RADAR BOGOR – Baterai bukan satu-satunya faktor yang menentukan seberapa jauh mobil listrik bisa melaju.
Kondisi ban juga ternyata dapat memengaruhi konsumsi energi, terutama ketika ban mobil listrik kurang angin.
Ban yang kurang angin akan lebih banyak mengalami perubahan bentuk ketika berputar dan menyentuh permukaan jalan. Kondisi ini membuat hambatan gulir atau rolling resistance meningkat.
Akibatnya, mobil membutuhkan energi lebih besar untuk terus bergerak. Pada mobil listrik, energi tersebut berasal dari baterai sehingga konsumsi listrik bisa meningkat dan jarak tempuh kendaraan berpotensi berkurang.
Kenapa Ban Kurang Angin Bisa Bikin Mobil Listrik Lebih Boros?
Dikutip dari niradynamics.co, setiap ban akan sedikit berubah bentuk ketika bersentuhan dengan permukaan jalan.
Saat ban berputar, sebagian energi yang digunakan untuk perubahan bentuk tersebut berubah menjadi panas.
Baca Juga: Ditinggal Penghuninya, Rumah di Citeureup Bogor Terbakar Dini Hari, Penyebab Masih Misterius
Ketika ban kurang angin, perubahan bentuk tersebut umumnya menjadi lebih besar. Akibatnya, hambatan yang terjadi ketika ban bergerak juga meningkat.
Sederhananya, mobil harus bekerja lebih keras untuk bergerak ketika ban kurang angin.
Kondisi ini sebenarnya dapat terjadi pada semua kendaraan. Namun, pada mobil listrik, efisiensi energi menjadi sangat penting karena energi untuk menggerakkan kendaraan berasal dari baterai.
Mobil listrik juga umumnya memiliki bobot yang cukup besar karena membawa baterai berkapasitas besar. Karena itu, kondisi ban menjadi salah satu hal yang tidak boleh diabaikan.
Energi yang Terbuang karena Ban Tidak Bisa Dikembalikan
Energi yang hilang akibat hambatan gulir pada ban berubah menjadi panas. Energi tersebut tidak bisa dikembalikan ke baterai melalui sistem pengereman regeneratif.
Berbeda ketika mobil melakukan pengereman dan sistem regenerative braking dapat mengubah sebagian energi gerak menjadi energi listrik.
Karena itu, energi yang terbuang akibat ban kurang angin menjadi salah satu kehilangan energi yang sebenarnya bisa dikurangi.
Ban Bisa Kurang Angin Tanpa Disadari
Ban dapat kehilangan udara secara perlahan seiring waktu. Perubahan suhu lingkungan juga dapat memengaruhi kondisi udara di dalam ban.
Akibatnya, ban bisa menjadi kurang angin meskipun sebelumnya sudah diisi dengan benar.
Baca Juga: Gaikuro Grill Jatibening: Grill dan Suki Mulai Rp30 Ribu
Masalahnya, kondisi ban yang kurang angin tidak selalu langsung terlihat oleh pengemudi.
Dalam beberapa kasus, perbedaannya baru terasa ketika kondisi ban sudah cukup berubah.
Karena itu, pemilik mobil listrik sebaiknya rutin memeriksa kondisi dan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan.
Ada Sistem yang Bisa Mendeteksi Ban Kurang Angin
Mobil modern umumnya sudah dilengkapi Tire Pressure Monitoring System (TPMS).
Sistem ini membantu mendeteksi ketika terjadi kehilangan angin pada ban dan memberikan peringatan kepada pengemudi.
Ada sistem TPMS yang menggunakan sensor khusus di roda untuk mengukur kondisi ban secara langsung.
Ada pula sistem yang bekerja secara tidak langsung dengan memanfaatkan data yang sudah tersedia di kendaraan, seperti perbedaan kecepatan putaran roda.
Ketika terjadi perubahan pada perilaku roda yang mengindikasikan ban kurang angin, sistem dapat memberikan peringatan kepada pengemudi.
Jangan Hanya Fokus pada Baterai
Untuk mendapatkan jarak tempuh maksimal, pemilik mobil listrik tidak cukup hanya memperhatikan kapasitas baterai.
Aerodinamika kendaraan, bobot mobil, gaya berkendara, kondisi jalan, hingga kondisi ban juga dapat memengaruhi penggunaan energi.
Baca Juga: Liburan ke Jatim Park 3 dari Bogor? Ini Rekomendasi 12 Spot dan Itinerary 3 Hari
Karena itu, memastikan ban tidak kurang angin menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan pemilik mobil listrik.
Selain membantu menjaga keselamatan dan performa ban, kondisi ban yang sesuai juga dapat mengurangi energi yang terbuang akibat hambatan gulir.
Jadi, jika ingin mobil listrik lebih efisien, jangan hanya melihat persentase baterai. Pastikan juga ban tidak kurang angin agar energi baterai dapat digunakan secara lebih optimal. (Fauzan Kaifah/MG)
Editor : Yosep Awaludin