Motor Manual Brebet Setelah Dicuci? Bisa Jadi Tutup Busi Bocor, Ini Penyebabnya

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 10:20 WIB
Illustrasi tutup busi pada mesin motor manual. (Foto: Google)
Illustrasi tutup busi pada mesin motor manual. (Foto: Google)

RADAR BOGOR – Motor manual yang tiba-tiba brebet atau kehilangan tenaga setelah dicuci tidak selalu disebabkan karburator kemasukan air.

Gangguan tersebut bisa muncul akibat masalah pada sistem pengapian, khususnya kebocoran arus di bagian tutup busi pada motor manual.

Kondisi ini biasanya terasa ketika selongsong gas diputar. Mesin menjadi tersendat, tenaga berkurang, bahkan seperti akan mati.

Jika dibiarkan, motor manual berpotensi mogok, terutama ketika kembali digunakan saat hujan atau melewati area yang basah.

Melansir ulasan dari kanal YouTube Sakura Motor Channel, salah satu penyebab motor brebet setelah dicuci adalah kebocoran arus pada tutup busi atau spark plug cap.

Berikut sejumlah penyebab dan tanda yang perlu diperhatikan.

1. Air di Sekitar Busi Bisa Memicu Kebocoran Arus

Baca Juga: Cari Wisata Keluarga di Bogor? Alam Ngariung Tamansari Punya Banyak Aktivitas Seru

Ketika motor dicuci, air dapat masuk ke celah-celah sempit di sekitar kepala silinder.

Salah satu area yang perlu diperhatikan adalah bagian leher busi karena air bisa tertahan di lokasi tersebut.

Air yang menggenang atau menempel di sekitar tutup busi dapat menjadi jalur bagi arus listrik tegangan tinggi untuk merambat.

Dalam kondisi normal, listrik dari koil seharusnya mengalir menuju busi untuk menghasilkan percikan api pada elektroda. Namun, ketika terjadi kebocoran, arus justru dapat melompat menuju blok mesin.

Akibatnya, energi listrik yang seharusnya digunakan untuk menghasilkan percikan api di busi menjadi terbuang. Percikan yang dihasilkan pun melemah atau bahkan tidak muncul.

2. Muncul Percikan Api Biru di Sekitar Tutup Busi

Kebocoran arus pada tutup busi sebenarnya dapat dikenali melalui tanda visual. Pemeriksaan bisa dilakukan dengan menghidupkan mesin di tempat yang gelap atau teduh.

Apabila terjadi kebocoran, biasanya terlihat percikan atau kilatan berwarna biru yang melompat dari bagian tutup busi menuju permukaan mesin.

Pada kondisi yang lebih parah, kebocoran tersebut juga dapat menimbulkan suara seperti “cetak-cetek” yang terdengar cepat mengikuti putaran mesin.

Suara tersebut menjadi indikasi bahwa arus listrik terus mencari jalur ke ground. Sementara itu, listrik yang seharusnya mencapai busi tidak bekerja secara optimal sehingga proses pembakaran di ruang mesin terganggu.

3. Karet Tutup Busi Getas dan Kabel Koil Berkarat

Baca Juga: Borneo FC Tahan Buriram, Grup A ASEAN Club Championship Makin Ketat

Salah satu penyebab tutup busi mengalami kebocoran adalah kondisi karet pelindung yang sudah tidak baik.

Seiring pemakaian, karet tersebut terus terkena panas dari mesin. Akibatnya, material bisa kehilangan elastisitas, mengeras, retak, hingga robek.

Kondisi tersebut membuat perlindungan terhadap air semakin berkurang. Air pun lebih mudah masuk ke bagian dalam tutup busi dan mengganggu sistem pengapian.

Selain karet, bagian sambungan antara kabel koil dan tutup busi juga perlu diperiksa. Kelembapan yang terperangkap di area tersebut dapat menyebabkan munculnya karat.

Karat pada sambungan kabel berpotensi membuat koneksi menjadi longgar sekaligus menghambat aliran listrik. Akibatnya, pengapian motor menjadi tidak stabil.

4. Pengapian Lemah Membuat Mesin Brebet

Ketika sebagian arus listrik justru bocor menuju blok mesin, percikan api pada elektroda busi menjadi lebih lemah.

Kondisi tersebut membuat campuran bensin dan udara di ruang bakar tidak terbakar secara optimal. Mesin akhirnya dapat mengalami misfire atau kegagalan pembakaran.

Gejalanya bisa dirasakan ketika motor digunakan. Tarikan terasa berat, tenaga seperti hilang atau ngempos, serta mesin tersendat ketika gas dibuka.

Bahkan ketika motor dikendarai dalam kondisi normal, respons mesin dapat terasa kurang baik akibat proses pembakaran yang tidak sempurna.

Cara Mengatasi Tutup Busi Motor yang Bocor

Untuk menghindari motor manual brebet setelah dicuci, pemeriksaan pada sistem pengapian perlu dilakukan, terutama jika gejala muncul setiap kali motor terkena air. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan.

Baca Juga: Kemendikdasmen Sebut Aturan Tidak Naik Kelas Bisa Berlaku di Tahun 2027

Perawatan tersebut terbilang sederhana, tetapi penting untuk menjaga sistem pengapian motor tetap terlindungi dari air.

Dengan kondisi tutup busi dan sambungan kabel koil yang baik, risiko motor brebet setelah dicuci dapat diminimalkan.

Sistem pengapian juga tetap bekerja optimal ketika motor digunakan dalam kondisi hujan atau jalan yang basah. (Raditya/Boash)

Editor : Yosep Awaludin
busi motor manual karburator