Mau Beli Motor Bekas? Warga Bogor Wajib Cek Bagian Ini

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 20:33 WIB
Mesin motor bekas (YouTube HND garage)
Mesin motor bekas (YouTube HND garage)

RADAR BOGOR - Membeli motor bekas tidak cukup hanya melihat tampilan dan harga. 

Dilansir dari kanal YouTube HND Garage, sejumlah bagian penting pada beberapa motor populer disoroti agar calon pembeli tidak mengalami kerugian setelah transaksi. 

Bagi warga Bogor, pemeriksaan kondisi mesin, CVT, sistem pendingin, kelistrikan hingga riwayat perawatan penting dilakukan sebelum membawa pulang motor bekas.

Baca Juga: Viral Aniaya Penjual Sayur dan Rusak Lapak di Bogor, Tersangka Terancam 2,5 Tahun Bui

Cek Mesin dan Sistem Pendingin

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah karakter mesin dan kebutuhan bahan bakarnya. Beberapa motor dengan kompresi tinggi membutuhkan BBM dengan spesifikasi yang sesuai agar performa mesin tetap optimal.

Pada motor 160 cc, sistem pendingin juga perlu diperiksa. Kondisi radiator, coolant dan kemungkinan kebocoran sebaiknya menjadi bagian dari pemeriksaan sebelum membeli.

Calon pembeli juga disarankan melihat kondisi oli. Jangan hanya mengecek apakah oli masih ada, tetapi perhatikan juga kondisi dan riwayat penggantiannya.

Baca Juga: Warga Bogor, Mobil Tua Susah Distarter? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya

Jangan Lupa Periksa CVT

Untuk motor matik, kondisi CVT menjadi salah satu bagian penting yang tidak boleh dilewatkan.

Roller, rumah roller, puli dan komponen CVT lainnya dapat mengalami keausan seiring pemakaian. Gejalanya bisa berupa suara kasar, getaran atau performa akselerasi yang menurun.

Motor yang digunakan intensif, termasuk untuk aktivitas harian di wilayah Bogor dengan lalu lintas padat, membutuhkan perhatian lebih terhadap sektor CVT.

Baca Juga: Warga Bogor, 7 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Mesin Mobil Diesel Cepat Rusak

Motor Lama Perlu Dicek Lebih Teliti

Pada motor yang sudah berumur, pemeriksaan tidak cukup dilakukan pada bodi. Area mesin, kabel, sensor, spul dan komponen pengapian juga perlu diperhatikan.

Khusus beberapa motor lama, kondisi kabel di sekitar bodi dan bawah jok perlu diperiksa karena kabel yang terkelupas berisiko menyebabkan korsleting.

Kondisi cover atau komponen pelindung mesin juga perlu diperhatikan. Komponen yang sudah rapuh atau rusak dapat meningkatkan risiko masuknya kotoran dan memicu masalah pada bagian mesin.

Baca Juga: Terpilih Jadi Ketua SPBUN PTPN I Regional 2, Okky Ferdinal Fuar Soroti Ini

Cek Busi, Klep dan Water Pump

Pada motor matik generasi lama, busi dan kondisi ruang bakar juga perlu diperiksa. Kerak karbon yang berlebihan dapat memengaruhi kerja mesin dan menimbulkan masalah seperti mesin sulit hidup atau mogok.

Sistem pendingin seperti radiator dan water pump juga wajib diperiksa. Kebocoran kecil yang diabaikan dapat berkembang menjadi masalah temperatur mesin.

Sementara pada motor sport, sistem pelumasan perlu mendapat perhatian lebih. Saringan oli dan jalur pelumasan harus dipastikan tidak tersumbat agar komponen bagian atas mesin tetap mendapatkan suplai oli yang memadai.

Baca Juga: Voyah Dream 9, MPV Mewah 571 PS dengan Jarak Tempuh 1.231 Km

Sebelum membeli motor bekas, calon pembeli sebaiknya tidak hanya fokus pada harga murah dan tampilan menarik. Kondisi mesin, CVT, sistem pendingin, kelistrikan, pengapian dan riwayat perawatan justru lebih menentukan biaya yang harus dikeluarkan setelah transaksi.

Bagi warga Bogor, pemeriksaan menyeluruh sebelum membeli motor bekas bisa menjadi langkah penting untuk menghindari biaya perbaikan yang tidak terduga. 

Jika tidak memahami kondisi teknis motor, membawa mekanik atau melakukan inspeksi di bengkel terpercaya dapat menjadi pilihan yang lebih aman.***

Editor : Asep Suhendar
Sumber : youtube HND garage
tips beli motor bekas bogor motor bekas otomotif