebih sporty. Perubahan tersebut sekaligus memperkuat karakter CBR di segmen motor sport 250 cc.

Bagi penggemar motor sport di Bogor, perubahan CBR ini menjadi salah satu contoh bagaimana mesin dan desain dapat mengubah daya tarik sebuah model.

Baca Juga: Sarjana Pendidikan Tidak Hanya Jadi Guru, Ini Formasi CPNS 2027 yang Bisa Didaftar

3. Yamaha RX-King Makin Dikenal Setelah Dilokalkan

Yamaha RX-King juga memiliki perjalanan menarik. Versi awal RXK 135 pada era 1980-an masih didatangkan secara CBU dari Jepang sehingga harganya relatif tinggi.

Setelah pengembangan dan produksi lokal, RX-King mendapatkan sejumlah penyempurnaan, termasuk teknologi Yamaha Energy Induction System atau YEIS, karburator VM26, serta penyempurnaan rasio transmisi.

Kombinasi tersebut membuat karakter akselerasi RX-King semakin dikenal dan akhirnya menjadi salah satu motor legendaris Yamaha di Indonesia.

Baca Juga: Mahasiswa Unpak Adu Ide Bisnis di Business Pitching, Dapat Masukan Langsung dari HIPMI Bogor

4. Honda Blade 110 Mendapat Perubahan Desain

Honda Blade 110 versi karburator pada 2008 memiliki posisi lampu utama di bagian dada bodi. Desain tersebut disebut kurang sesuai dengan selera sebagian konsumen Indonesia pada saat itu.

Pembaruan kemudian hadir melalui New Blade 110 pada 2011. Posisi lampu kembali ditempatkan di area stang dengan desain dual headlamp, sementara bentuk bodinya dibuat lebih tajam.

Honda juga menghadirkan rem cakram belakang dan sejumlah pilihan livery, termasuk Repsol, yang membuat tampilannya semakin menarik.

Baca Juga: P2MW 2026 Unpak, Enam Tim Mahasiswa Dibekali Strategi Hadapi Penilaian Kemajuan Proposal

5. Yamaha Grand Filano Berubah Setelah Produksi Lokal

Grand Filano menjadi contoh lain bagaimana status produksi dapat memengaruhi harga dan daya tarik sebuah motor. 

Versi awal yang didatangkan dari Thailand dengan status CBU memiliki harga tinggi sehingga pasarnya terbatas.

Ketika Yamaha menghadirkan Grand Filano Hybrid-Connected dengan produksi lokal pada 2023, model ini mendapatkan harga dan fitur yang lebih kompetitif.

Baca Juga: 500 Warga Binaan Lapas Cibinong Bogor Jalani Pemeriksaan Kesehatan, Ferdy Sambo Ikut Diperiksa

Teknologi hybrid, Smart Key, serta panel instrumen digital kemudian menjadi bagian dari daya tarik skutik bergaya retro tersebut.

6. Honda PCX 150 Jadi Lebih Kompetitif

Honda PCX 150 generasi awal juga menghadapi persoalan harga karena masih berstatus CBU. Pada 2012, harganya berada di kisaran Rp38 juta hingga Rp40 juta berdasarkan informasi dalam sumber video.

Situasi berubah ketika All New PCX 150 diproduksi secara lokal pada 2017. Harga menjadi lebih kompetitif dan Honda membekalinya dengan sejumlah fitur seperti ABS dan keyless.

Baca Juga: P2MW 2026 Universitas Pakuan: Enam Tim Mahasiswa Bersiap Menuju KMI Expo 2026

Perubahan tersebut membuat PCX semakin mampu bersaing di segmen skutik premium yang saat itu semakin ramai.

7. Honda CB150R Berubah Total

Honda CB150R StreetFire generasi pertama juga mengalami perubahan besar. Model awal yang diperkenalkan pada 2012 dinilai memiliki desain yang masih mirip dengan generasi motor sport sebelumnya.

All New CB150R yang hadir pada 2015 membawa perubahan desain secara menyeluruh. Motor tersebut mendapatkan bodi lebih tajam, lampu full LED, panel instrumen digital, serta mesin DOHC dengan karakter near square.

Baca Juga: Tinggalkan Kesan Kuno, Batik Kini Menjelma Jadi Tren Fashion Anak Muda di Bogor

Perubahan tersebut membuat CB150R semakin kuat di segmen motor sport 150 cc dan menjadi salah satu model yang diperhitungkan dalam persaingan pasar.

Tujuh motor tersebut menunjukkan bahwa perubahan sebuah model tidak selalu sekadar mengganti desain bodi. 

Facelift atau pergantian generasi dapat mencakup mesin, fitur, posisi lampu, teknologi, hingga strategi produksi lokal yang berpengaruh terhadap harga.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
Sumber : YouTube Ottoped
Facelift bogor motor otomotif