RADAR BOGOR - Mobil listrik tetap mengalami penurunan daya baterai meski sedang dalam kondisi parkir dan tidak digunakan.
Namun, konsumsi daya ketika mobil listrik dibiarkan dalam waktu lama relatif kecil dan dapat berbeda tergantung kondisi kendaraan serta suhu lingkungan.
Dalam kondisi tertentu, daya baterai mobil listrik dapat berkurang sekitar 1 persen per bulan.
Karena itu, pemilik kendaraan listrik tidak perlu terlalu khawatir meninggalkan mobil dalam keadaan terparkir selama kondisi baterai berada pada tingkat yang wajar.
Mobil Listrik Memiliki Lebih dari Satu Baterai
Mobil listrik tidak hanya mengandalkan baterai bertegangan tinggi untuk menggerakkan motor.
Kendaraan jenis ini juga memiliki baterai 12 volt yang berfungsi menyuplai kebutuhan berbagai perangkat elektronik, seperti lampu, panel instrumen, sistem audio, klakson, dan perangkat pendukung lainnya.
Baca Juga: Sudaryono Ungkap Alasan Trust in Person Harus Ditinggalkan BGN
Baterai lithium-ion bertegangan tinggi menjadi sumber energi utama untuk menggerakkan mobil.
Sementara itu, baterai 12 volt tetap dibutuhkan ketika kendaraan dalam kondisi mati untuk menjalankan sejumlah sistem kelistrikan.
Kenapa Baterai Mobil Listrik Tetap Berkurang Saat Parkir?
Meski kendaraan sudah dimatikan, sejumlah sistem elektronik tetap aktif dalam kondisi siaga.
Sistem tersebut antara lain berfungsi merespons kunci jarak jauh atau keyless entry, sistem alarm, pengisian daya terjadwal, hingga fitur pengaturan suhu kabin.
Pada mobil listrik, baterai 12 volt mendapatkan suplai energi dari baterai bertegangan tinggi.
Ketika daya baterai 12 volt berkurang akibat menjalankan sistem-sistem tersebut, sebagian energi dari baterai utama akan digunakan untuk mengisinya kembali.
Kondisi tersebut dikenal sebagai “vampire loss” atau dalam istilah teknis disebut “parasitic loss”.
Sementara itu, baterai bertegangan tinggi yang sehat umumnya tidak mengalami pengurangan daya secara signifikan tanpa sebab.
Berapa Persen Baterai Ideal Saat Mobil Lama Tidak Digunakan?
Pemilik mobil listrik yang hendak meninggalkan kendaraannya dalam waktu lama disarankan memperhatikan tingkat pengisian baterai.
Dilansir dari electrifying.com menyebutkan bahwa baterai sebaiknya tidak ditinggalkan dalam kondisi 100 persen untuk waktu yang panjang.
Baca Juga: Jangan Asal Latihan, Intip Materi Fisik Poltekpin 2026
Sebaliknya, mobil juga sebaiknya tidak dibiarkan dengan tingkat daya di bawah 20 persen.
Kisaran 50–80 persen disebut sebagai kondisi yang ideal ketika mobil akan ditinggalkan selama liburan atau dalam periode tidak digunakan.
Beberapa produsen bahkan memiliki rekomendasi khusus terkait tingkat pengisian baterai ketika kendaraan disimpan.
Perlukah Mobil Listrik Tetap Terhubung ke Charger?
Jika mobil listrik ditinggalkan di rumah atau lokasi yang memiliki akses ke charger, pemilik dapat memanfaatkan fitur pengisian daya terjadwal dan mengatur batas maksimum pengisian.
Pengaturan tersebut dapat membantu mencegah baterai terus terisi hingga tingkat yang terlalu tinggi selama kendaraan tidak digunakan.
Pemilik juga disarankan mematikan fitur pre-conditioning atau pengaturan suhu kabin otomatis, terutama jika kendaraan tidak ditinggalkan dalam kondisi terhubung ke charger.
Dengan demikian, mobil listrik tetap dapat ditinggalkan selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Baca Juga: Upacara HUT TNI ke-81 di Kabupaten Bogor, Ini Pesan Dandim 0621
Yang penting, pemilik memperhatikan kondisi baterai, menghindari tingkat daya terlalu rendah atau terlalu tinggi, serta memastikan fitur yang tidak diperlukan dalam kondisi parkir telah dimatikan Sumber:electrifying.com (Fauzan Kaifah/MG)
Editor : Yosep Awaludin