Kenali Jenis Baterai Sebelum Membeli Motor Listrik 2026

Eli Kustiyawati • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 09:46 WIB
Ilustrasi motor listrik (Tonypang/Pixabay)
Ilustrasi motor listrik (Tonypang/Pixabay)

RADAR BOGOR - Banyak konsumen yang mengaku kecewa setelah membeli motor listrik, mulai dari baterai yang cepat drop, tenaga yang kurang, hingga jarak tempuh yang jauh dari ekspektasi.

Padahal, kekecewaan ini sebenarnya bisa dihindari jika calon pembeli memahami satu komponen paling krusial dalam motor listrik, yaitu baterai.

Berbeda dengan dinamo motor, controller, atau fitur-fitur tambahan lainnya yang sifatnya opsional, baterai menjadi komponen yang paling menentukan kualitas dan kepuasan penggunaan motor listrik jangka panjang.

Fitur-fitur seperti NFC untuk menyalakan motor, misalnya, dinilai tidak terlalu penting dibandingkan fungsi dasar seperti anak kunci konvensional yang tetap dibutuhkan untuk membuka jok dan komponen lainnya.

Baca Juga: Benarkah AC Mobil Bikin BBM Boros? Ini Fakta dan Cara Menggunakannya agar Tetap Irit

Untuk memahami spesifikasi baterai, ada dua angka utama yang wajib diperhatikan calon pembeli, yaitu voltase dan ampere hour (Ah).

Voltase berkaitan dengan besarnya tenaga yang dihasilkan, sementara ampere hour berkaitan langsung dengan jarak tempuh motor. Semakin besar nilai Ah, semakin jauh pula jarak tempuh yang bisa dicapai.

Sebagai contoh, motor listrik dengan spesifikasi baterai 60 volt dan 24 ampere hour mampu menempuh jarak sekitar 60 km dalam kondisi baterai yang masih sehat.

Tiga Jenis Baterai Motor Listrik yang Wajib Diketahui

Baca Juga: Pinggang Pegal Saat Mengemudi? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selain voltase dan ampere, jenis atau tipe baterai juga menjadi faktor penting yang menentukan performa, keamanan, serta cara perawatan motor listrik. Berikut tiga jenis baterai yang umum digunakan pada motor listrik saat ini.

1. Baterai SLA (Seal Liquid Acid)

Baterai SLA biasanya ditemukan pada motor listrik dengan harga jual yang lebih murah. Jenis baterai ini memiliki karakteristik yang mirip dengan aki pada motor berbahan bakar bensin konvensional.

Kekurangan baterai SLA cukup banyak, mulai dari bobot yang berat, waktu pengecasan yang lama (sekitar 8 hingga 12 jam), risiko baterai menggembung, hingga output tenaga yang relatif kecil.

Baca Juga: Stang Seher Motor Oblak? Warga Bogor Wajib Tahu Tahapan Belah Mesin

Kapasitas ampere hour pada baterai jenis ini juga umumnya terbatas, rata-rata hanya berkisar di angka 20,4 Ah, sehingga jarak tempuhnya pun lebih pendek dibandingkan jenis baterai lainnya.

2. Baterai NMC (Nikel Mangan Cobalt)

Baterai NMC menawarkan keunggulan dari sisi bobot yang lebih ringan serta output tenaga yang lebih besar, sehingga lebih unggul dalam hal kemampuan menanjak. Waktu pengecasannya juga relatif lebih cepat, berkisar antara 6 hingga 8 jam.

Namun, baterai jenis ini memiliki risiko keamanan yang perlu diwaspadai. Baterai NMC rentan terhadap panas berlebih, benturan, maupun tusukan, dan berpotensi menyebabkan kebakaran jika mengalami kerusakan fisik.

Baca Juga: Selang Hawa Gardan Beat Robek? Segera Perbaiki Sebelum Air Masuk

Fenomena motor listrik yang meledak atau terbakar pada tahun 2024 hingga 2025 banyak dikaitkan dengan penggunaan baterai jenis ini.

Perawatan baterai NMC pun memerlukan perhatian khusus. Baterai ini tidak disarankan untuk diisi daya hingga 100 persen secara rutin, melainkan cukup pada kisaran 80 hingga 90 persen.

Pengisian daya hingga penuh hanya dianjurkan sesekali, misalnya seminggu sekali, bukan setiap hari. Selain itu, baterai NMC wajib menggunakan charger khusus yang sesuai spesifikasinya, karena penggunaan charger jenis baterai lain dapat menyebabkan risiko ledakan.

Dari sisi instalasi, baterai NMC umumnya dipasang secara permanen atau tidak bisa dilepas pasang, mengingat tingkat risikonya yang tinggi terhadap benturan dan tusukan.

Baca Juga: Honda Beat Mogok Berkali-kali? Coba Cek Kompresi Mesin

3. Baterai LFP (Lithium Ferro Phosphate)

Baterai LFP atau sering disebut juga Lithium Life 4, dinilai lebih unggul dari sisi keamanan dibandingkan NMC. Baterai jenis ini memiliki ketahanan lebih baik terhadap benturan, tusukan, maupun suhu tinggi, sehingga risiko kebakaran jauh lebih kecil.

Jika mengalami kerusakan fisik, baterai LFP umumnya hanya mengeluarkan asap tanpa sampai terbakar.

Kekurangan utama baterai LFP terletak pada bobotnya yang lebih berat dibandingkan NMC, meski masih lebih ringan dibandingkan baterai SLA.

Baca Juga: Motor Listrik Tersendat Saat Digas? Ini 3 Penyebab yang Perlu Dicek

Menariknya, cara perawatan baterai LFP justru berkebalikan dengan NMC. Baterai jenis ini disarankan untuk selalu diisi daya hingga 100 persen, karena karakteristik balancing baterai LFP bekerja optimal pada tegangan tinggi, yakni sekitar 3,65 volt per sel. Berbeda dengan NMC yang memiliki titik tegangan puncak lebih tinggi di angka 4,2 volt, sehingga lebih berisiko jika terus-menerus diisi penuh.

Mengapa Masih Banyak Motor Listrik Menggunakan NMC?

Pemilihan jenis baterai pada motor listrik umumnya disesuaikan dengan anggaran produksi. Semakin terbatas budget yang dialokasikan, semakin terbatas pula spesifikasi baterai yang digunakan. Inilah alasan mengapa baterai LFP yang lebih unggul dari sisi keamanan belum sepenuhnya menggantikan NMC di seluruh lini produk motor listrik.

Tips Memilih dan Mengecek Spesifikasi Baterai

Baca Juga: New Mitsubishi XForce Ultimate Makin Nyaman, Ini Perubahannya

Bagi calon pembeli motor listrik, sangat penting untuk mengecek secara seksama spesifikasi baterai sebelum melakukan pembelian, mengingat kesalahan dalam memilih jenis baterai dapat berdampak merugikan di kemudian hari.

Sayangnya, tidak semua penjual atau pabrikan mencantumkan spesifikasi baterai secara detail.

Jika menemui kondisi seperti ini, calon pembeli disarankan untuk memeriksa informasi pada charger yang disertakan, karena jenis charger biasanya dapat menjadi petunjuk mengenai tipe baterai yang digunakan pada motor tersebut.

Baca Juga: Wuling Air ev Terbaru Jadi Mobil Listrik Murah 4 Pintu, Harga Mulai Rp150 Jutaan

Memilih motor listrik tidak bisa dilakukan secara sembarangan, terutama dari sisi spesifikasi baterai yang digunakan.

Memahami perbedaan karakteristik, keunggulan, kekurangan, hingga cara perawatan dari masing-masing jenis baterai, baik SLA, NMC, maupun LFP, menjadi kunci utama agar konsumen tidak kecewa setelah melakukan pembelian.

Dengan pemahaman yang tepat, motor listrik yang dibeli bisa lebih awet, aman digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan jarak tempuh sehari-hari.***

Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : YouTube AR Journey
dinamo motor spesifikasi baterai motor listrik baterai