RADAR BOGOR - Bunyi tek-tek dari mesin motor bisa menjadi tanda adanya keausan pada setang seher atau stang piston.
Dalam pemeriksaan yang dibagikan kanal Siboen channel, kerusakan komponen ini tidak selalu mudah diketahui karena suara baru muncul ketika bagian yang aus berada pada posisi tertentu.
Warga Bogor perlu memahami gejalanya agar bisa mengetahui kapan mesin harus diperiksa lebih lanjut.
Baca Juga: 74 Perusahaan di Gunung Putri Diduga Bodong, Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Ungkap Penyebabnya
Kerusakan Setang Seher Tidak Selalu Terdengar
Setang seher yang mulai aus dapat menimbulkan bunyi ketukan ketika mesin bekerja. Namun, suara tersebut terkadang tidak muncul saat pemeriksaan dilakukan pada posisi sembarang.
Dalam contoh pemeriksaan mekanik, poros engkol diputar secara bertahap sambil memberikan tekanan pada bagian tertentu. Bunyi baru terdengar ketika titik yang mengalami keausan berada tepat pada posisi pemeriksaan.
Perhatikan Bekas Keausan pada Komponen
Keausan dapat terlihat pada permukaan komponen yang terus bergesekan selama mesin beroperasi.
Baca Juga: Unpak Dukung Bogor Bersih 2026, Dorong Pengembangan Lingkungan Hijau
Jika terdapat bagian yang terkikis atau tidak lagi rata, celah yang terbentuk berpotensi menimbulkan suara ketukan.
Meski begitu, pemeriksaan visual saja belum cukup untuk memastikan tingkat kerusakan. Mekanik perlu mengecek kondisi komponen dan kelonggarannya sesuai prosedur teknis.
Bunyi Bisa Muncul Saat Gas Ditarik atau Dilepas
Suara dari area setang seher dapat berubah mengikuti beban mesin. Ketukan bisa terdengar ketika gas ditarik, putaran mesin berubah, atau saat terjadi engine brake.
Baca Juga: Mesin Motor Vario 125 Kasar? Ternyata Ini Penyebabnya
Perubahan suara tersebut berkaitan dengan perubahan beban dan tekanan pada komponen mesin. Karena itu, lokasi sumber bunyi perlu dipastikan agar tidak keliru mendiagnosis kerusakan.
Jangan Langsung Menyimpulkan Setang Seher Rusak
Bunyi tek-tek tidak selalu berasal dari setang seher. Komponen lain, seperti pelatuk klep, rantai keteng, atau bagian mesin yang mengalami kelonggaran, juga bisa menimbulkan suara serupa.
Bagi warga Bogor yang mengalami masalah ini, pemeriksaan menyeluruh di bengkel lebih disarankan daripada langsung mengganti komponen.
Baca Juga: Bansos Tahap 4 Hanya untuk Desil 1-4 DTSEN, Begini Cara Mengeceknya
Diagnosis yang tepat membantu menghindari pengeluaran untuk penggantian suku cadang yang sebenarnya belum diperlukan.***
Editor : Asep SuhendarSumber : YouTube Siboen channel