RADAR BOGOR – Mobil hybrid dan mobil listrik (EV) semakin banyak digunakan di Indonesia. Teknologi yang lebih modern membuat kendaraan jenis ini menawarkan efisiensi dan pengalaman berkendara yang berbeda dibandingkan mobil bermesin konvensional.
Namun, anggapan bahwa mobil hybrid dan mobil listrik bebas perawatan ternyata tidak sepenuhnya benar. Sejumlah komponen justru membutuhkan perhatian khusus, terutama yang berkaitan dengan sistem kelistrikan, baterai, pendinginan, dan pelumas.
Mengutip materi edukasi dari kanal YouTube Dokter Mobil Indonesia, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan pemilik mobil hybrid maupun mobil listrik agar performanya tetap terjaga dan risiko kerusakan komponen dapat diminimalkan.
Baca Juga: PKPA Kembali Digelar di Unpak Bogor, Cetak Calon Advokat Berkualitas dan Berintegritas
Berikut lima perawatan penting yang sebaiknya tidak diabaikan.
1. Jangan Asal Pilih Coolant
Coolant pada mobil hybrid dan listrik tidak hanya berfungsi menjaga temperatur komponen tertentu. Sistem pendinginan juga berkaitan dengan baterai utama dan inverter.
Karena itu, cairan pendingin yang digunakan harus memiliki spesifikasi yang sesuai, termasuk jenis dengan daya hantar listrik rendah atau low conductivity.
Baca Juga: 5 Bansos Cair Oktober 2026, Simak Panduan Cek Saldo dan Kriteria Penerima
Penggantian coolant juga perlu mengikuti rekomendasi perawatan kendaraan.
Dalam materi yang dikutip, pengurasan dan penggantian coolant disebut perlu dilakukan secara berkala untuk menjaga sistem pendinginan tetap bekerja optimal.
Jangan hanya melihat warna atau bentuk cairan. Spesifikasi coolant menjadi hal yang jauh lebih penting.
2. Oli Kompresor AC Juga Harus Diperhatikan
Sistem AC pada mobil hybrid dan listrik memiliki peran yang lebih penting dibanding sekadar memberikan udara sejuk ke kabin.
Baca Juga: Yuk Ikuti World Cleanup Day 2026 di Kota Bogor, Buruan Catat Waktu dan Lokasinya
Sistem pendingin tersebut juga berkaitan dengan pengaturan temperatur baterai pada kendaraan tertentu. Jika sistem pendinginan mengalami gangguan, temperatur baterai dapat meningkat dan berpotensi memengaruhi kinerjanya.
Kompresor AC elektrik juga membutuhkan oli dengan karakteristik khusus. Salah satunya adalah oli yang bersifat non-conductive.
Karena itu, pemilik mobil hybrid dan listrik perlu memperhatikan jenis oli kompresor yang digunakan dan mengikuti interval perawatan yang direkomendasikan.
3. Hati-Hati Modifikasi Lampu dan Audio
Modifikasi kelistrikan memang bisa membuat tampilan dan fitur kendaraan menjadi lebih menarik. Namun, pemilik mobil hybrid dan listrik sebaiknya tidak sembarangan menambah beban listrik.
Baca Juga: WALHI Jabar Apresiasi EIGER Nature, Nilai Komitmen Pelestarian Lingkungan Terus Diperkuat
Penggantian klakson, penggunaan lampu dengan daya lebih besar, maupun pemasangan perangkat audio tambahan harus memperhatikan kapasitas sistem kelistrikan kendaraan.
Penambahan beban yang tidak sesuai spesifikasi dapat memengaruhi kerja sistem kelistrikan dan komponen pendukungnya.
Karena itu, sebelum melakukan modifikasi, pastikan perangkat yang dipasang kompatibel dengan sistem kelistrikan kendaraan.
4. Jangan Lupa Aki 12 Volt
Meski memiliki baterai bertegangan tinggi, mobil listrik dan hybrid tetap menggunakan baterai tambahan 12 volt.
Baca Juga: Wisata Edukasi Museum Seni Rupa dan Keramik, Punya Koleksi Seni hingga Pottery Class
Baterai ini memiliki fungsi penting dalam sistem kelistrikan kendaraan, termasuk membantu mengaktifkan berbagai sistem saat kendaraan dinyalakan.
Pada sejumlah kendaraan, baterai tambahan tersebut menggunakan teknologi seperti AGM. Kondisinya tetap perlu diperiksa secara berkala karena kerusakan atau lemahnya baterai 12 volt dapat membuat kendaraan mengalami masalah meski baterai utama masih memiliki daya.
Jadi, jangan hanya memperhatikan kondisi baterai utama. Aki 12 volt juga wajib masuk daftar pemeriksaan.
5. Reduction Gear Oil dan Tune Up Tetap Diperlukan
Mobil listrik tidak menggunakan transmisi konvensional seperti mobil bermesin bensin pada umumnya. Namun, kendaraan tetap memiliki komponen mekanis yang membutuhkan pelumas, salah satunya reduction gear.
Baca Juga: Profil Irjen Asep Safrudin, Putra Bogor yang Ditunjuk sebagai Kabareskrim Polri
Pelumas reduction gear juga harus menggunakan produk yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan, termasuk memperhatikan karakteristik non-conductive jika memang dipersyaratkan pabrikan.
Sementara itu, pemilik mobil hybrid tidak boleh melupakan perawatan mesin pembakaran internal. Meskipun mesin tidak selalu bekerja seperti pada mobil konvensional, komponen seperti throttle body, injektor, hingga sistem EGR tetap perlu diperiksa dan dibersihkan sesuai kebutuhan.
Jangan Tunggu Rusak Baru Servis
Teknologi hybrid dan listrik memang mengurangi sejumlah kebutuhan perawatan dibandingkan mobil konvensional. Namun, bukan berarti kendaraan bisa digunakan tanpa pemeriksaan rutin.
Baca Juga: Terbaru, Aturan Penarikan Saldo Bansos Tahap 4 dan Kriteria KPM Terhapus
Sistem pendinginan, baterai, aki 12 volt, kelistrikan, AC, hingga reduction gear tetap membutuhkan perhatian.
Perawatan berkala juga menjadi langkah penting untuk mencegah masalah kecil berkembang menjadi kerusakan komponen yang lebih mahal.
Bagi pemilik mobil hybrid maupun listrik, mengikuti jadwal servis dan menggunakan cairan serta komponen sesuai spesifikasi pabrikan menjadi salah satu kunci agar kendaraan tetap awet dan nyaman digunakan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga