RADAR BOGOR - Rem motor mengeluarkan suara berisik seperti decitan atau srek-srek saat tuas ditekan jangan langsung dianggap normal.
Melansir materi di kanal YouTube Pelosok Garage, bunyi tersebut bisa disebabkan kampas rem menipis, kotoran, permukaan kampas mengeras hingga cakram yang tidak rata.
Bagi warga Bogor yang menggunakan motor setiap hari, mengenali penyebab bunyi rem penting untuk menjaga performa pengereman dan keselamatan.
Baca Juga: Saldo KKS Tembus Rp3 Juta, Ini KPM yang Berpeluang Dapat Susulan
1. Kampas Rem Mulai Habis
Kampas rem yang sudah tipis menjadi salah satu penyebab utama rem motor berbunyi. Ketika material kampas habis, bagian penopangnya bisa bergesekan langsung dengan piringan cakram.
Gesekan logam tersebut dapat menghasilkan suara kasar sekaligus merusak permukaan cakram. Karena itu, kampas rem yang sudah terlalu tipis sebaiknya segera diganti.
2. Debu dan Kotoran Menumpuk
Debu kampas, pasir atau kotoran yang masuk ke area pengereman juga dapat menimbulkan bunyi ketika rem digunakan.
Baca Juga: 3 Perubahan Besar Desa Usai UU Satu Data Disahkan, Simak Penjelasan Prof Sofyan Sjaf
Pada rem cakram, area kampas dan piringan perlu dijaga tetap bersih. Pembersihan dapat dilakukan menggunakan cairan pembersih rem yang sesuai dan hindari memberikan pelumas pada permukaan kampas atau cakram.
3. Kampas Rem Mengeras
Pengereman berulang, terutama saat melewati jalan menurun, dapat membuat temperatur kampas meningkat.
Dalam kondisi tertentu, permukaan kampas bisa mengeras dan menjadi licin atau mengalami glazing.
Baca Juga: Update Port FC vs Persib: Hasil Imbang Hiasi Papan Skor Babak Pertama
Selain menimbulkan suara decitan, kondisi tersebut dapat membuat daya cengkeram kampas terhadap cakram berkurang. Jika permukaannya sudah rusak parah, kampas perlu diperiksa dan kemungkinan diganti.
4. Piringan Cakram Tidak Rata
Cakram motor yang aus, tergores dalam atau bergelombang dapat membuat tekanan kampas menjadi tidak merata.
Akibatnya, pengendara bisa merasakan bunyi kasar hingga getaran ketika tuas rem ditekan. Kondisi cakram perlu diperiksa untuk menentukan apakah masih bisa digunakan atau membutuhkan perbaikan maupun penggantian.
Baca Juga: BRMP Bogor Siapkan 100 Peserta Hadapi Transisi ISO 19011:2026
5. Kampas Terkena Air atau Pelumas
Setelah motor terkena hujan atau dicuci, rem terkadang bisa berbunyi karena permukaan cakram masih basah. Biasanya suara tersebut akan hilang setelah rem kembali bekerja dalam kondisi normal.
Namun, jika kampas atau cakram terkena minyak dan pelumas, masalahnya lebih serius. Permukaan rem bisa menjadi licin dan kemampuan pengereman menurun sehingga sumber kontaminasi harus segera ditangani.
Warga Bogor Jangan Abaikan Bunyi Rem
Bunyi rem motor tidak selalu menandakan kerusakan serius, tetapi tetap perlu dicari penyebabnya. Apalagi jika suara disertai getaran, tuas rem terasa berbeda atau daya pengereman berkurang.
Baca Juga: Warga Bogor, Mobil Tua Susah Distarter? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya
Bagi warga Bogor yang menggunakan motor setiap hari, pemeriksaan kampas dan cakram secara berkala penting dilakukan.
Jangan menunggu suara semakin keras karena sistem rem merupakan salah satu komponen utama yang menentukan keselamatan berkendara.***
Editor : Asep SuhendarSumber : YouTube Pelosok Garage