RADAR BOGOR - Pada era 2000-an, nama mobil Mazda belum terlalu populer di Indonesia karena lini produknya rata-rata berharga mahal, seperti Mazda Tribute, CX-7, CX-9, dan Premacy.
Situasinya berubah sekitar 2009, ketika Mazda menghadirkan hatchback dengan harga terjangkau, fitur lengkap, dan desain keren. Mobil itu adalah Mazda 2 hatchback generasi non Skyactiv.
Artikel ini membahas sejarah, desain, mesin, interior, dan kenyamanan berkendaranya, serta apakah mobil ini masih layak dipertimbangkan.
Baca Juga: Mau Perjalanan Jauh Naik Mobil? Cek 8 Komponen Ini Sebelum Berangkat agar Tak Mogok
Sejarah Singkat Mazda 2 Non Skyactiv
Mazda 2 berbasis Mazda Demio, mini MPV yang pertama kali muncul pada 1996. Di pasar global, mobil ini sempat diekspor dengan nama Mazda 121.
Nama Mazda 2 baru dipakai untuk pasar ekspor setelah facelift pada 2002. Bentuknya masih mengotak ala mini MPV, tetapi proporsinya lebih enak dilihat.
Versi hatchback diperkenalkan Mazda untuk pasar global pada 2007. Di Indonesia, mobil ini masuk sekitar 2009 sebagai pesaing Honda Jazz, Toyota Yaris, dan Suzuki Swift. Sambutannya sangat baik, bahkan pembeliannya sempat harus inden.
Baca Juga: Pedal Persneling Motor Tiba-Tiba Lemas dan Tak Kembali? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Pilihan Tipe
Pada awal kemunculan, hanya ada dua tipe:
- Tipe S (paling dasar)
- Tipe R (versi lebih mewah)
Baca Juga: Honda HRC Pakai Livery Red Bull di MotoGP 2027, Tampilannya Mirip KTM?
Setelah facelift pada 2012, tipenya berubah menjadi V, Sport, dan RZ sebagai tipe tertinggi. Mulai 2014, Mazda 2 memasuki era Skyactiv dengan bahasa desain Kodo.
Berdasarkan pembahasan di video YouTube Wahyu Ekoo, penjualan Mazda di Indonesia dihentikan pada Februari 2026 karena Mazda lebih fokus pada segmen compact SUV dan crossover.
Desain Eksterior
Baca Juga: Mika Lampu Kabut Mitsubishi Panther Pecah? Ini Cara Memperbaikinya
Mazda 2 non Skyactiv belum memakai bahasa desain Kodo. Generasi ini mengusung desain Nagare yang berarti aliran, sehingga lekuk bodinya terlihat halus dan membulat.
Mobil ini juga masih dikembangkan pada masa Ford memegang saham mayoritas Mazda, sehingga platformnya sama dengan Ford Fiesta, meski tampilannya tidak mirip.
Dimensinya tergolong kompak di kelasnya:
Baca Juga: Mika Lampu Kabut Mitsubishi Panther Pecah? Ini Cara Memperbaikinya
Panjang: sekitar 3,9 meter
Lebar: sekitar 1,7 meter
Tinggi: sekitar 1,4 meter
Wheelbase: sekitar 2,4 meter
Baca Juga: Jangan Asal Pasang, Ini Cara Pasang Blok Piston dan Head Yamaha Vixion yang Benar
Perbedaan antartipe tampak pada detail eksterior:
- Tipe S: paling polos, tanpa body kit di bumper atau samping dan tanpa fog lamp.
- Tipe R atau Sport: sudah memiliki fog lamp dan semacam body kit di bagian bawah.
- Tipe RZ: headlamp sudah projector dan dilengkapi keyless entry.
Baca Juga: Mesin Yamaha RX-King Bunyi Kasar dan Loyo? Ini Bagian yang Wajib Dicek Warga Bogor
Gagang pintunya memakai model tarik, atap dibuat agak landai di bagian belakang, dan tipe atas dilengkapi roof spoiler. Kaca belakang punya wiper dan rear defogger.
Salah satu hal unik adalah pembuka bagasi yang memakai tombol, bentuknya sekilas mirip sensor parkir.
