RADAR BOGOR - Pemilik mobil, termasuk warga Bogor, disarankan tidak hanya memperhatikan penggantian oli mesin saat melakukan servis berkala.
Kondisi filter udara mesin dan filter kabin juga perlu diperiksa karena keduanya berpengaruh terhadap performa mesin dan kenyamanan AC mobil, dikutip dari kanal YouTube tips otomotif channel.
Filter yang sudah terlalu kotor dapat menghambat aliran udara. Dampaknya bisa terasa mulai dari tarikan mesin yang berat, konsumsi BBM meningkat, hingga hembusan AC yang melemah.
Baca Juga: Vario Techno Susah Hidup dan Tak Bisa Ngecas? Warga Bogor Wajib Cek Bagian Ini
Filter Udara Berpengaruh ke Performa Mesin
Filter udara mesin bertugas menyaring debu, pasir halus, serbuk, dan partikel lain sebelum udara masuk ke ruang bakar. Komponen ini membantu mencegah kotoran masuk dan mempercepat keausan bagian dalam mesin.
Seiring pemakaian, debu akan menumpuk pada permukaan filter. Jika pori-porinya semakin tertutup, aliran udara menuju mesin ikut berkurang sehingga proses pembakaran dapat menjadi kurang optimal.
Beberapa tanda filter udara mobil mulai kotor antara lain akselerasi terasa berat, respons pedal gas melambat, konsumsi bahan bakar meningkat, serta tenaga berkurang terutama ketika mobil melewati tanjakan.
Baca Juga: Blok Piston Yamaha Vixion Mau Dibuka? Warga Bogor Wajib Perhatikan Bagian Ini
Kapan Filter Udara Mobil Harus Diganti?
Secara umum, filter udara dapat diganti sekitar 20.000 hingga 40.000 kilometer. Namun, interval tersebut tidak bisa dijadikan patokan mutlak karena kondisi lingkungan sangat berpengaruh.
Mobil yang sering melewati jalan berdebu, area proyek, jalan tanah, atau lingkungan dengan tingkat polusi tinggi dapat membuat filter lebih cepat kotor.
Karena itu, pemeriksaan visual saat servis berkala tetap penting. Jika kondisi filter sudah penuh debu atau aliran udara terhambat, penggantian dapat dilakukan lebih cepat sesuai kondisi dan rekomendasi pabrikan.
Baca Juga: Jukir PPPK di Kota Bogor Bakal Dicoret, Bagi Hasil Pendapatan Parkir Berlaku 2027
Filter Kabin Jangan Sampai Terlupakan
Berbeda dengan filter udara mesin, filter kabin berfungsi menyaring udara yang masuk ke dalam ruang penumpang melalui sistem AC. Komponen ini membantu menahan debu, serbuk, asap kendaraan, jamur, dan partikel kecil lainnya.
Filter kabin yang sudah kotor dapat membuat hembusan AC melemah meskipun blower sudah berada pada kecepatan tinggi. Kabin juga bisa lebih mudah berdebu dan muncul bau tidak sedap ketika AC dinyalakan.
Pada kondisi tertentu, pendinginan AC terasa lebih lama dan embun pada kaca lebih sulit hilang. Masalah tersebut tidak selalu berarti freon atau kompresor AC bermasalah karena filter kabin yang tersumbat juga dapat menghambat sirkulasi udara.
Baca Juga: Besok, Ada Layanan KTP Elektronik di SMAN 7 Kota Bogor, Siapkan Dokumen Ini
Filter Kabin Idealnya Diganti 6 Bulan hingga 1 Tahun
Filter kabin umumnya disarankan diganti setiap 10.000 hingga 20.000 kilometer atau sekitar enam bulan sampai satu tahun, tergantung pemakaian.
Untuk warga Bogor yang sering berkendara di tengah lalu lintas padat, kawasan berdebu, atau kondisi jalan dengan banyak polusi, pemeriksaan filter kabin sebaiknya dilakukan lebih sering.
Tanda filter kabin perlu diperiksa:
- Hembusan AC melemah.
- Muncul bau tidak sedap dari AC.
- Kabin cepat berdebu.
- Pendinginan terasa lebih lama.
- Embun pada kaca sulit hilang.
Baca Juga: Besok, Ada Layanan KTP Elektronik di SMAN 7 Kota Bogor, Siapkan Dokumen Ini
Jangan Menunggu Filter Benar-Benar Rusak
Mengganti filter udara dan filter kabin merupakan bagian sederhana dari perawatan mobil, tetapi dampaknya cukup besar.
Filter udara membantu menjaga suplai udara ke mesin sekaligus mengurangi risiko masuknya kotoran ke ruang bakar.
Sementara itu, filter kabin membantu menjaga kualitas udara dan mendukung kinerja sistem AC. Karena itu, pemeriksaan kedua filter sebaiknya masuk dalam daftar servis berkala.***
Editor : Asep SuhendarSumber : youtube tips otomotif channel