RADAR BOGOR - Mitsubishi Kuda adalah mobil keluarga bernuansa hewan yang masa produksinya singkat tetapi berkesan.
Dibanding saudara-saudaranya seperti Kijang atau Panther, usia produksi mobil Mitsubishi Kuda memang yang paling pendek, hanya sekitar 6 tahun, dari 1999 sampai 2005.
Artikel ini membahas sejarah, desain, mesin, interior, rasa berkendara, dan harga Mitsubishi Kuda, serta apakah mobil ini masih layak dipertimbangkan di tahun 2026.
Baca Juga: Review VW Golf Mk5 GTI Bekas: Harga Rp170 Jutaan tapi Ada Risiko yang Wajib Diwaspadai
Sejarah Singkat Mitsubishi Kuda
Mitsubishi menghadirkan Kuda karena tergiur kesuksesan Kijang dan Panther pada era 1990-an.
Mobil ini dirakit secara lokal bersama Mitsubishi Galant. Di Taiwan dan Tiongkok, mobil ini sudah ada sejak 1997 dengan nama Mitsubishi Freeca.
Saat pertama muncul, Kuda tersedia dengan mesin bensin karburator 1.600 cc dan diesel injeksi tak langsung 2.500 cc. Pilihan tipenya adalah GLX, GLS, dan Super Exceed sebagai tipe termewah, dengan dua pilihan sasis, yaitu wheelbase pendek dan panjang.
Baca Juga: Honda City Type Z, Sedan Murah Sporty yang Masih Layak Dilirik
Mobil ini mengalami dua kali facelift:
- 2002: nama tipe berubah menjadi Deluxe, Diamond, dan Grandia. Pada saat ini juga hadir pilihan mesin bensin 2.000 cc berinjeksi MPI.
- 2004: desain dibuat lebih modern, dan bagian belakang memakai ban serep di pintu.
- Pada 2003 sempat dirilis varian Ralliart edisi terbatas dengan jumlah produksi sangat sedikit. Karena penjualan Kuda dan Galant di Indonesia kurang baik, Mitsubishi menghentikan produksi keduanya untuk berfokus pada kendaraan niaga seperti L300, Colt Diesel, dan Fuso.
Baca Juga: Daihatsu Sirion Generasi Ketiga: City Car Irit dengan Kabin Lega
Meski kurang sukses di Indonesia, Kuda sangat laris di Filipina. Generasi ini dijual di sana hingga 2017, lalu digantikan oleh Mitsubishi Xpander.
Desain Eksterior
Desain Kuda masih sepadan dengan Panther dan Kijang, khas mobil akhir 1990-an hingga awal 2000-an yang masih kotak tetapi sedikit membulat. Bagian depannya memiliki tiga gaya:
Baca Juga: 7 Kesalahan Pemilik Mobil Diesel yang Bikin Mesin Cepat Rusak
Versi awal: mirip Pajero lama tetapi dengan bodi MPV. Lampu depan masih kotak dengan bagian bulat di tengah, dan grill bergaya garis horizontal. Tipe Super Exceed sudah dua tone. Versi awal juga bisa dilengkapi bull bar opsional.
- Facelift 2002: bentuk mirip Kijang Kapsul dengan lampu jauh dan dekat yang terpisah, serta grill terbelah dua seperti BMW.
- Facelift 2004: lampu lebih bulat seperti Avanza awal, dengan grill berlogo Mitsubishi yang besar di tengah.
Baca Juga: Rem Motor Bunyi Berisik Saat Direm? 5 Penyebab Ini Wajib Dicek Warga Bogor
Di samping, Kuda unik karena memiliki varian wheelbase pendek dan panjang. Bedanya, yang diperpanjang bukan baris ketiga, melainkan baris kedua.
Cara membedakannya mudah, yaitu dengan melihat pintunya. Jika pintunya kecil, itu versi wheelbase pendek. Tipe teratas memiliki aksen krom di beberapa bagian, seperti handle pintu dan spion.
Bagian belakang juga berbeda di tiap facelift:
- Pra-facelift: pintu bagasi membuka ke samping.
- Facelift pertama: pintu membuka ke atas.
- Facelift terakhir: pintu membuka ke atas dengan ban serep di belakang. Lampu belakangnya lebih besar dan berada di pilar D, mirip Honda CR-V atau Nissan X-Trail.
Baca Juga: Kampas Kopling New Vixion Habis? 5 Tanda Ini Wajib Diperhatikan Warga Bogor
Fitur eksterior tergolong sederhana, hanya wiper dan spoiler di atas pada beberapa tipe.
