RADAR BOGOR – Membeli mobil listrik bekas kini mulai menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan ramah lingkungan dengan harga lebih terjangkau.
Namun, calon pembeli perlu lebih teliti karena kondisi mobil listrik tidak bisa dinilai hanya dari tampilan fisik maupun hasil test drive.
Berbeda dengan mobil konvensional berbahan bakar bensin, mobil listrik memiliki sejumlah komponen khusus yang membutuhkan pemeriksaan lebih mendalam.
Salah satunya adalah baterai yang menjadi komponen vital sekaligus memiliki harga penggantian cukup mahal.
Melansir ulasan edukasi dari kanal YouTube Dokter Mobil Indonesia, pemeriksaan mobil listrik bekas sebaiknya dilakukan menggunakan alat pemindai atau scanner khusus kendaraan listrik.
Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi baterai hingga modul kontrol elektronik yang tidak dapat diketahui hanya melalui pengecekan biasa.
Baca Juga: Kumpulan Dessert Pistachio di Doku Donat Bogor, Ada Kunafa hingga Mochi Cheesecake
Ada sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan sebelum calon pembeli memutuskan membawa pulang mobil listrik bekas.
Berikut 8 checklist yang wajib diperiksa sebelum membeli mobil listrik bekas:
1. Periksa Kesehatan Baterai atau Battery State of Health
Baterai merupakan salah satu komponen paling mahal pada mobil listrik. Karena itu, kondisi baterai menjadi hal pertama yang harus diperiksa sebelum transaksi.
Calon pembeli perlu mengetahui tingkat kesehatan atau lifetime baterai, kapasitas daya yang masih tersedia, kemampuan jelajah atau range, serta temperatur baterai saat kendaraan digunakan.
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan dengan scanner khusus EV sehingga potensi gangguan atau kerusakan yang tidak terlihat secara kasat mata dapat diketahui lebih awal.
2. Dengarkan Suara dan Rasakan Performa Motor Listrik
Motor listrik pada dasarnya bekerja dengan suara yang sangat minim. Karena itu, kondisi motor dapat ikut diperiksa ketika melakukan test drive.
Salah satu cara yang dapat dilakukan yakni membuka kaca jendela ketika mobil berjalan di dekat tembok atau bangunan yang cukup tinggi.
Pantulan suara dapat membantu calon pembeli mendeteksi bunyi tidak normal dari motor listrik.
Jika muncul suara bising, dengungan atau bunyi lain yang tidak semestinya, sebaiknya kendaraan diperiksa lebih lanjut sebelum dibeli.
3. Pastikan Charger Bawaan Lengkap dan Sesuai
Perangkat pengisian daya juga tidak boleh luput dari pemeriksaan. Pastikan mobil listrik bekas yang akan dibeli masih dilengkapi portable charger maupun wall charger bawaan sesuai spesifikasi kendaraan.
Baca Juga: QJ Motor Torino 250 DX: Motor Adventure Murah dan Fitur Melimpah
Ketiadaan charger bisa menjadi tambahan biaya bagi pembeli. Harga perangkat charger mobil listrik secara terpisah bahkan dapat mencapai belasan juta rupiah.
Selain kelengkapan perangkat, calon pemilik juga perlu memastikan kapasitas listrik di rumah mampu menunjang kebutuhan pengisian daya kendaraan.
4. Cek Sistem Pendingin Baterai
Sistem pendinginan baterai memiliki fungsi penting untuk menjaga temperatur baterai tetap berada dalam kondisi yang aman.
Gangguan pada sistem coolant dapat meningkatkan risiko panas berlebih atau overheat.
Karena itu, kondisi sistem pendingin perlu diperiksa secara menyeluruh. Riwayat temperatur operasional kendaraan juga sebaiknya dicek melalui komputer atau scanner untuk mengetahui apakah sebelumnya pernah terjadi masalah pada sistem pendinginan.
5. Periksa Interior dan Seluruh Panel Kabin
Pemeriksaan mobil listrik bekas tidak hanya berfokus pada baterai dan sistem kelistrikan. Bagian interior juga perlu diperhatikan secara detail.
Cek kondisi jok, panel kabin, tombol-tombol, head unit, hingga berbagai fitur yang tersedia di dalam kendaraan. Pastikan seluruhnya berfungsi dengan normal.
Hal ini penting karena sejumlah komponen interior mobil listrik tertentu masih relatif sulit ditemukan di pasaran umum.
Kerusakan pada komponen tersebut bisa membuat biaya perbaikan menjadi lebih mahal atau membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan penggantinya.
6. Pastikan Sasis Bebas Bekas Tabrakan dan Banjir
Bagian bawah kendaraan juga wajib diperiksa sebelum membeli mobil listrik bekas.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Cair Kemarin, 3 Oktober 2026: Ini Daftar Daerahnya
Calon pembeli perlu memastikan sasis dan area dek bawah tidak memiliki tanda-tanda benturan keras, kerusakan akibat kecelakaan, maupun bekas terendam banjir.
Komponen baterai dan sejumlah perangkat kelistrikan mobil listrik umumnya berada di bagian bawah kendaraan.
Karena itu, benturan keras maupun paparan air dapat menimbulkan risiko terhadap komponen tersebut.
Pemeriksaan bagian bawah mobil menjadi semakin penting apabila kendaraan memiliki riwayat kecelakaan atau pernah digunakan di wilayah yang rawan banjir.
7. Cek Software dan Firmware Kendaraan
Mobil listrik modern tidak hanya mengandalkan komponen mekanis, tetapi juga sistem perangkat lunak yang mengatur berbagai fungsi kendaraan.
Karena itu, versi software dan firmware perlu diperiksa menggunakan alat pemindai yang sesuai. Pastikan sistem kendaraan mendapatkan pembaruan secara berkala.
Pembaruan perangkat lunak dapat berkaitan dengan sejumlah fitur kendaraan, termasuk sistem keselamatan dan pengelolaan baterai.
Kondisi software yang baik turut membantu menjaga performa serta efisiensi kendaraan.
8. Periksa Dokumen dan Ketentuan Garansi Baterai
Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh dokumen kendaraan lengkap dan sesuai.
Calon pembeli perlu memeriksa STNK dan BPKB serta memastikan data kendaraan sesuai dengan unit yang akan dibeli.
Baca Juga: Melalui Festival Sangitaloka Pemkab Bogor Perkuat Pelestarian Musik Tradisi
Selain dokumen, ketentuan garansi baterai dari pabrikan atau APM juga harus diperhatikan.
Tanyakan apakah masa garansi baterai masih berlaku dan apakah garansi tersebut dapat dialihkan kepada pemilik berikutnya.
Jangan sampai pembeli menganggap garansi baterai masih berlaku, tetapi ternyata hak garansi gugur setelah kendaraan berpindah kepemilikan atau karena terdapat ketentuan tertentu dari pabrikan.
Membeli mobil listrik bekas memang dapat menjadi alternatif untuk mendapatkan kendaraan listrik dengan harga lebih terjangkau.
Namun, proses pembeliannya membutuhkan ketelitian lebih dibandingkan sekadar melihat kondisi eksterior dan melakukan test drive.
Pemeriksaan baterai, motor listrik, sistem pendingin, kelistrikan, software, sasis hingga dokumen kendaraan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh.
Langkah tersebut penting untuk menghindari risiko munculnya biaya perbaikan besar setelah mobil resmi menjadi milik pembeli. (Adi/Boash)
Editor : Yosep Awaludin