RADAR BOGOR - Mobil VW Polo MK5 adalah hatchback yang sangat laris di Eropa dan sempat laris juga di Indonesia.
Mobil ini dijuluki "My First German Car" karena menawarkan kenyamanan berkendara premium dengan harga lebih masuk akal dibanding saudaranya, VW Golf.
Apa saja kelebihan dan kekurangan dari mobil VW Polo MK5? Berikut ulasannya.
Baca Juga: Charger Motor Listrik Tak Kunjung Hijau Meski Baterai 95 Persen, Ternyata Ini Penyebabnya
Sejarah Singkat VW Polo MK5
VW Polo MK5 pertama kali diperkenalkan di dunia pada 2009 dan berbagi platform dengan Seat Ibiza MK4 dan Audi A1.
Di ajang balap, basis mobil ini sukses lewat tim Polo WRC yang menjuarai World Rally Championship empat kali berturut-turut pada 2013 hingga 2016.
Perjalanan di Indonesia:
Baca Juga: Review Honda Brio Gen 1 Bekas: Hatchback Fun to Drive, Awet Harga
- 2011: mulai dijual dengan mesin 1.400 cc.
- 2015: facelift dengan mesin berubah menjadi 1.200 cc TSI turbocharged.
- 2018: hadir varian VRS, versi remap dari mesin 1.200 cc dengan tenaga lebih besar dan tampilan lebih sporty.
- 2020: minor improvement pada eksterior dan interior.
Baca Juga: Oli Motor Berubah Warna seperti Kopi Susu? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Setelah itu tidak ada penerus Polo di Indonesia karena VW lebih fokus ke pasar SUV, padahal Polo MK6 sudah ada di luar negeri sejak 2017.
Desain Eksterior
Desainnya minimalis tetapi tetap terkesan premium, dan bentuknya relatif tidak berubah dari 2011 hingga 2020. Perbedaannya:
- Semua tipe memakai lampu halogen, termasuk fog lamp.
Baca Juga: Oli Motor Berubah Warna seperti Kopi Susu? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
- Versi 1.400 cc non turbo: grill dengan garis horizontal hitam.
- Versi facelift 1.200 cc TSI: grill dengan aksen chrome dan bumper berubah.
- Improvement 2020: grill dan lubang bumper bermotif honeycomb.
Ciri khas di bagian samping: pilar B terpisah dari pintu saat pintu dibuka, sehingga pintu tampak tidak simetris saat terbuka tetapi terlihat bersih saat tertutup. Handle pintu model tarik dan lampu sein di spion sudah LED.
Baca Juga: 5 Cara Mengemudi Mobil Matik di Tanjakan Saat Macet, Pemula Wajib Tahu!
Bagian belakang sangat bersih. Tuas pembuka bagasi disembunyikan di balik emblem. Lampu belakang masih halogen, dengan third brake lamp menyatu spoiler, wiper belakang, dan defogger. Versi improvement punya bumper lebih modern dengan reflektor di bagian bawah.
Dimensi sekitar: panjang 3,9 meter, lebar 1,6 meter, tinggi 1,4 meter.
Pilihan Mesin
- 1.400 cc (keluaran awal, non turbo): tenaga sekitar 85 hp, torsi 132 Nm.
Baca Juga: Review Toyota Camry XV40 Bekas: Sedan Menteri Harga Murah
- 1.200 cc TSI turbo (facelift): tenaga 105 hp, torsi 175 Nm pada 1.500 hingga 4.100 rpm. Torsi ini terbesar di kelasnya. Transmisi DSG 7 percepatan.
- VRS (resmi APM VW Indonesia): tenaga 140 hp, torsi 230 Nm.
- GTI: mesin 1.400 cc TSI twin charger 180 hp, atau versi facelift 1.800 cc TSI turbo 192 hp.
Konsumsi BBM tergolong irit di kelasnya, sekitar 1:13 km/l di dalam kota dan hingga 1:20-an km/l di luar kota. VW menyarankan BBM beroktan tinggi, minimal RON 95, agar performa optimal dan mesin lebih awet.
Baca Juga: Toyota Cressida Bekas: Sedan Mewah Klasik, Layak Dibeli di 2026?
Interior dan Fitur
Dashboard sangat mirip VW Golf MK6, tetapi materialnya plastik keras. Interior dominan hitam dengan aksen kain di pintu.
Setir tilt dan telescopic. Pre-facelift berbentuk bulat, facelift flat bottom dengan tombol MID tambahan.
Instrumen cluster dengan MID sederhana.
Baca Juga: Baut Oli Motor Rembes Terus? Begini Cara Memperbaiki Drat yang Dol
Power window otomatis di keempat pintu, door lock, window lock, spion elektrik dengan retract.
Head unit single din pada versi awal, double din setelah facelift, dan Apple CarPlay serta Android Auto pada versi 2020.
AC digital auto climate control single zone dengan tombol fisik yang mudah dioperasikan.
Cruise control pada versi 2019 ke atas.
Baca Juga: Busi Motor Sering Copot di Jalan? Begini Cara Memperbaiki Drat yang Rusak
Dua cup holder, power outlet, penyimpanan terbuka dengan ambient light, dan glove box cukup besar.
Jok kain (VRS Limited memakai kulit). Jok depan bisa diatur maju mundur, sandaran, dan ketinggian.
Baris kedua tidak terlalu luas tetapi cukup untuk postur orang Asia. Jok nyaman, posisinya agak tinggi sehingga menopang paha dengan baik, dengan tiga headrest dan sabuk pengaman tiga titik. Bagasi kurang luas tetapi cukup dalam. Jok belakang bisa dilipat 60:40, namun tidak rata lantai.
Rasa Berkendara
Baca Juga: Bersihkan Kerak Squish Mesin Motor, Jangan Asal Sikat, Ini Tips Aman untuk Warga Bogor
Rasanya seperti VW Golf versi kompak. Posisi duduk enak dan setir terkendali baik, lebih baik dari rival Jepang kecuali mungkin Mazda 2. Suspensi agak keras tetapi masih nyaman untuk harian.
Akselerasi versi turbo bagus, dengan sedikit jeda sebelum tenaga keluar. Transmisi dual clutch membuat perpindahan gigi halus dan cepat.
Hal yang dikorbankan karena Polo adalah VW termurah: panel interior keras, rem belakang masih tromol, lampu halogen dan belum otomatis, serta airbag hanya dua di depan.
Harga dan Pajak
Baca Juga: Mesin Suzuki Shogun 'Gemblodak' Setelah Turun Mesin? Cek Bagian Ini
1.400 cc keluaran awal: sekitar Rp80 jutaan.
Facelift 1.200 cc TSI: sekitar Rp10 jutaan (angka tidak utuh pada transkrip).
Improvement 2020 ke atas: angka tidak terdengar jelas pada transkrip.
Pajak tahunan 1.200 cc TSI sekitar Rp3,6 jutaan, tergantung tahun, daerah, dan kepemilikan.
VW Polo MK5 adalah mobil yang seru dikemudikan, tetapi kurang dari sisi akomodasi. Cocok untuk yang masih single atau keluarga kecil.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Wahyu Ekoo