RADAR BOGOR - Anggapan bahwa oli encer pasti membuat mesin mobil cepat rusak masih banyak dipercaya pemilik kendaraan, termasuk ketika mobil mulai berusia tua.
Padahal, pemilihan oli mesin seharusnya mengacu pada spesifikasi yang ditetapkan untuk mesin, karena oli terlalu encer maupun terlalu kental dapat menjadi masalah jika tidak sesuai kebutuhan kendaraan.
Oli dengan viskositas rendah memang lebih mudah mengalir dibandingkan oli dengan viskositas tinggi. Namun, karakter tersebut tidak serta-merta membuat perlindungan mesin mobil menjadi lebih buruk.
Baca Juga: Saldo Bansos Tahap 4 Cair Hari Ini? BSU Mulai Dicairkan Rp900 Ribu Per 3 Bulan
Dikutip dari channel YouTube Auto Taktik Id, oli modern menggunakan standar multigrade seperti 0W-20, 5W-30, atau 10W-40. Huruf dan angka tersebut menunjukkan karakteristik viskositas oli pada kondisi temperatur yang berbeda.
Sebagai contoh, angka sebelum huruf W berkaitan dengan karakteristik oli pada temperatur rendah, sedangkan angka setelahnya menunjukkan kelas viskositas pada temperatur tinggi. Karena itu, kode 5W-30 bukan berarti oli berubah dari kekentalan 5 menjadi 30.
Mengapa Mobil Modern Banyak Menggunakan Oli Encer?
Penggunaan oli dengan viskositas rendah pada sejumlah mesin modern berkaitan dengan kebutuhan efisiensi.
Baca Juga: Syahganda Jabat Kepala Bakom RI, Siap Kombinasikan Komunikasi Pemerintah dengan AI
Oli yang lebih mudah mengalir dapat mengurangi hambatan internal yang harus dilawan mesin selama bekerja.
Hambatan fluida yang lebih rendah dapat membantu mesin bekerja lebih efisien. Inilah salah satu alasan mengapa sejumlah kendaraan modern menggunakan oli dengan spesifikasi seperti 0W-20 atau viskositas rendah lainnya.
Namun, bukan berarti semakin encer oli maka semakin baik. Setiap mesin memiliki rancangan sistem pelumasan dan kebutuhan yang berbeda.
Baca Juga: Update Pencairan Bansos PKH dan BPNT Susulan Tahap 3, KKS BRI BNI Mulai Terisi Saldo
Perlindungan Mesin Tidak Hanya Ditentukan Kekentalan Oli
Salah satu fungsi penting oli adalah membentuk oil film, yaitu lapisan pelumas yang membantu memisahkan permukaan komponen bergerak sehingga gesekan dan keausan dapat dikendalikan.
Kemampuan oli mempertahankan perlindungan tersebut dipengaruhi banyak faktor, termasuk temperatur, beban mesin, kecepatan komponen, kondisi mesin, formulasi oli, serta paket aditif yang digunakan.
Karena itu, oli yang lebih encer tetap dapat memberikan perlindungan apabila spesifikasinya memang sesuai dengan rancangan mesin.
Baca Juga: Rekam Jejak Ketua Wantimpres Pratikno, dari UGM hingga Menko
Kapan Oli Encer Bisa Menjadi Masalah?
Oli encer dapat menjadi masalah apabila viskositasnya tidak sesuai dengan kebutuhan mesin.
Menggunakan oli yang jauh lebih encer dari rekomendasi hanya demi mengejar efisiensi dapat membuat karakteristik pelumasan tidak sesuai pada kondisi temperatur atau beban tertentu.
Sebaliknya, pemilik mobil yang mulai berumur juga tidak seharusnya langsung mengganti oli dengan viskositas jauh lebih tinggi hanya karena menganggap oli kental lebih aman.
Baca Juga: Persiapan CPNS 2027: Cek Prediksi Passing Grade TWK, TIU, dan TKP
Jika mesin mengalami konsumsi oli, kebocoran, atau keausan komponen, oli yang lebih kental tidak memperbaiki sumber masalah tersebut.
Penggunaan oli yang berbeda hanya dapat mengubah gejala tertentu, bukan menggantikan pemeriksaan dan perbaikan komponen yang mengalami masalah.
Warga Bogor Jangan Asal Pilih Oli Mobil
Bagi warga Bogor yang ingin mengganti oli mobil, buku manual kendaraan dapat dijadikan acuan pertama. Perhatikan rekomendasi SAE sekaligus standar kualitas oli yang dipersyaratkan oleh produsen.
Baca Juga: Jangan Sampai Tertukar! Ini Beda Filter Udara Mesin dan Filter AC Mobil, Lengkap dengan Tanda Harus
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli oli antara lain:
- Cek rekomendasi viskositas SAE kendaraan.
- Jangan memilih oli hanya berdasarkan anggapan lebih encer atau lebih kental.
- Perhatikan standar kualitas oli yang diminta mesin.
- Sesuaikan dengan kondisi dan usia kendaraan.
- Periksa penyebab jika mesin mengalami konsumsi oli atau kebocoran.
- Jangan mengubah viskositas secara ekstrem tanpa pertimbangan teknis.
Jadi, anggapan bahwa oli encer pasti merusak mesin tidak sepenuhnya benar. Oli encer dapat digunakan dengan aman selama viskositas dan standar kualitasnya sesuai dengan kebutuhan mesin.
Begitu pula oli yang lebih kental tidak otomatis memberikan perlindungan lebih baik. Untuk pemilik mobil di Bogor, memahami kode SAE dan mengikuti rekomendasi pabrikan menjadi langkah penting agar sistem pelumasan bekerja sesuai rancangan sekaligus membantu menjaga kondisi mesin dalam jangka panjang.
Editor : Rani Puspitasari SinagaSumber : youtube auto taktik id