RADAR BOGOR - Hyundai Tucson generasi kedua adalah mobil compact crossover yang kurang populer di Indonesia karena bentuknya dianggap kurang menarik.
Padahal mobil ini punya sejumlah fitur kelas atas yang tidak dimiliki pesaingnya, dan harga bekasnya kini sangat menarik.
Berikut ulasan sejarah, desain, mesin, interior, kenyamanan, dan harga mobil Hyundai Tucson generasi kedua, serta apakah mobil ini masih layak jadi mobil harian di tahun 2026.
Baca Juga: Jangan Asal Jalan! Ini 4 Tips Bawa Mobil Listrik ke Luar Kota
Sejarah Singkat Hyundai Tucson
Hyundai Tucson sudah hadir di Indonesia sejak 2005, tetapi popularitasnya kurang baik karena desainnya sulit bersaing dengan Honda CR-V, Suzuki Vitara, maupun Nissan X-Trail.
Generasi kedua yang muncul pada 2010 membawa bahasa desain fluidic sculpture yang terlihat lebih futuristis dan sporty. Namun, tidak semua orang menyukai desainnya sehingga nasibnya masih tidak sebaik mobil-mobil Jepang.
Generasi ketiga pada 2016 mulai diincar berkat varian diesel common rail direct injection yang kencang dan irit. Generasi keempat pada 2024 tampil dengan desain sangat modern dan teknologi hybrid.
Baca Juga: Jelang Porprov 2026, Begini Cara Atlet Tinju Kota Bogor Jaga Stamina
Desain Eksterior
Meski usianya sudah tidak muda, bentuk Tucson generasi kedua masih terlihat cukup modern. Hal ini wajar karena desainernya adalah mantan desainer BMW.
Desain depannya mungkin terasa agak aneh pada awalnya, tetapi cenderung menarik setelah terbiasa melihatnya.
Pilihan tipenya adalah:
Baca Juga: Honda Prelude 2026 Laris Manis, Ini Kelebihan dan Kekurangannya Setelah 4 Bulan Dipakai
GLS: satu-satunya tipe saat pertama kali rilis pada 2010.
GLS dan XG: setelah improvement pada 2012.
Perbedaan antartahun produksi:
- Keluaran awal 2010: warna dua tone dengan side molding hitam di bagian bawah.
- Keluaran 2012: warna satu tone dengan side molding sewarna bodi.
- Keluaran 2014 (facelift): lampu depan memakai projector dan grill berubah.
Baca Juga: Mitsubishi Grandis, Mobil MPV 7 Seater Mewah yang Kini Murah
Dimensinya kompak, dengan panjang sekitar 4,4 meter, lebar 1,8 meter, tinggi 1,6 meter, dan wheelbase 2,6 meter.
Bagian belakangnya dibuat agak landai, mengingatkan pada Honda CR-V generasi ketiga. Fitur eksterior belakangnya cukup lengkap untuk tahunnya:
- Wiper dan defogger kaca belakang
- Spoiler dengan high mount stop lamp
- Sensor parkir belakang
- Kamera mundur pada tipe XG
Baca Juga: Mau Perjalanan Jauh Naik Mobil? Cek 8 Komponen Ini Sebelum Berangkat agar Tak Mogok
Mesin dan Transmisi
Hyundai Tucson di Indonesia tersedia dengan dua pilihan mesin 2.000 cc:
Keluaran 2010 sampai 2013: mesin Theta II dual CVVT 4 silinder dengan basis yang sama dengan Mitsubishi Outlander Sport. Tenaganya sekitar 164 hp dan torsi 197 Nm.
Keluaran 2014 ke atas (facelift): mesin Nu 2.0 MPI D-CVVT. Tenaganya sedikit turun menjadi sekitar 158 hp dan torsi 192 Nm, tetapi diklaim lebih responsif di putaran bawah sehingga nyaman untuk stop and go di perkotaan.
Baca Juga: Pedal Persneling Motor Tiba-Tiba Lemas dan Tak Kembali? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Bagi yang menginginkan tenaga lebih besar dan tidak mau repot mencari suku cadang, versi pra-facelift bisa jadi pilihan. Transmisi umumnya otomatis konvensional 6 percepatan dengan Tiptronic, dan penggeraknya roda depan.
