RADAR BOGOR – Perjalanan luar kota menggunakan mobil listrik (Electric Vehicle/EV) membutuhkan persiapan yang lebih matang.
Bukan hanya memastikan kondisi kendaraan, pemilik mobil listrik juga perlu memperhitungkan konsumsi baterai, gaya berkendara, hingga lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang perjalanan.
Saat ini, penggunaan mobil listrik untuk perjalanan jarak jauh mulai semakin umum dilakukan masyarakat.
Bertambahnya jumlah SPKLU di berbagai daerah turut membuat mobil listrik semakin mudah digunakan untuk bepergian ke luar kota.
Meski demikian, perjalanan jauh dengan mobil listrik tidak bisa dilakukan dengan perhitungan yang sama seperti mobil berbahan bakar bensin.
Pengemudi perlu mengetahui kemampuan baterai secara realistis dan menyesuaikannya dengan kondisi perjalanan.
Baca Juga: Liburan ke Bandung? Ada Apartemen Pastel Cutesy di Setiabudi, Fasilitasnya Bikin Betah
Terlebih, konsumsi daya mobil listrik ketika melaju di jalan tol dengan kecepatan tinggi dapat berbeda dibandingkan saat digunakan di dalam kota.
Melansir ulasan edukasi dari kanal YouTube Dul Teknik, terdapat sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan pemilik mobil listrik sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Berikut tips perjalanan jauh menggunakan mobil listrik yang perlu dipahami:
1. Ketahui Konsumsi Baterai Berdasarkan Persentase
Jangan hanya mengandalkan angka jarak tempuh maksimal yang tercantum dalam brosur atau spesifikasi kendaraan.
Konsumsi energi mobil listrik dapat berubah tergantung kondisi jalan dan gaya berkendara.
Saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi secara konstan di jalan tol, penggunaan baterai umumnya menjadi lebih besar dibandingkan ketika berkendara di dalam kota.
Karena itu, pengemudi sebaiknya memahami konsumsi baterai kendaraannya dengan menggunakan perhitungan sederhana berdasarkan persentase State of Charge (SOC).
Salah satu patokan yang bisa digunakan adalah mengetahui berapa kilometer jarak yang mampu ditempuh mobil untuk setiap 1 persen baterai.
Sebagai contoh, apabila 1 persen baterai mampu digunakan untuk menempuh jarak sekitar 3 kilometer di jalan tol, maka baterai dengan kapasitas tersisa 50 persen secara teori dapat digunakan untuk perjalanan sekitar 150 kilometer.
Perhitungan seperti ini dapat membantu pengemudi memperkirakan kapan harus mencari SPKLU tanpa hanya bergantung pada angka jarak tempuh yang ditampilkan kendaraan.
2. Jangan Tunggu Baterai Hampir Habis untuk Mencari SPKLU
Pengemudi mobil listrik juga perlu menentukan batas aman sebelum melakukan pengisian daya.
Baca Juga: Gunung Putri Bogor Berjuang Rebut Juara Satu Desa Berprestasi Tingkat Nasional 2026
Sebaiknya jangan membiasakan diri menguras baterai hingga mendekati angka 0 persen, terutama ketika kendaraan digunakan di jalan tol atau dalam perjalanan luar kota.
Batas aman untuk mulai mencari SPKLU dapat ditetapkan ketika indikator baterai berada di sekitar 20 persen.
Ketika kapasitas baterai sudah berada di bawah 20 persen, pengemudi disarankan mengurangi gaya berkendara agresif.
Hindari pula menginjak pedal akselerator terlalu dalam karena kondisi tersebut dapat membuat suhu baterai meningkat.
Dengan menyisakan cadangan daya, pengemudi juga memiliki ruang lebih aman apabila lokasi SPKLU yang dituju ternyata penuh atau harus ditempuh lebih jauh dari perkiraan.
3. Isi Baterai hingga 100 Persen Secara Berkala
Ada anggapan bahwa baterai mobil listrik tidak boleh diisi hingga 100 persen. Namun, menurut ulasan tersebut, pengisian penuh tetap diperlukan secara berkala.
Pengisian baterai hingga 100 persen dapat dilakukan, misalnya setiap dua minggu atau satu bulan sekali.
Tujuannya bukan sekadar mendapatkan kapasitas daya maksimal, tetapi juga membantu proses kalibrasi atau reset kolometer, yakni sistem yang digunakan untuk menghitung energi baterai.
Kalibrasi tersebut diperlukan agar informasi persentase kapasitas baterai yang ditampilkan pada layar dasbor tetap akurat.
Dengan demikian, risiko indikator baterai mengalami pembacaan yang tidak sesuai atau tiba-tiba turun hingga angka nol ketika kendaraan digunakan dapat diminimalkan.
Baca Juga: Pedal Persneling Motor Tiba-Tiba Lemas dan Tak Kembali? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
4. Gunakan Trip Planner dan Sesuaikan dengan Waktu Istirahat
Perencanaan rute menjadi bagian penting dalam perjalanan jauh menggunakan mobil listrik.
Pemilik kendaraan dapat memanfaatkan fitur Trip Planner, termasuk melalui aplikasi seperti PLN Mobile, untuk mengetahui persebaran SPKLU yang tersedia di sepanjang jalur perjalanan.
Selain menentukan lokasi pengisian, waktu charging juga sebaiknya disesuaikan dengan jadwal istirahat pengemudi.
Pengisian daya dapat dilakukan ketika pengemudi memang sedang berhenti untuk makan siang, menunaikan salat, atau beristirahat di rest area.
Cara tersebut dinilai lebih efisien dibandingkan sengaja menghentikan perjalanan hanya untuk menunggu baterai terisi.
Dengan perencanaan yang matang, perjalanan luar kota menggunakan mobil listrik dapat dilakukan dengan lebih tenang dan nyaman.
Baca Juga: Puluhan Bangunan Peternakan Ayam di Leuwiliang Bogor Disegel Satpol PP
Pengemudi tidak hanya perlu memperhitungkan jarak tujuan, tetapi juga memahami konsumsi baterai, menentukan batas aman pengisian, melakukan kalibrasi secara berkala, serta mengetahui lokasi SPKLU di sepanjang rute.
Perhitungan tersebut menjadi kunci agar perjalanan jauh menggunakan mobil listrik tetap aman, nyaman, dan menyenangkan. (Adi/Boash)
Editor : Yosep Awaludin