Mesin dan Transmisi
Di antara pesaingnya, Kuda memiliki pilihan mesin paling banyak, yaitu tiga:
- Bensin 1.600 cc karburator, kode 4G18, 4 silinder SOHC 8 katup. Tenaga 90 hp pada 5.500 rpm dan torsi 133 Nm pada 4.000 rpm.
- Bensin 2.000 cc MPI, kode 4G63, 4 silinder SOHC 16 katup. Tenaga 144 PS pada 5.500 rpm dan torsi 160 Nm pada 3.000 rpm.
- Diesel 2.500 cc injeksi tak langsung, kode 4D56, 4 silinder SOHC. Tenaga 84 PS pada 4.200 rpm dan torsi 165 Nm pada 2.500 rpm.
Baca Juga: Mau Beli Motor Bekas? Warga Bogor Wajib Cek Bagian Ini
Mesin-mesin ini juga dipakai di mobil Mitsubishi lain seperti Lancer, Eterna, L300, dan Pajero lama, sehingga suku cadangnya masih ada, meski tidak sebanyak Kijang atau Panther dan harganya sedikit lebih mahal.
Transmisi manual 5 percepatan tersedia di semua varian, sedangkan otomatis 4 percepatan hanya untuk versi bensin 2.000 cc.
Penggeraknya roda belakang. Konsumsi BBM bervariasi menurut mesin dan tergolong khas mobil seusianya, alias tidak terlalu irit.
Baca Juga: Mobil Ingin Awet Ratusan Ribu Kilometer? Kebiasaan Ini Wajib Dihindari Warga Bogor
Interior
Kualitas panel setara pesaingnya, dengan plastik keras dan jok serta door trim berbahan kain.
Keunggulan Kuda ada pada laci penyimpanan besar di sisi kiri dashboard. Posisi duduk baris pertama dan kedua cukup lega, dan kursi pengemudi bisa diatur ketinggiannya secara manual. Versi awal juga memiliki armrest terpisah di baris kedua.
Baris ketiga punya dua pilihan:
- Versi awal: kursi menghadap samping sehingga lutut bisa saling bersentuhan.
- Versi lebih baru atau tipe atas: kursi menghadap depan.
Baca Juga: Mau Beli Motor Bekas? Warga Bogor Wajib Cek Bagian Ini
Fitur interior lainnya:
- Power window dan window lock di pintu pengemudi
- Pengaturan spion elektrik di sisi kanan setir, tetapi spion tidak bisa diatur sama sekali di mobil ini
- Instrumen analog dengan informasi cukup lengkap dan indikator RPM bahkan pada tipe terendah
- Empat kisi AC di depan yang bisa dibuka tutup
- AC model putar dengan pengaturan sederhana dan kontrol sirkulasi udara luar dan dalam
- Double blower pada tipe Super Exceed
- Head unit yang muat hingga double din
- Asbak, power socket, ruang penyimpanan terbuka dan tertutup, serta satu cup holder di tengah
Baca Juga: Mau Beli Motor Bekas? Warga Bogor Wajib Cek Bagian Ini
Fitur keselamatan masih sangat minim. Sabuk pengaman hanya tersedia di baris depan. Kekurangan lain, kaca baris ketiga tidak bisa dibuka sehingga jika AC bermasalah, penumpang belakang akan kepanasan.
Rasa Berkendara
Karakter berkendara Kuda berada di tengah-tengah antara Kijang dan Panther. Handling-nya tidak sebaik Kijang tetapi lebih baik dari Panther. Power steering tersedia di semua varian. Mesin 1.600 cc terasa agak kurang bertenaga.
Posisi duduknya nyaman dengan kesan commanding seperti Kijang, berkat kaca besar, dashboard rendah, dan pilar ramping.
Baca Juga: Warga Bogor, Mobil Tua Susah Distarter? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya
Peredaman kabin cukup baik untuk mobil seusianya, tidak sebaik Kijang tetapi lebih baik dari Panther. Kekurangan utamanya ada pada suspensi yang terasa cukup kaku, tetapi sebagai imbalannya kestabilan mobil cukup baik.
Harga Bekas
Di antara pesaingnya seperti Kijang atau Panther, Kuda bisa dibilang yang paling murah. Unit versi awal saat ini mulai sekitar Rp30 jutaan. Harga bisa berbeda menurut varian mesin, tahun, daerah, dan kepemilikan.
Mitsubishi Kuda cocok bagi yang mencari alternatif mobil keluarga serbaguna era 2000-an selain Panther dan Kijang. Dengan harga yang lebih murah, kualitas material dan mesinnya masih sama tangguh. Hanya saja, suku cadangnya tidak sebanyak Kijang atau Panther, dan fitur keselamatannya sangat minim.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Wahyu Ekoo