Rem Cakram Motor Keras atau Ngeblong? Warga Bogor Perlu Cek Master Rem

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:54 WIB
Master rem atau pompa rem yang aus (YouTube Buka Baut channel)
Master rem cakram atau pompa rem yang aus. Foto: YouTube Buka Baut channel

RADAR BOGOR - Rem cakram motor yang terasa keras, kurang pakem, atau bahkan ngeblong perlu segera diperiksa karena dapat membahayakan pengendara. 

Melansir dari kanal YouTube Buka Baut channel, salah satu penyebab rem cakram motor keras atau blong adalah komponen master rem atau pompa rem yang aus. 

Bagi warga Bogor yang menggunakan sepeda motor untuk aktivitas harian, mengenali penyebab dan cara penanganan rem cakram penting untuk menjaga keselamatan berkendara.

Baca Juga: Motor Mogok dan Busi Tidak Ada Api? Warga Bogor Wajib Cek Kabel Ini

Masalah rem cakram tidak selalu harus diatasi dengan mengganti seluruh perangkat pengereman. 

Dalam sejumlah kasus, penggantian komponen bagian dalam master rem dapat menjadi salah satu solusi, selama kerusakan memang berasal dari bagian tersebut.

1. Master Rem Aus Bisa Bikin Pengereman Bermasalah

Master rem berfungsi menghasilkan tekanan hidrolik yang disalurkan melalui minyak rem menuju kaliper. 

Baca Juga: Jelang Porprov Jabar 2026, PDBI Kota Bogor Kirim Tim Try Out ke Semarang

Tekanan tersebut kemudian mendorong kampas rem agar menjepit piringan cakram dan memperlambat putaran roda.

Jika komponen di dalam master rem mengalami keausan, kinerjanya dapat menurun sehingga pengereman terasa tidak normal. 

Namun, gejala rem keras atau ngeblong juga bisa disebabkan masalah lain, seperti udara di saluran hidrolik, kebocoran minyak rem, kaliper macet, atau kampas rem yang bermasalah.

Baca Juga: Doona Rilis Single Watch ME!!, Padukan Rock dan Hip-Hop dengan Cerita Tekanan Anak Muda

Karena itu, pemeriksaan perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum menentukan komponen yang harus diganti.

2. Penggantian Komponen Master Rem Perlu Ketelitian

Dalam tutorial perbaikan yang menjadi sumber pembahasan, proses dilakukan dengan mengganti komponen bagian dalam master rem, kemudian memasangnya kembali secara berurutan. 

Lubang saluran minyak rem juga perlu dipastikan bersih agar aliran hidrolik tidak terganggu.

Baca Juga: Honda Civic Nouva SH3, Hatchback Sporty Alternatif Estilo yang Murah

Karet dan bagian bergerak harus diperiksa kondisinya. Penggunaan pelumas yang sesuai pada bagian tertentu dapat membantu menjaga kelancaran gerakan, tetapi pelumas tidak boleh mengenai kampas maupun piringan cakram karena dapat mengurangi daya cengkeram rem.

Pemasangan komponen pengunci juga harus benar-benar aman. Kesalahan pada bagian ini dapat mengganggu fungsi tuas rem saat digunakan.

3. Minyak Rem Lama Sebaiknya Diperiksa

Selain master rem, kondisi minyak rem turut menentukan kinerja pengereman. Minyak rem yang sudah lama digunakan dapat mengalami penurunan kualitas atau terkontaminasi, sehingga perlu diperiksa dan diganti sesuai kondisi serta rekomendasi pabrikan.

Baca Juga: Dosen Pulang Kampung IPB Dorong Masyarakat Tingkatkan Kualitas Hutan Rakyat

Penggantian minyak rem dilakukan dengan mengeluarkan cairan lama melalui saluran pembuangan sambil mengisi minyak rem baru dari tabung reservoir. 

Selama proses tersebut, tabung tidak boleh sampai kosong karena udara dapat masuk ke sistem hidrolik.

Proses pembuangan udara atau bleeding perlu dilanjutkan sampai aliran minyak rem tidak lagi menunjukkan gelembung udara. 

Baca Juga: Daftar 76 Rumah Sakit yang Kerja Sama, Warga Jabar Tetap Berobat Gratis Tanpa BPJS dan KTP

Jenis minyak rem yang digunakan juga harus sesuai dengan spesifikasi kendaraan, bukan sekadar berdasarkan harga atau merek.

4. Jangan Abaikan Kebocoran dan Karet Penutup

Warga Bogor juga perlu memeriksa karet penutup master rem serta bagian sambungan saluran minyak rem. 

Karet yang sudah mengembang, getas, atau rusak perlu diganti apabila tidak lagi mampu melindungi komponen dengan baik.

Baca Juga: Immerzoa, Pameran Imersif di Kebun Raya Bogor: Cek Harga Tiket dan Jam Buka

Sisa minyak rem yang menempel pada bodi motor harus segera dibersihkan karena cairan tersebut dapat merusak lapisan cat. 

Sementara itu, piringan cakram yang terkena minyak perlu dibersihkan menggunakan cairan khusus pembersih rem atau metode yang direkomendasikan pabrikan.

Setelah perbaikan, rem harus diuji untuk memastikan tuas bekerja normal, tekanan terasa konsisten, dan tidak ditemukan kebocoran. Pengujian awal sebaiknya dilakukan dalam kondisi aman sebelum motor digunakan di jalan raya.

Baca Juga: Sate Babap Bogor, Punya Sate Maranggi Campur Jando hingga Ketan Bakar

Rem Bermasalah Jangan Dipaksakan

Rem cakram yang keras atau ngeblong bukan masalah yang boleh disepelekan. Meski penggantian komponen master rem dan minyak rem dapat membantu mengatasi gangguan tertentu, penyebab kerusakan harus dipastikan terlebih dahulu.

Bagi warga Bogor, pemeriksaan rutin sistem pengereman menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan, terutama saat menghadapi jalan padat atau kondisi lalu lintas yang mengharuskan pengendara sering mengerem.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
Sumber : YouTube Buka Baut channel
rem cakram motor rem motor ngeblong Penyebab Rem motor blong bogor otomotif