Interior Futuristis dan Fitur Lengkap
Interior adalah nilai jual utama Tucson generasi kedua. Desain dashboardnya tergolong futuristis untuk tahunnya dan masih terlihat modern hingga sekarang. Tipe XG bahkan dilengkapi panoramic sunroof.
Baca Juga: Honda HRC Pakai Livery Red Bull di MotoGP 2027, Tampilannya Mirip KTM?
Warna interior versi awal khas Hyundai, yaitu cokelat tua dikombinasikan beige dengan aksen krom. Sayangnya, versi facelift 2014 ke atas berubah menjadi hitam sehingga terlihat kurang spesial.
Fitur yang tersedia antara lain:
- Power window auto di sisi pengemudi, central lock, window lock, dan spion elektrik
- Enam speaker, dan tujuh speaker plus subwoofer pada tipe XG
- Setir tilt dengan audio steering switch
- Instrumen cluster Optitron dengan layar informasi (MID)
- Head unit model lama yang agak rumit jika ingin diganti ke double din touchscreen
- AC dengan tombol dan putaran yang mudah dioperasikan saat mengemudi
- Laci di sisi kiri dengan soft opening dan banyak cup holder di setiap pintu
- Banyak power outlet, termasuk di bagasi
Baca Juga: Mika Lampu Kabut Mitsubishi Panther Pecah? Ini Cara Memperbaikinya
Jok depan sangat nyaman, dan kenyamanan baris kedua disebut bisa diadu dengan Honda CR-V di tahun yang sama. Bagasinya luas, dan jok baris kedua bisa dilipat hingga rata dengan lantai.
Rasa Berkendara
Di antara CR-V, X-Trail, dan Outlander Sport, Tucson disebut berada di posisi kedua dalam hal kenyamanan, di bawah CR-V.
Posisi mengemudi nyaman dan jok menopang badan dengan baik. Visibilitasnya agak terbatas karena posisi duduk rendah dan kaca landai, tetapi masih wajar. Suspensinya nyaman dan kekedapan kabinnya termasuk salah satu yang terbaik di kelasnya.
Baca Juga: Mesin Yamaha RX-King Bunyi Kasar dan Loyo? Ini Bagian yang Wajib Dicek Warga Bogor
Versi pra-facelift belum memakai power steering elektrik sehingga setir terasa agak berat di kecepatan rendah. Jika ingin setir lebih ringan, pilih versi facelift.
Fitur Keselamatan
- Fitur keselamatannya masih tergolong minim:
- Airbag depan
- Rem cakram depan dan belakang dengan ABS
- Sensor parkir belakang
- Belum ada stability control maupun hill start assist
Baca Juga: Jangan Asal Pasang, Ini Cara Pasang Blok Piston dan Head Yamaha Vixion yang Benar
Kondisi ini masih cukup wajar untuk mobil di tahun dan kisaran harganya.
Harga Bekas dan Pajak
Harga Tucson generasi kedua sekarang menarik. Versi awal tipe bawah umumnya sudah berada di bawah kisaran Rp100 jutaan.
Sementara tipe XG dengan panoramic sunroof atau versi facelift 2014 ke atas masih di kisaran Rp110 sampai 120 jutaan, sedikit lebih murah daripada Honda CR-V. Pajak tahunan sekitar Rp3 sampai 4 jutaan, bergantung pada tahun, daerah, dan kepemilikan.
Baca Juga: Tarikan Mobil Terasa Berat dan Boros BBM? 5 Cara Ini Wajib Dicoba Warga Bogor
Hyundai Tucson generasi kedua masih sangat layak dipertimbangkan sebagai mobil harian, terutama bagi yang bosan dengan mobil Jepang seperti CR-V.
Rasa berkendara dan kenyamanan baris belakangnya masih baik, dan mesinnya cukup andal.
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah suku cadang eksterior dan interior yang agak sulit dicari jika rusak, sehingga sebaiknya pilih unit dengan kondisi yang benar-benar sehat.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Wahyu Ekoo