RADAR BOGOR - Mazda 6 Estate cocok bagi pencinta sedan elegan yang tetap butuh ruang bagasi besar berkat atapnya yang panjang.
Mobil ini bisa dibilang salah satu wagon tertampan dengan harga termurah saat ini.
Apa saja kelebihan dan kekurangan dari mobil Mazda 6 Estate? Berikut ulasannya.
Baca Juga: Jangan Sampai Rugi Jutaan, Kenali 5 Tanda Mesin Mobil Bermasalah Serius
Sejarah Singkat Mazda 6 Estate
Mazda 6 Estate yang dibahas adalah generasi ketiga keluarga Mazda 6. Generasi pertama hadir sejak 2002, generasi kedua pada 2007, dan generasi ketiga sudah ada di dunia sejak 2012. Di Indonesia, generasi ketiga masuk pada 2013, tetapi baru versi sedan.
Versi estate baru masuk sekitar 2017 dan langsung berupa facelift pertama. Setahun kemudian, pada 2018, masuk facelift kedua dengan tampang yang jauh berbeda. Perbedaannya bukan hanya pada desain, sehingga pembeli perlu teliti memilih versi.
Baca Juga: Rasa Maybach Harga Rp1 Miliaran, Intip Kemewahan Voyah Dream 9 dari Tiongkok
Desain Eksterior
Mazda 6 Estate memakai bahasa desain Kodo yang dinamis, berotot, tetapi tetap elegan. Perbedaan facelift pertama dan kedua:
Grill: facelift kedua berbentuk honeycomb dengan lis chrome di bawahnya.
Lampu: keduanya adaptive LED, tetapi facelift kedua memakai 22 segmen per lampu, dari sebelumnya 4 segmen, sehingga lebih luas menerangi tanpa menyilaukan pengendara lawan arah.
Baca Juga: Mobil VW Polo MK5 Bekas: Hatchback Eropa Seru, Harga Menarik
Fog lamp dihilangkan pada facelift kedua agar tampilan lebih bersih.
Warna merah: facelift kedua memakai Soul Red Crystal yang lebih menyala, sedangkan facelift pertama Soul Red yang lebih gelap.
Bagian samping:
- Handle pintu model tarik dan spion menempel di pintu.
Baca Juga: Charger Motor Listrik Tak Kunjung Hijau Meski Baterai 95 Persen, Ternyata Ini Penyebabnya
- Roof rack dan list chrome di sekeliling kaca.
- Velg 19 inci warna gun metal.
- Rem cakram depan dan belakang dengan ABS, EBD, dan BA.
Bagian belakang hampir tidak berubah, kecuali tambahan tulisan Elite di bawah tulisan Mazda 6, karena di Indonesia hanya tersedia tipe Elite sebagai tipe tertinggi.
Fitur lainnya: defogger, wiper belakang, high mount stop lamp menyatu dengan spoiler, lampu belakang LED (kecuali sein dan lampu mundur), dua muffler, sensor parkir 4 titik, dan kamera mundur.
Baca Juga: Charger Motor Listrik Tak Kunjung Hijau Meski Baterai 95 Persen, Ternyata Ini Penyebabnya
Mesin dan Konsumsi BBM
Mesin yang dipakai sama dengan versi sebelumnya, namun pada facelift kedua tenaga dan torsi naik sedikit, masing-masing 2 hp dan 2 Nm.
Mesin SkyActiv-G 4 silinder DOHC 16 valve.
Tenaga 194 hp pada 6.000 rpm dan torsi 258 Nm pada 4.000 rpm.
Baca Juga: Review Honda Brio Gen 1 Bekas: Hatchback Fun to Drive, Awet Harga
Penggerak depan dengan transmisi otomatis 6 percepatan SkyActiv-Drive yang halus dan minim selip.
Konsumsi BBM sekitar 1:10 km/l di dalam kota dan 1:17 km/l di luar kota.
Rasio kompresi tinggi 13:1, sehingga perlu BBM yang sesuai.
Interior dan Fitur
Baca Juga: Oli Motor Berubah Warna seperti Kopi Susu? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Dashboard facelift kedua tampil lebih modern, minimalis, dan bersih dengan garis memanjang dari kanan ke kiri.
Interior berwarna kecokelatan dengan aksen kayu. Bagian atas dashboard soft touch dan bagian bawah berlapis bahan Ultrasuede. Jok depan sedikit lebih lebar dan berbahan Nappa leather yang premium dan elegan.
Fitur utama:
- Setir tilt dan telescopic dengan tombol audio, MID, telepon, dan cruise control.
Baca Juga: 5 Cara Mengemudi Mobil Matik di Tanjakan Saat Macet, Pemula Wajib Tahu!
- Power window otomatis, spion elektrik yang bisa dilipat elektrik, dan speaker Bose.
- Instrumen kombinasi analog dan digital dengan layar TFT di tengah, serta head up display.
- Head unit terintegrasi yang dikontrol lewat tuas di konsol tengah. Apple CarPlay dan Android Auto baru tersedia pada keluaran 2021 ke atas.
- Kamera mundur, dan kamera 360 derajat pada facelift kedua.
- AC dual zone auto climate control dengan pendingin jok.
- Slot CD di bawah kontrol AC.
- Rem parkir elektrik dengan auto hold.
- Port USB tersembunyi di balik armrest depan dan belakang.
- Jok elektrik, sunroof, dan banyak tempat penyimpanan serta cup holder.
- Fitur keselamatan lengkap.
Baca Juga: Toyota Cressida Bekas: Sedan Mewah Klasik, Layak Dibeli di 2026?
Baris kedua tidak seluas Camry atau Accord, tetapi masih lega untuk postur orang Indonesia.
Legroom nyaman, headroom luas, jok empuk, meski sandaran tidak bisa diatur. Bagasi luas dan lebih tinggi dari sedan, jok baris kedua bisa dilipat rata lantai, serta tersedia banyak partisi.
Rasa Berkendara
Mazda 6 Estate terasa menyenangkan, lincah, dan responsif, tidak seperti mobil keluarga. Mesinnya responsif dan kencang, dengan mode berkendara normal dan sport, serta G-Vectoring Control untuk menjaga traksi di tikungan.
Baca Juga: Review Toyota Camry XV40 Bekas: Sedan Menteri Harga Murah
Fitur i-Activsense bisa diaktifkan saat lelah atau perjalanan jauh, dan dimatikan saat ingin kontrol penuh. Kedap kabin bagus dan suspensi lebih empuk dibanding versi sedan.
Harga dan Pajak
Facelift pertama keluaran awal: sekitar Rp80 jutaan.
Facelift kedua keluaran terbaru: angka tidak terdengar utuh di transkrip.
Pajak tahunan: sekitar Rp7 jutaan hingga lebih, tergantung tahun, daerah, dan kepemilikan.
Baca Juga: Toyota Cressida Bekas: Sedan Mewah Klasik, Layak Dibeli di 2026?
Mazda 6 sudah tidak dijual baru di pasar global maupun Jepang, tetapi harga bekasnya tergolong menarik.
Catatan: sebagian angka harga dan pajak tidak terdengar utuh, sehingga hanya angka yang jelas yang dicantumkan. Mohon verifikasi sebelum dipublikasikan.
Mazda 6 Estate cocok bagi yang butuh mobil keluarga dengan bagasi luas tetapi tetap elegan dan bergaya.
Ia juga menjadi alternatif dari mahalnya wagon Eropa dengan perawatan yang tidak semahal mobil Eropa, meski beberapa suku cadang perlu inden khas Mazda.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Wahyu Ekoo