kW vs kWh pada Mobil Listrik, Apa Bedanya? Ini Penjelasan Simpelnya

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 13:28 WIB
Memahami perbedaan kW dan kWh penting bagi pemilik mobil listrik untuk mengetahui kecepatan pengisian daya dan kapasitas baterai. (Foto:1charging.com )
Memahami perbedaan kW dan kWh penting bagi pemilik mobil listrik untuk mengetahui kecepatan pengisian daya dan kapasitas baterai. (Foto:1charging.com)

RADAR BOGOR – Mobil listrik atau electric vehicle (EV) memang memiliki sistem yang lebih sederhana dibandingkan mobil bermesin bensin.

Pengguna mobil listrik tidak perlu melakukan penggantian oli mesin secara rutin atau merawat banyak komponen mekanis seperti pada mobil konvensional.

Meski begitu, pemilik mobil listrik, terutama pengguna baru, mungkin masih bingung dengan berbagai istilah saat melakukan pengisian daya. Beberapa istilah yang sering muncul adalah kW dan kWh.

Dikutip www.duevolt.com, kedua istilah tersebut memiliki arti berbeda. Memahaminya dapat membantu pemilik mobil listrik mengetahui kecepatan pengisian daya, kapasitas baterai hingga memilih charger yang sesuai.

Apa Itu kW pada Mobil Listrik?

kW atau kilowatt merupakan satuan yang digunakan untuk mengukur daya listrik. Dalam pengisian mobil listrik, kW menunjukkan seberapa besar daya yang dapat disalurkan charger ke kendaraan.

Sederhananya, kW bisa dianggap sebagai kecepatan pengisian daya mobil listrik. Contohnya:

Baca Juga: Satu Keluarga di Rumpin Bogor Terjangkit DBD Beruntun, Ditemukan Banyak Sarang Nyamuk

1. Charger 7 kW mengisi baterai dengan daya lebih rendah.
2. Charger 50 kW memiliki kemampuan pengisian lebih cepat.
3. Charger 150 kW mampu memberikan daya lebih besar lagi.

Namun, kecepatan pengisian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan charger. Mobil listrik juga memiliki batas maksimal daya yang dapat diterima.

Apa Itu kWh?

Berbeda dengan kW, kWh atau kilowatt-hour merupakan satuan energi. Pada mobil listrik, kWh biasanya digunakan untuk menunjukkan kapasitas baterai.

Contohnya:

1. Baterai 40 kWh memiliki kapasitas lebih kecil.
2. Baterai 60 kWh memiliki kapasitas lebih besar.
3. Baterai 100 kWh memiliki kapasitas lebih besar lagi.

Semakin besar kapasitas baterai, semakin banyak energi yang dapat disimpan. Dalam kondisi tertentu, kapasitas baterai yang lebih besar juga dapat memberikan jarak tempuh yang lebih jauh.

Agar lebih mudah, jika kW adalah seberapa cepat baterai diisi, maka kWh adalah seberapa besar kapasitas baterainya.

Perbedaan kW dan kWh

Banyak pengguna baru mobil listrik yang masih tertukar antara kW dan kWh. Padahal, keduanya memiliki fungsi berbeda.

Sebagai contoh, sebuah mobil listrik memiliki baterai 60 kWh dan menggunakan charger 7 kW.

Baca Juga: TPG Oktober 2026 Cair, Cek Syarat dan Tahapannya

Artinya, baterai tersebut dapat menyimpan hingga 60 kWh energi, sedangkan charger mampu memberikan daya hingga 7 kW. Secara sederhana, perkiraan waktu pengisian dapat dihitung dengan rumus:

Namun, waktu sebenarnya bisa berbeda karena proses pengisian tidak selalu berlangsung pada daya maksimum.

Intinya, kW menunjukkan daya atau kemampuan pengisian, kWh menunjukkan kapasitas energi baterai, sedangkan volt dan ampere berkaitan dengan tegangan dan arus listrik.

Dengan memahami dasar-dasar tersebut, pemilik mobil listrik dapat lebih mudah membaca spesifikasi kendaraan dan charger, baik saat melakukan pengisian di rumah maupun ketika menggunakan stasiun pengisian umum. (Fauzan Kaifah/MG)

Editor : Yosep Awaludin
sistem KWh mobil listrik