RADAR BOGOR - Mahindra Scorpio atau yang kini dikenal sebagai Mahindra Cendrawasih ramai diperbincangkan setelah dipakai sebagai salah satu mobil operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Nama Mahindra mungkin masih asing di Indonesia, tetapi mobil ini menawarkan penggerak 4x4 dengan harga yang terjangkau.
Apa saja yang ditawarkan dan apakah layak dipertimbangkan? Berikut ulasannya.
Baca Juga: 9 Kebiasaan Buruk yang Bikin Mobil Cepat Rusak, Ini Cara Merawatnya
Sejarah Singkat Mahindra
Mahindra adalah perusahaan asal India yang awalnya bergerak di bidang besi dan baja.
Perusahaan ini didirikan pada 1945 oleh Mahindra bersaudara dan Malik Ghulam Muhammad dengan nama Mahindra and Mohamed Limited.
Pada 1947, perusahaan masuk ke industri otomotif setelah mendapat lisensi dari Willys untuk membuat Jeep.
Baca Juga: Jangan Asal Ganti Oli Mobil, 5 Kesalahan Ini Bisa Bikin Mesin Bermasalah
Pada 1948, namanya berubah menjadi Mahindra and Mahindra Limited setelah salah satu pendirinya pindah ke Pakistan dan menjadi Menteri Keuangan di sana.
Sejarah Mahindra Scorpio di Dunia dan Indonesia
Mahindra Scorpio pertama kali dibuat pada 2002 dalam versi SUV. Versi pikap dan double cabin menyusul pada 2007. Di India, Mahindra merupakan merek terlaris nomor dua setelah Maruti Suzuki, dan SUV buatannya berada di peringkat kelima dengan penjualan sekitar 176.980 unit pada 2025.
Mobil ini digunakan berbagai kalangan, mulai dari masyarakat pedesaan, pejabat, politisi, kepolisian, hingga selebritas.
Baca Juga: Mesin Motor Vario 125 dan 150 Berisik atau Ngelitik? Cek Setelan Ini
Di Indonesia, Scorpio sudah hadir sejak 2019 melalui RMA Group Indonesia untuk segmen komersial seperti pertambangan dan perkebunan, berkat penggerak 4x4-nya.
Pada 2026, seiring berjalannya program KDMP, namanya berubah menjadi Mahindra Cendrawasih. Unit untuk KDMP diimpor langsung oleh PT Agrinas, bukan melalui RMA Group.
Desain Eksterior
Versi SUV-nya berdesain kotak dengan banyak lekukan dan masih enak dipandang. Versi pikapnya terlihat kurang menyatu antara bagian depan, tengah, dan belakang.
Baca Juga: Air Radiator Vario 150 Cepat Habis dan Muncrat? Packing Head Bisa Bocor
Bagian depan bergaya SUV dengan overfender, tetapi bagian belakang tidak memilikinya. Kabin terlihat terlalu tinggi dan kurang panjang, sementara bak terlihat cukup besar sehingga mampu membawa muatan lebih banyak.
Meski desainnya butuh waktu untuk diterima, fitur eksteriornya cukup lengkap untuk kelasnya:
- Lampu depan projector (belum LED).
- Fog lamp.
- Handle pintu model tarik sewarna bodi.
- Pelat bodi yang tebal.
- Penggerak 4x4.
Baca Juga: Air Radiator Vario 150 Cepat Habis dan Muncrat? Packing Head Bisa Bocor
Dimensi dan Kapasitas Angkut
- Panjang 5,1 meter, lebar 1,8 meter, tinggi 1,8 meter, wheelbase 3,1 meter.
- Ukuran bak: panjang 2,2 meter, lebar 1,5 meter, tinggi 500 mm.
- Kapasitas angkut sekitar 1 hingga 1,2 ton.
