Jangan Asal Beli Motor Bekas! Mesin Bergetar Keras Bisa Jadi Tanda Ini

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 21:58 WIB
Ilustrasi motor bekas. Foto: Mandiri Utama Finance
Ilustrasi motor bekas. Foto: Mandiri Utama Finance

RADAR BOGOR – Membeli motor bekas memang bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan kendaraan dengan harga lebih terjangkau. Namun, calon pembeli sebaiknya tidak hanya memperhatikan kondisi bodi dan kelengkapan surat.

Kondisi mesin juga wajib diperiksa secara menyeluruh. Salah satu gejala yang patut dicurigai adalah mesin motor bekas bergetar berlebihan ketika digunakan.

Getaran yang terlalu kuat tentu bisa mengurangi kenyamanan berkendara. Dalam kondisi tertentu, getaran pada motor bekas bahkan dapat membuat tangan terasa kesemutan dan tubuh lebih cepat lelah.

Baca Juga: Sheila on 7 Rilis Video Musik Sederhana, Jadi Penanda 30 Tahun Berkarya

Salah satu penyebabnya ternyata bisa berasal dari bagian bandul kruk as yang sudah tidak seimbang.

“Getaran mesin motor yang cukup kuat berasal dari putaran bandul kruk as yang sudah tidak center,” ujar Irvan Riyandi, pemilik Riyandi Jaya Motor.

Menurutnya, bandul kruk as yang tidak lagi balance membuat putaran komponen tersebut menjadi tidak normal.

“Bisa jadi ada titik di bandul yang berat sebelah sehingga jadi enggak seimbang. Hasilnya saat kruk as berputar menimbulkan getaran,” jelas Irvan yang akrab disapa Irpan.

Motor Pernah Jatuh Bisa Jadi Penyebab

Baca Juga: Pembangunan Pusat Data AI Jatiluhur Dihentikan, Dedi Mulyadi Ungkap Alasannya

Salah satu faktor yang dapat membuat bandul kruk as kehilangan keseimbangan adalah motor yang pernah mengalami benturan atau terjatuh.

“Bandul enggak seimbang bisa disebabkan oleh motor yang sering jatuh,” kata Irpan.

Benturan yang terjadi berulang kali berpotensi memengaruhi kondisi komponen mesin dan keseimbangan putaran kruk as.

Karena itu, calon pembeli motor bekas sebaiknya memperhatikan riwayat kendaraan, termasuk apakah motor pernah mengalami kecelakaan atau jatuh cukup keras.

Oli Mesin Juga Tak Boleh Diabaikan

Baca Juga: Harga Mitsubishi XForce 2026 Turun, Versi Hybrid Resmi Meluncur: Irit BBM

Selain benturan, masalah pada sistem pelumasan juga dapat berpengaruh terhadap kondisi bandul dan kruk as.

Pemilik motor yang jarang mengganti oli atau membiarkan volume oli terlalu rendah berisiko membuat komponen internal mesin mengalami keausan.

“Pemilik yang sering lupa atau lalai ganti oli mesin atau bahkan dibiarkan sampai habis bisa merusak bearing bandul,” jelas Irpan.

Ketika bearing bandul atau kruk as mengalami keausan hingga oblak, salah satu gejalanya dapat berupa getaran mesin yang semakin terasa.

“Kalau bearing bandul atau kruk as oblak efeknya bisa bikin mesin motor bergetar,” tambahnya.

Baca Juga: Eksis Sejak 1971, Bubur Ayam Kabita Bogor Tak Lekang Zaman

Wajib Tes Mesin Sebelum Membeli Motor Bekas

Dengan demikian, getaran mesin yang berlebihan sebaiknya tidak dianggap sebagai hal sepele ketika sedang berburu motor bekas.

Calon pembeli bisa melakukan pemeriksaan langsung dengan menyalakan mesin dan memperhatikan apakah getaran terasa tidak wajar, baik ketika langsam maupun saat putaran mesin dinaikkan.

Jika muncul getaran berlebihan, sebaiknya kendaraan diperiksa lebih lanjut oleh mekanik sebelum transaksi dilakukan.

Langkah sederhana tersebut bisa membantu calon pembeli menghindari motor bekas yang membutuhkan biaya perbaikan besar setelah dibawa pulang.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
kerusakan mesin Mesin motor bekas