RADAR BOGOR - QJ Motor Torino 250 DX menjadi salah satu motor yang paling banyak dibicarakan sejak diperkenalkan di IMS 2026.
Saat itu, harga promonya untuk unit pertama hanya sekitar Rp47 jutaan, dan kini meski sudah menggunakan harga normal, banderolnya masih tergolong terjangkau yaitu Rp51.990.000 on the road Jakarta.
Harga ini jadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pengendara yang ingin naik kelas dari motor adventure 150cc seperti Honda CB150X atau Yamaha WR155R menuju segmen 250cc tanpa harus mengeluarkan dana terlalu besar.
Lalu, apa saja yang membuat motor ini menarik, dan apa pula kekurangannya? Berikut ulasan lengkap setelah pengujian langsung selama beberapa hari dengan jarak tempuh lebih dari 200 km, termasuk touring ke kawasan Puncak.
Baca Juga: Toyota Kejar TKDN Mobil Listrik 60 Persen Mulai 2027, bZ4X Baru 40 Persen
Desain yang Mengingatkan pada Ducati Desert X dan Honda Africa Twin
Dari segi tampilan, Torino 250 DX tampil cukup percaya diri. Bentuk lampu depan dan bagian fairing-nya mengingatkan pada dua motor adventure populer, Ducati Desert X dan Honda Africa Twin. Dimensinya pun proporsional untuk motor 250cc, membuat kesan pertama yang kuat sejak dilihat.
Fitur-fitur standar yang langsung terlihat juga cukup lengkap untuk kelas harganya, di antaranya hand guard, windshield tinggi, crash bar, serta engine guard.
Menariknya, versi yang dijual ke pasar justru menggunakan pelek jari-jari dengan sistem tubeless, berbeda dari unit pameran di IMS yang masih memakai pelek jari-jari biasa. Harganya memang naik sedikit, namun perubahan ini dinilai sepadan.
Baca Juga: Harga Suzuki Jimny Oktober 2026 Tembus Rp495 Juta, Ada 2 Varian
Posisi Berkendara Bersahabat untuk Postur Orang Indonesia
Tinggi jok Torino 250 DX berada di angka 830 mm, tergolong sedang untuk motor adventure, tidak terlalu tinggi namun juga tidak serendah motor naked. Pengendara dengan tinggi badan 173 cm dan bobot 65 kg bisa menapak sempurna dengan kedua kaki.
Bahkan pengendara dengan tinggi 165 cm masih bisa menjejakkan kaki meski harus sedikit berjinjit, atau cukup mengandalkan satu kaki untuk kondisi yang lebih aman.
Karakter joknya empuk dengan desain ramping di bagian depan sehingga posisi duduk terasa nyaman baik saat posisi maju maupun mundur.
Baca Juga: Jangan Asal Beli Motor Bekas! Mesin Bergetar Keras Bisa Jadi Tanda Ini
Posisi berkendara khas motor adventure sangat terasa, dengan setang fat bar yang tinggi dan lebar, pijakan kaki sedikit maju, menciptakan kesan santai namun tetap dalam kendali penuh, cocok untuk perjalanan jauh maupun sesekali menjajal jalur non-aspal.
Suspensi Empuk, Handling Ringan dan Lincah
Karakter suspensi depan dan belakang dirancang empuk, sesuai fungsinya sebagai motor adventure yang harus nyaman di berbagai kondisi jalan.
Suspensi depan memiliki rebound yang lambat dengan jarak main panjang sehingga tidak mudah mentok (bottoming), sementara suspensi belakang terasa jauh lebih empuk dan mampu meredam jalan rusak maupun polisi tidur dengan baik, bahkan saat berboncengan.
Baca Juga: Harga Mitsubishi XForce 2026 Turun, Versi Hybrid Resmi Meluncur: Irit BBM
Ban yang digunakan memiliki kembangan agak kasar namun tetap membulat, sehingga tetap memberikan grip baik di jalan aspal maupun permukaan berpasir atau tanah ringan. Ukuran roda depan menggunakan ring 19 inci dan belakang ring 17 inci, khas motor adventure pada umumnya.
Dengan bobot sekitar 152 kg, tergolong ringan untuk motor 250cc, Torino 250 DX terasa sangat lincah saat bermanuver baik di penggunaan harian maupun touring.
Respons motor saat dibelokkan maupun dikoreksi mendadak terasa nurut dan tidak melawan, membuat berkendara jarak jauh tidak cepat melelahkan.
Performa Mesin: Rata dan Tidak Mengecewakan
Baca Juga: Harga Mitsubishi XForce 2026 Turun, Versi Hybrid Resmi Meluncur: Irit BBM
Torino 250 DX dibekali mesin 250cc satu silinder DOHC 4 katup berpendingin cairan dengan tenaga 25,5 horsepower dan torsi 21 Nm. Dari data bore x stroke, mesin ini memang identik dengan mesin milik KLX 250, meski terdapat beberapa perbedaan detail seperti posisi lubang pompa air.
