Penjualan Mobil Listrik Eropa Meledak 45 Persen, Tembus 1,64 Juta Unit

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 22:48 WIB
Ilustrasi mobil listrik asal Eropa. Foto: Ford
Ilustrasi mobil listrik asal Eropa. Foto: Ford

RADAR BOGOR — Pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Eropa terus menunjukkan pertumbuhan pesat sepanjang 2026. Dalam delapan bulan pertama tahun ini, penjualan mobil listrik di Uni Eropa bahkan menembus rekor baru.

Berdasarkan laporan kemajuan mobil listrik yang diterbitkan kelompok advokasi lingkungan berbasis Brussel, Transport and Environment (T&E), sebanyak 1,64 juta kendaraan listrik terjual di Uni Eropa sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Angka penjualan mobil listrik tersebut melonjak sekitar 45 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Baca Juga: Koramil Parung Panjang Bogor Dikirimi Puluhan Karangan Bunga pada HUT ke-81 TNI

Tak hanya jumlah penjualan yang meningkat, pangsa kendaraan listrik terhadap keseluruhan pasar otomotif Eropa juga semakin besar.

Pada Januari-Agustus 2026, kendaraan listrik menyumbang sekitar 22 persen dari total pasar otomotif Uni Eropa. Angka tersebut naik enam poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

T&E menyebut 2026 menjadi tahun penting dalam perkembangan ketersediaan kendaraan listrik di Eropa. Salah satu indikatornya adalah jumlah model EV yang tersedia di pasar yang meningkat sekitar 50 persen hanya dalam satu tahun.

Pilihan Mobil Listrik Makin Banyak

Baca Juga: Soal Pajak Air Tanah, Pemkab Bogor Ajak Duduk Bersama Apindo

Meningkatnya pilihan model tidak lepas dari langkah produsen otomotif yang terus memperluas jajaran kendaraan listrik untuk memenuhi target emisi Uni Eropa.

Sejumlah pabrikan juga mulai menghadirkan EV dengan harga yang lebih terjangkau sehingga kendaraan listrik tidak hanya menyasar konsumen kelas atas.

Salah satunya Volkswagen yang memperluas portofolio kendaraan listrik melalui sejumlah model baru, termasuk versi listrik penuh dari Polo.

Strategi tersebut sekaligus membantu Volkswagen Group memperkecil kesenjangan dalam memenuhi target emisi Uni Eropa dan menghindari potensi denda.

Baca Juga: SPMB PKN STAN 2026 Tanpa Wawancara, Ini Materi Tes Terbarunya

Perkembangan ini menunjukkan bahwa persaingan industri EV kini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga bagaimana produsen menghadirkan kendaraan listrik yang lebih mudah dijangkau konsumen.

Pabrikan Eropa Masih Mendominasi

Di tengah derasnya ekspansi kendaraan listrik, produsen otomotif Eropa masih menjadi pemain dominan dalam jumlah model yang tersedia di pasar.

T&E mencatat produsen Eropa menguasai hampir 60 persen model EV yang tersedia di pasar Eropa.

Pada semester pertama 2026 saja, produsen Eropa menambahkan 16 model kendaraan listrik baru.

Baca Juga: Sempat Hujan, Warga Antusias Nobar Final Indonesia vs Thailand di Balai Kota Bogor

Sementara itu, produsen asal China menguasai sekitar 21 persen dari model EV yang tersedia di pasar Eropa. Pabrikan China juga menambahkan 11 model baru pada periode yang sama.

Semakin banyaknya model dari berbagai produsen membuat konsumen memiliki pilihan yang lebih luas, baik berdasarkan harga maupun jenis kendaraan.

Harga BBM Ikut Dorong Minat ke Mobil Listrik

Pertumbuhan EV di Eropa juga berlangsung di tengah perubahan biaya penggunaan kendaraan bermesin pembakaran internal.

Menurut laporan tersebut, kenaikan harga bahan bakar turut berpotensi mendorong konsumen beralih ke kendaraan listrik.

Baca Juga: Jangan Asal Beli Mobil Bekas, Cek 3 Bagian Ban Ini untuk Tahu Kondisinya

Harga diesel disebut mengalami kenaikan sekitar 38 persen sejak perang Iran dimulai. Dengan kapasitas tangki 50 liter, biaya pengisian bahan bakar disebut kini sekitar 30 euro atau sekitar US$34 lebih mahal dibandingkan sebelumnya.

Kondisi tersebut semakin membuat kendaraan listrik menarik dari sisi biaya operasional, terutama ketika harga model EV mulai semakin kompetitif dan pilihannya terus bertambah.

Dengan penjualan mencapai 1,64 juta unit hanya dalam delapan bulan, pasar kendaraan listrik Eropa menunjukkan bahwa adopsi EV semakin meluas.

Tren tersebut sekaligus menjadi sinyal bagi produsen otomotif untuk terus memperbanyak model listrik dengan harga yang lebih terjangkau demi memenuhi target emisi sekaligus mempertahankan daya saing di pasar Eropa.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
penjualan mobil listrik eropa