Aki Mobil Cepat Soak? Warga Bogor Wajib Hindari Kebiasaan Ini

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 16:22 WIB
Pengecekan Aki mobil (YouTube tips otomotif channel)
Pengecekan Aki mobil (YouTube tips otomotif channel)

RADAR BOGOR - Aki mobil bisa bertahan bertahun-tahun, tetapi kebiasaan pemilik kendaraan sehari-hari sangat menentukan usia pakainya. 

Bagi warga Bogor yang mengandalkan mobil untuk aktivitas harian, membiarkan mobil terlalu lama diam, sering melakukan perjalanan sangat pendek, hingga menggunakan aksesori saat mesin mati dapat membuat aki lebih cepat melemah dan meningkatkan risiko mobil sulit distarter.

Jangan Biarkan Mobil Terlalu Lama Diam

Dilansir dari kanal YouTube tips otomotif channel, salah satu kebiasaan yang dapat mempercepat penurunan kondisi aki adalah membiarkan mobil terlalu lama tidak digunakan. 

Baca Juga: Roller CVT Motor Terlalu Ringan atau Berat? Warga Bogor Perlu Tahu Efeknya

Meski mesin mati, sejumlah sistem kendaraan seperti alarm, ECU, dan memori elektronik tetap membutuhkan daya dalam jumlah kecil.

Jika berlangsung lama, daya aki akan terus berkurang. Karena itu, mobil yang jarang digunakan tetap perlu mendapatkan perhatian. 

Penggunaan mobil secara berkala selama sekitar 15–20 menit disebut sebagai salah satu cara menjaga proses pengisian tetap berlangsung.

Baca Juga: Ini Penyebab TPG Belum Cair Oktober 2026 Meski Info GTK Valid 

Terminal Aki Kotor Bisa Ganggu Kelistrikan

Kerak dan korosi pada terminal aki juga tidak boleh dianggap sepele. Kotoran tersebut dapat menghambat aliran listrik dan membuat proses pengisian maupun penyaluran daya menjadi kurang optimal.

Pemeriksaan terminal secara berkala menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan pemilik mobil. 

Jika ditemukan kerak atau korosi, bagian tersebut perlu dibersihkan dengan prosedur yang aman agar sambungan listrik kembali baik.

Baca Juga: 160 Becak Listrik Hadir di Kota Bogor, Pengamat Usul Jadi Transportasi Wisata

Perjalanan Pendek Terus-Menerus Bisa Membebani Aki

Kebiasaan menggunakan mobil hanya untuk perjalanan sangat singkat juga perlu diperhatikan. Ketika mesin dinyalakan, motor starter membutuhkan energi cukup besar dari aki.

Jika mobil langsung dimatikan setelah perjalanan beberapa menit, alternator belum tentu memiliki waktu yang cukup untuk mengembalikan energi yang telah digunakan. Kondisi tersebut, jika berulang, dapat membuat aki sering berada dalam keadaan kurang terisi.

Bagi warga Bogor yang menggunakan mobil untuk perjalanan pendek dari rumah ke tempat tujuan, kondisi ini patut diperhatikan. 

Baca Juga: Gigi Motor Sulit Pindah? Bisa Jadi Pegas Kecil Ini Bermasalah

Sesekali kendaraan perlu digunakan dalam perjalanan yang lebih panjang agar sistem pengisian dapat bekerja secara optimal.

Jangan Langsung Ganti Aki Sebelum Cek Alternator

Aki bukan satu-satunya komponen yang menentukan kesehatan sistem kelistrikan mobil. Alternator memiliki peran penting dalam mengisi kembali energi aki ketika mesin hidup.

Jika starter mulai terasa berat atau lampu kendaraan terlihat lebih redup, pemeriksaan sistem pengisian sebaiknya dilakukan. 

Baca Juga: Warga Bogor, Ini Cara Cek Koil Motor Injeksi Masih Bagus atau Sudah Lemah

Mengganti aki baru tanpa mengetahui kondisi alternator justru berisiko membuat masalah kembali muncul.

Aksesori dan Dudukan Aki Juga Perlu Diperhatikan

Penggunaan audio, lampu, atau perangkat elektronik ketika mesin mati dapat menguras energi aki. 

Karena itu, aksesori listrik sebaiknya digunakan ketika mesin hidup agar kebutuhan daya turut dibantu oleh sistem pengisian.

Baca Juga: Koffietiam Tiantang Blok M, Kopitiam Heritage dengan Mie Kari Ayam yang Menggugah Selera

Selain itu, pastikan aki terpasang kuat pada dudukannya. Aki yang longgar dapat mengalami getaran berlebihan selama mobil berjalan dan berpotensi mempercepat kerusakan.

Aki Jangan Terlalu Sering Dalam Kondisi Lemah

Hal terpenting adalah menghindari aki terlalu sering berada dalam kondisi kurang terisi. Kondisi tersebut dapat mempercepat terjadinya sulfatasi yang membuat kemampuan aki menyimpan energi menurun.

Bagi mobil yang jarang digunakan dan lebih banyak terparkir di garasi, penggunaan battery maintainer atau charger pintar dapat menjadi alternatif untuk menjaga kondisi aki. 

Baca Juga: Siap-siap, 600 Ribu ASN Bakal Di-profiling Lewat Tes Ini

Dengan perawatan yang tepat, risiko aki tiba-tiba soak dan mobil gagal distarter dapat dikurangi.

Merawat aki mobil tidak hanya berarti menggantinya ketika sudah soak. Perawatan sederhana dapat membantu mencegah biaya penggantian aki sebelum waktunya dan mengurangi risiko mobil mogok saat dibutuhkan.***

Editor : Asep Suhendar
Sumber : youtube tips otomotif channel
aki mobil Cara merawat aki mobil bogor mobil