Baca Juga: Jetour T2 i-DM Tembus 1.200 Km, SUV PHEV Rp688 Juta dengan Tampilan Gagah
Mesin dan Performa
Mahindra Scorpio pikap memakai mesin diesel turbo 2.200 cc mHawk dengan tenaga sekitar 140 hp pada 3.750 rpm dan torsi 320 Nm pada 1.600 hingga 2.800 rpm. Transmisinya manual 6 percepatan dengan penggerak 4x4.
Mesin ini cukup unik karena intercooler berada di bagian atas, seperti Subaru atau Fortuner generasi awal. Kelebihannya, saluran udara masuk lebih pendek.
Kekurangannya, intercooler berpotensi menerima panas berlebih dari mesin, terutama saat berjalan pelan atau macet.
Baca Juga: Jetour T2 i-DM Tembus 1.200 Km, SUV PHEV Rp688 Juta dengan Tampilan Gagah
Interior dan Fitur
Untuk ukuran pikap, interiornya tergolong mewah. Karena dijual dalam bentuk CBU, tidak ada fitur yang dikurangi. Fitur yang tersedia antara lain:
- Power window dan setir yang bisa diatur ketinggiannya (tilt).
- Cruise control dan tombol start stop.
- Spion elektrik, tombol fog lamp belakang, dan pengatur ketinggian lampu.
- AC dengan pengaturan arah angin, kecepatan kipas, dan heater.
- Pengaturan 4x4 elektronik di konsol tengah.
- Tempat penyimpanan dan cup holder.
- Jok nyaman dengan headrest, armrest, dan jok pengemudi yang bisa diatur ketinggiannya.
Baca Juga: Jangan Asal Beli Mobil Bekas! Cek 5 Bagian Ini Biar Tak Keluar Biaya Perbaikan Besar
Fitur keselamatannya juga cukup lengkap, yaitu dual airbag depan, ABS dan EBD, stability control, serta hill descent control.
Rasa Berkendara
Sebagai pikap, suspensinya tentu tidak empuk, tetapi kekerasannya masih dalam batas wajar dan tidak membuat sakit pinggang, kecuali dipacu di jalan tidak rata. Setirnya ringan berkat EPS, kopling ringan, posisi berkendara nyaman, dan visibilitas baik.
Mesinnya halus untuk ukuran diesel dengan tenaga yang sudah terasa dari putaran bawah. Audio dan kekedapan kabin juga cukup baik. Kekurangannya, radius putar sangat besar sehingga menyulitkan di jalan sempit.
Baca Juga: Mobil Tak Bertenaga Padahal Sudah Ganti Oli? Warga Bogor Perlu Tahu Pentingnya Tune Up
Harga
Mahindra Scorpio juga dijual oleh RMA Group sehingga bisa dibeli siapa saja, tidak harus anggota koperasi. Harga pikapnya sekitar Rp270 jutaan, sedangkan double cabin sekitar Rp300 jutaan. Untuk pasar Indonesia, baru dua varian tersebut yang tersedia, versi SUV belum masuk.
Catatan: harga di atas disesuaikan dengan konteks pembahasan, yaitu kisaran Rp270 jutaan untuk pikap. Pastikan mengecek harga terbaru langsung ke dealer resmi.
Ketersediaan Bengkel dan Suku Cadang
Baca Juga: Baterai Motor Listrik Tiba-Tiba 0 Persen? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah bengkel resmi dan dealer yang masih terbatas. Di Pulau Jawa, dealer berada di Jakarta, Bandung, dan Cirebon.
Di Kalimantan ada beberapa titik, dan di Sumatra ada di sekitar Jambi. Ketersediaan suku cadang juga perlu dipertimbangkan sebelum membeli.
Mahindra Scorpio pikap layak dipertimbangkan sebagai mobil kerja, terutama untuk kebutuhan dalam jumlah banyak seperti perkebunan dan pertambangan.
Selisih harganya cukup jauh dari pikap pabrikan Jepang, dengan fitur lebih banyak, interior mewah, penggerak 4x4, dan kapasitas angkut besar. Kekurangannya ada pada desain yang kurang menarik serta jaringan bengkel dan suku cadang yang masih terbatas.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Wahyu Ekoo