Mobil Listrik Mati di Tengah Rel Kereta Api, Benarkah Akibat Medan Elektromagnetik?

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 11:20 WIB
Ilustrasi mobil listrik melintas di perlintasan rel kereta api. (Foto : Facebook)
Ilustrasi mobil listrik melintas di perlintasan rel kereta api. (Foto : Facebook)

RADAR BOGOR - Mobil listrik yang mati saat berada di perlintasan rel kereta api menjadi perhatian publik. 

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa medan elektromagnetik dari jaringan listrik kereta api dapat memengaruhi sistem di mobil listrik.

Dokter Mobil turut membahas kejadian tersebut dari sisi teknik dan elektromagnetik melalui kanal YouTube Dokter Mobil.

Dalam penjelasannya, Dokter Mobil mengatakan medan elektromagnetik secara teori memang dapat memengaruhi sensor tertentu pada kendaraan.

Namun, ia menilai kemungkinan medan elektromagnetik menjadi penyebab utama mobil listrik mati di perlintasan rel relatif kecil.

Menurut Dokter Mobil, pengaruh medan elektromagnetik bergantung pada jenis sensor yang digunakan kendaraan.

Baca Juga: Dini Hari Mencekam! Api Lahap Sekolah dan 3 Rumah Warga di Megamendung Bogor

Medan Elektromagnetik Bisa Memengaruhi Sensor?

Dokter Mobil menjelaskan bahwa kabel listrik yang berada di atas rel kereta api menghasilkan medan elektromagnetik ketika dialiri arus.

Besarnya medan elektromagnetik dipengaruhi oleh besaran arus dan jarak antara sumber medan dengan sensor kendaraan.

Karena itu, menurutnya, diperlukan medan yang cukup besar agar dapat memberikan pengaruh terhadap sensor tertentu.

“Kalau medan elektromagnetik bisa memengaruhi itu tergantung sensor apa dulu,” ujar Dokter Mobil dalam video yang diunggah di YouTube.

Ia menjelaskan bahwa sensor elektromagnetik pada kendaraan dapat digunakan untuk mengetahui besaran arus yang melewati kabel.

Namun, menurutnya, kemungkinan medan elektromagnetik dari jaringan listrik kereta api mengganggu sensor kendaraan hingga menyebabkan mobil mati secara tiba-tiba relatif kecil.

Dokter Mobil Sebut Kemungkinan Sensor Lain

Dokter Mobil justru menduga gangguan pada sensor lain lebih memungkinkan menjadi penyebab kendaraan mati ketika berada di sekitar rel kereta api.

Salah satu kemungkinan yang disebut adalah sensor yang berkaitan dengan guncangan atau perubahan posisi kendaraan.

Menurutnya, gangguan pada sensor tersebut dapat membuat sistem kendaraan menerima pembacaan yang tidak sesuai sehingga berpotensi memicu respons tertentu dari sistem mobil. “Menurut gua lebih ke sensor yang lain pak,” kata Dokter Mobil.

Ia juga menyebut kemungkinan adanya gangguan pada kabel atau komponen sensor sebagai alternatif yang perlu diperiksa.

Baca Juga: Mitsubishi Galant Hiu Kembali Jadi Incaran, Begini Gaya Modifikasi Favorit Era 2000-an

Konstruksi Mobil Listrik Jadi Pertimbangan

Dokter Mobil menjelaskan bahwa mobil listrik memiliki sistem kabel dan sensor yang dilengkapi isolasi untuk mengurangi gangguan sinyal atau noise dari lingkungan luar.

Menurutnya, sistem tersebut memang dirancang agar sensor dapat membaca data secara akurat tanpa terlalu banyak dipengaruhi gangguan eksternal.

Karena itu, ia menilai diperlukan pemeriksaan teknis secara langsung untuk mengetahui penyebab sebenarnya kendaraan bisa mati ketika melewati atau berhenti di perlintasan rel kereta api.

Dokter Mobil juga menegaskan bahwa pembahasannya merupakan analisis dari sisi teknik dan bukan kesimpulan resmi mengenai penyebab insiden tersebut. (Fauzan Kaifah/MG)

Editor : Yosep Awaludin
elektromagnetik mobil listrik rel kereta api