Karakter mesinnya cenderung rata dari putaran bawah hingga atas. Pada putaran bawah, tenaga sudah terasa cukup responsif untuk kebutuhan stop and go, sementara di atas 6.000 rpm hingga limiter sekitar 10.000 rpm tenaga masih cukup bertenaga untuk mendaki tanjakan maupun melakukan akselerasi.
Mesin terasa halus hingga sekitar 5.000 rpm, namun getaran mulai terasa di pijakan kaki, tangki, dan setang saat melewati 6.000 rpm.
Dari sisi catatan akselerasi, performanya tidak kalah jauh dari kompetitor seperti Suzuki V-Strom 250, KTM 250 Adventure, maupun Honda CRF 250 Rally:
- 0–60 km/jam: sekitar 3,5 detik
- 0–100 km/jam: hampir 10 detik
- 0–201 meter: sekitar 10 detik lebih
- 0–402 meter: sekitar 17 detik
Baca Juga: Harga Mitsubishi XForce 2026 Turun, Versi Hybrid Resmi Meluncur: Irit BBM
Angka-angka tersebut menunjukkan performa yang kompetitif, terlebih dengan harga yang jauh lebih murah dibanding Honda CRF 250 Rally yang nyaris dua kali lipat.
Dari sisi panas mesin, Torino 250 DX cukup nyaman di kaki pengendara, kecuali saat kondisi macet di siang hari ketika kipas radiator menyala dan menghembuskan udara panas ke arah kaki.
Perpindahan gigi dan kopling terasa ringan, meski perpindahan dari gigi tinggi ke rendah secara mendadak terkadang terasa sedikit tersangkut.
Satu catatan minus datang dari suara mesin dan knalpot yang tergolong cukup keras, baik saat akselerasi maupun deselerasi, sehingga motor ini tidak bisa dibilang senyap.
Baca Juga: Jangan Sepelekan! 6 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Transmisi Mobil Manual Cepat Rusak
Konsumsi Bahan Bakar
Melalui metode pengetesan full to full dengan bahan bakar RON 92 dan gaya berkendara yang cenderung agresif, Torino 250 DX mencatatkan konsumsi rata-rata 29,5 km/liter.
Angka ini tergolong sedang untuk motor 250cc, tidak bisa dibilang boros namun juga tidak terlalu irit. Dengan kapasitas tangki 13 liter, motor ini mampu menempuh jarak hingga sekitar 383,5 km dalam sekali pengisian penuh.
Fitur-Fitur Pendukung Touring
Baca Juga: Suzuki Bravo RC 100 Hilang Tenaga? Warga Bogor Wajib Cek Bagian Ini
Beberapa fitur yang mendukung kenyamanan dan fungsi adventure pada Torino 250 DX antara lain:
- Windshield tinggi dan bening yang mengarahkan angin ke atas helm, meski membuat sirkulasi udara ke badan berkurang saat kondisi panas
- Hand guard di kedua sisi setang
- Lampu utama LED dengan DRL setengah lingkaran, serta lampu sein LED 3 titik di kedua sisi
Baca Juga: Kompresi Dinamis vs Statis, Warga Bogor Wajib Tahu Bedanya
- Crash bar sebagai pelindung bodi saat terjatuh
- Suspensi depan upside down dengan redaman nyaman untuk adventure
- Pelek jari-jari tubeless dari GLM berukuran 19 inci depan, dibalut ban Corsa
- Rem cakram depan 300 mm dengan kaliper dual piston dan ABS, meski kerapihan kabel rem masih kurang rapi
- Radiator ganda kanan-kiri lengkap dengan cover pelindung dan kipas pendingin di masing-masing sisi
Baca Juga: Punya Mobil Listrik atau Hybrid? Ini 5 Perawatan yang Wajib
- Engine guard dengan material plastik tebal serta frame guard tambahan
- Pijakan kaki bergerigi anti-selip
- Rem belakang cakram 260 mm dengan fitur ABS yang bisa dimatikan, sesuatu yang jarang ditemui di kelas harga ini
- Suspensi monoshock belakang dengan setelan preload dan sistem link
Beberapa catatan minor turut ditemukan, seperti suara klakson yang kurang nyaring dan terkadang tidak berbunyi, serta detail ulir dudukan top box yang sudah terlihat sedikit cacat (cuttered) dari pabrik.***
Deskripsi (130 karakter):
https://youtu.be/lVqBDuQfDsQ?si=R9SkT6WnZmChtB6m
YouTube Otomotif TV
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Otomotif tv