Honda Beat K44 Susah Double Starter? Wajib Cek Dekompresi Noken As

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 11:28 WIB
Perbaikan Honda beat susah di starter ( YouTube Silaban channel)
Perbaikan Honda beat susah di starter ( YouTube Silaban channel)

RADAR BOGOR - Honda Beat K44 yang sulit melakukan double starter ternyata tidak selalu disebabkan aki atau motor starter. 

Pada kasus yang dibahas dalam kanal otomotif YouTube Silaban channel, masalah motor susah distarter ditemukan pada mekanisme dekompresi di area noken as dan templar EX yang tidak bekerja optimal, ditambah gangguan sistem injeksi. 

Bagi warga Bogor pemilik Beat eSP, kondisi ini bisa menjadi referensi saat motor terasa berat ketika distarter.

Baca Juga: Kampung Main Cipulir, Wisata Keluarga yang Punya Outbound hingga Kolam Renang

Dekompresi Bermasalah Bisa Bikin Starter Berat

Sistem dekompresi pada noken as memiliki fungsi penting untuk membantu mengurangi tekanan kompresi ketika mesin baru mulai diputar. Mekanisme ini membuat beban starter lebih ringan sebelum mesin berhasil hidup.

Pada Honda Beat K44 tersebut, bagian yang berhubungan dengan dekompresi diduga tidak cukup menekan klep EX pada saat awal starter. 

Akibatnya, kompresi awal tidak terbuang sebagaimana mestinya sehingga double starter terasa berat, bahkan kadang tidak mampu memutar mesin dengan baik.

Baca Juga: Semarga Asian Kitchen Bogor, Restoran Keluarga dengan Menu Indonesia, Cina dan Thailand

Masalah semakin kompleks karena noken as dan templar yang terpasang sebelumnya bukan komponen yang digunakan pada perbaikan awal. Pemeriksaan menunjukkan mekanisme dekompresinya tidak bekerja sesuai kebutuhan.

Jangan Langsung Menyalahkan Aki atau Starter

Gejala double starter berat memang sering membuat pemilik motor langsung mencurigai aki. Padahal, sistem mekanis mesin juga perlu diperiksa apabila starter sudah mendapatkan suplai listrik yang cukup tetapi tetap kesulitan memutar mesin.

Dalam kasus ini, setelah bagian dekompresi pada templar EX diperbaiki, mekanisme tersebut dibuat agar dapat menyentuh pin dekompresi lebih optimal ketika posisi awal starter bekerja. 

Baca Juga: 8 Hal Wajib Dicek Sebelum Beli Mobil Listrik Bekas, Jangan Cuma Lihat Harga

Setelah dirakit kembali, motor dapat dinyalakan menggunakan double starter dan putarannya terasa lebih ringan.

Fuel Pump dan TPS Juga Bermasalah

Selain masalah dekompresi, ditemukan gangguan pada sistem injeksi. Tekanan fuel pump tercatat sekitar 35 psi, sedangkan dalam pemeriksaan tersebut tekanan yang diharapkan minimal sekitar 42 psi.

Tekanan fuel pump yang melemah dapat berpengaruh terhadap suplai bahan bakar. Motor juga mengalami gejala brebet, konsumsi BBM meningkat dan ruang bakar terlihat memiliki kerak cukup pekat.

Baca Juga: Katsu U di Surken, Harga Mulai Rp20.000an dengan Menu Komplit

Pemeriksaan kemudian mengarah pada sensor TPS yang mengalami masalah. Sensor tersebut akhirnya diganti dan respons gas motor dilaporkan menjadi lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya.

Periksa Juga Klep, Seal dan Paking

Pemeriksaan mesin juga menemukan adanya indikasi kebocoran kompresi di sekitar klep. Bagian klep kemudian dibersihkan dan dilakukan skir, sedangkan seal klep diganti.

Paking blok, paking kop dan o-ring head juga diganti untuk mengatasi potensi kebocoran. Bagian blok dan liner diperiksa kembali sebelum mesin dirakit.

Baca Juga: Roti Roll Parung Hadir dengan Tampilan Baru dan Varian Produk Lebih Lengkap

Kasus Honda Beat K44 ini menunjukkan bahwa double starter berat tidak selalu berarti aki atau dinamo starter bermasalah. 

Mekanisme dekompresi pada noken as dan templar juga berperan dalam meringankan beban mesin ketika pertama kali distarter.

Bagi warga Bogor, pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh sebelum mengganti banyak komponen. 

Baca Juga: Honda CB250SS 2027 Siap Meluncur, Motor Retro 250 cc Ini Bisa Dikustom Sesuka Hati

Jika motor juga mengalami brebet, boros BBM atau respons gas menurun, sistem injeksi seperti fuel pump dan TPS perlu diperiksa bersamaan dengan kondisi mekanis mesin.***

Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : YouTube Silaban channel
double starter Honda Beat K44 motor susah distarter otomotif