RADAR BOGOR – Sekilas, tampilannya mungkin mengingatkan pada Toyota All New Corolla yang banyak dijumpai di jalanan. Namun, sedan milik Erik Anindio ini bukan Corolla biasa. Mobil tersebut merupakan Toyota Corolla Conquest.
Toyota Corolla Conquest varian impor utuh atau Completely Built Up (CBU) yang disebut-sebut hanya memiliki populasi sekitar 50 unit di Indonesia.
Keunikan sedan Toyota Corolla Conquest ini bukan hanya terletak pada jumlahnya yang terbatas. Toyota Corolla Conquest juga memiliki sejarah tersendiri di Tanah Air karena sejumlah unitnya disebut sempat digunakan sebagai kendaraan dinas jajaran direksi Toyota.
Baca Juga: Cari Sarapan di Bogor? Bubur Cinta Punya Bubur Kanton dengan Topping Beragam
Dalam ulasan di kanal YouTube Motomobi, terungkap bahwa Corolla Conquest sempat direncanakan masuk ke Indonesia pada 2000 sebagai model penyegaran dengan mesin 1.800 cc.
Namun, rencana tersebut akhirnya batal setelah Toyota memilih menghadirkan generasi penerusnya, yakni Toyota Corolla Altis.
Sejumlah unit Conquest yang telanjur tiba di Indonesia pun tidak jadi dipasarkan secara umum. Mobil-mobil tersebut kemudian dialihkan untuk menunjang operasional jajaran direksi Toyota pada masa itu.
Menurut penuturan pemiliknya, dari jumlah unit yang pernah masuk, hanya sekitar delapan unit Corolla Conquest asli yang keberadaannya masih terpantau aktif. Kondisi tersebut membuat sedan ini semakin menarik bagi kolektor dan pencinta mobil lawas.
Bukan Sekadar Corolla yang Dimodifikasi
Baca Juga: Nicole’s River Park Puncak Bogor, Wisata Kastil Negeri Dongeng dengan Wahana Seru
Toyota Corolla Conquest kerap menjadi inspirasi modifikasi bagi pemilik All New Corolla rakitan lokal. Sebagian pemilik mengubah tampilan bagian depan atau melakukan convert agar mobilnya menyerupai Conquest.
Meski begitu, Conquest asli memiliki sejumlah ciri yang membedakannya dari Corolla lokal. Salah satunya terdapat pada nomor rangka atau VIN yang disebut diawali huruf JT, berbeda dari kode AE yang digunakan pada Corolla rakitan lokal.
Perbedaan juga terlihat pada desain eksterior. Bagian kap mesin, fender, bumper dua lapis, hingga lampu utama Koito memiliki bentuk dan cetakan tersendiri. Komponen-komponen tersebut tidak bisa begitu saja ditukar dengan milik Corolla biasa.
Baca Juga: Lahan 3,5 Hektare di Parung Bogor Bakal Jadi Eduwisata, Pusat Belajar Pekebun Durian
Ciri lain yang mudah dikenali adalah posisi antena radio di pilar A, penggunaan trim hitam sebagai pengganti lis krom di sekeliling bodi, serta lampu penanda samping atau side marker berwarna putih bening.
Detail tersebut membuat Corolla Conquest asli memiliki identitas tersendiri, meski sekilas bentuk dasarnya tampak mirip dengan Corolla generasi yang beredar di Indonesia.
Interior Kulit, tetapi Masih Pakai Kaca Engkol
Keunikan berlanjut ketika memasuki kabin. Mengingat mobil ini disebut diperuntukkan bagi jajaran direksi, seluruh kursi bawaan Corolla Conquest sudah dilapisi material kulit asli.
Baca Juga: KPM Bogor Cair Bansos Susulan Rp1,2 Juta Masuk Rekening, Cek Sekarang
Namun, kelengkapan interiornya tidak sepenuhnya mencerminkan kemewahan mobil modern. Kaca jendela belakang masih menggunakan mekanisme engkol manual. Mobil ini juga tidak memiliki sandaran tangan di bagian tengah jok belakang.
Di sisi lain, Conquest sudah dilengkapi sabuk pengaman tiga titik untuk penumpang tengah di baris kedua. Kombinasi fitur tersebut menjadi salah satu detail menarik dari sedan yang lahir pada era pergantian milenium ini.
Mesin 1.800 Cc dan Kaki-Kaki Lebih Kokoh
Di sektor dapur pacu, Toyota Corolla Conquest dibekali mesin berkode 7A-FE berkapasitas 1.800 cc. Mesin tersebut memiliki sejumlah kelengkapan yang disebut berbeda dari versi lokal, antara lain oil cooler untuk membantu mendinginkan pelumas, pengatur CO otomatis, dan catalytic converter.
Baca Juga: UNPAR Kampus Bogor Dibuka, Bidik Kebutuhan Arsitek dan Tenaga Industri Hijau
Bagian kaki-kakinya juga memiliki sejumlah perbedaan. Karet stabilisator, misalnya, disebut berukuran lebih besar dan kokoh. Beberapa komponennya bahkan dapat bersinggungan dengan komponen milik Toyota Corolla Altis.
Karena populasinya terbatas, ketersediaan suku cadang menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Terlebih, sejumlah komponen bodi khusus Conquest dikabarkan sulit ditemukan di pasaran.
Sentuhan Modifikasi Bergaya Era 1990-an
Meski tergolong mobil langka, Corolla Conquest milik Erik Anindio tetap mendapat sentuhan modifikasi. Ubahan yang dipilih mengusung gaya period correct, yakni modifikasi yang menyesuaikan karakter dan tren era ketika mobil tersebut populer.
Baca Juga: Film Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa, Sih? Persaingan Anak Muda Demi Jadi Karyawan Tetap
Tampilannya dipercantik dengan pelek Enkei berukuran 17 inci, sport kit suspensi yang membuat bodi terlihat lebih rendah, serta knalpot Remus bergaya klasik.
Bagian interior juga mendapat sentuhan tambahan melalui penggunaan jok depan Recaro elektrik dan setir Nardi. Kombinasi komponen tersebut memperkuat karakter sedan lawas dengan nuansa modifikasi khas era 1990-an hingga awal 2000-an.
Harga Corolla Conquest Asli Sulit Dipatok
Sejarah yang unik, populasi terbatas, serta perbedaan komponen dari Corolla rakitan lokal membuat Toyota Corolla Conquest memiliki daya tarik tersendiri bagi kolektor.
Baca Juga: Merci Gift Buka Toko di Bogor Baru, Hadirkan Konsep Flower Bar yang Bisa Racik Buket Sendiri
Harga pasaran sedan ini pun disebut sulit ditentukan secara pasti. Nilainya diperkirakan dapat melampaui Toyota All New Corolla lokal dengan kondisi istimewa, bergantung pada keaslian unit, kondisi kendaraan, kelengkapan dokumen, dan ketersediaan komponen.
Dengan karakter yang berbeda dari Corolla biasa, Conquest bukan sekadar sedan lawas, melainkan bagian dari sejarah otomotif Toyota di Indonesia yang kini semakin sulit dijumpai.
Terus ikuti ragam inspirasi modifikasi dan ulasan kendaraan legendaris lainnya di Radar Bogor. (S.Rayhan/Boash)
Editor : Rani Puspitasari Sinaga