Mesin dan Konsumsi BBM
Di Indonesia, Mazda 2 generasi ini hanya tersedia dengan satu pilihan mesin, yaitu MZR DOHC 4 silinder:
Baca Juga: Tarikan Mobil Terasa Berat dan Boros BBM? 5 Cara Ini Wajib Dicoba Warga Bogor
Tenaga: 103 hp pada 6.000 rpm
Torsi: 135 Nm pada 4.000 rpm
Transmisi: manual 5 percepatan atau otomatis 4 percepatan
Meski belum memakai teknologi Skyactiv, mesinnya tergolong irit. Untuk penggunaan harian, konsumsi BBM sekitar 1:12 km/liter, dan untuk luar kota bisa sekitar 1:14 km/liter.
Soal perawatan, mobil ini tidak semurah mobil Jepang lain seperti Suzuki, Honda, atau Toyota. Namun, dibandingkan Ford Fiesta, perawatannya lebih masuk akal dan lebih cocok dengan iklim Indonesia.
Baca Juga: Setang Motor Goyang dan Seret? Warga Bogor Wajib Tahu 3 Ciri Komstir Rusak
Interior dan Fitur
Material dashboard masih memakai plastik keras, tetapi desainnya cukup bagus dan kualitasnya terasa kokoh. Perbedaan fitur antartipe dan antarperiode produksi antara lain:
Head unit: model awal memakai head unit biasa, sedangkan banyak model facelift sudah memakai head unit monitor karena Mazda memberikan bonus saat pembelian. Beberapa tipe bawah seperti V masih memakai head unit lama.
AC: tipe RZ keluaran akhir sudah memakai auto climate control, sedangkan tipe lain masih memakai knop putar.
Baca Juga: House Kopling Motor Oblak Bikin Tenaga Loyo? Warga Bogor Wajib Kenali Gejala dan Solusinya
Setir: tipe S keluaran awal belum punya audio control, tipe lainnya sudah.
Jok: trim atas memakai kulit, sisanya kain.
Fitur lain yang umum antara lain setir tilt (belum telescopic), jok pengemudi bisa diatur tinggi, power window, serta spion elektrik yang bisa dilipat.
Tuas transmisi menempel di dashboard seperti mobil van sehingga area tengah lebih lega, dengan cup holder, power outlet, dan aux in. Glove box-nya juga unik karena bagian atasnya terbuka.
Baca Juga: Motor Bermasalah? Warga Bogor Wajib Paham Istilah Bengkel Ini Sebelum Servis
Baris kedua cukup nyaman, tetapi legroom dan headroom tidak terlalu luas, ruang penyimpanan minim, dan pintunya tidak punya side pocket. Bagasinya juga tergolong kecil di kelasnya, tetapi jok kedua bisa dilipat meski tidak rata.
Untuk keselamatan, mobil ini sudah dilengkapi ABS dan BA. Airbag depan tersedia, tetapi tipe S hanya punya single airbag, sedangkan tipe lain sudah dual airbag.
Rasa Berkendara
Dibanding Honda Jazz dan Toyota Yaris, karakter berkendara Mazda 2 berada di tengah-tengah.
Baca Juga: Mobil Karburator Brebet dan Susah Starter? Warga Bogor Wajib Cek 3 Bagian Ini
Suspensinya agak kaku tetapi masih cukup empuk. Karena platformnya berbasis Ford Fiesta, pengendaliannya sangat baik dengan setir yang terasa pas, tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan.
Visibilitasnya disebut lebih baik daripada Honda Jazz karena kap mesin tidak terlalu jauh, posisi mengemudi nyaman, dan semua kontrol mudah dijangkau. Ukurannya yang kompak juga memudahkan melewati gang kecil.
Kekedapan kabinnya tidak sebaik Ford Fiesta, tetapi suara dari luar masih dalam batas wajar. Kekurangan utama hanyalah baris kedua yang agak sempit.
Harga Bekas dan Pajak
Baca Juga: Baterai Mobil Listrik 0 Persen, Apakah Benar-Benar Habis? Ini yang Terjadi
Harga pasaran Mazda 2 generasi ini disebut sekitar Rp60 jutaan. Pajak tahunannya sekitar Rp2 sampai 3 jutaan, bergantung pada tahun, daerah, dan kepemilikan.
Mazda 2 non Skyactiv menjadi favorit pada masanya karena desainnya bagus dan fiturnya cukup lengkap. Sampai sekarang desainnya masih terlihat modern dan timeless.
Mobil ini layak jadi alternatif bagi yang mencari hatchback bergaya Eropa atau Amerika tetapi dengan perawatan selayaknya mobil Jepang, selama bisa menerima kabin belakang yang sempit dan bagasi yang kecil.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Wahyu Ekoo