RADAR BOGOR – Battery pack menjadi salah satu bagian vital yang menentukan kinerja mobil listrik.
Battery pack berfungsi menyimpan energi listrik sekaligus menyalurkannya ke motor penggerak dan berbagai sistem pendukung kendaraan.
Karena memiliki peran penting, desain battery pack harus memperhatikan aspek keamanan, efisiensi, pengelolaan suhu, hingga daya tahan baterai.
Berbeda dengan sistem bahan bakar pada mobil konvensional, baterai mobil listrik memiliki tantangan tersendiri.
Suhu yang terlalu rendah, misalnya, dapat memengaruhi kemampuan baterai dalam menyalurkan daya.
Seiring bertambahnya usia pemakaian, kapasitas baterai juga bisa mengalami penurunan.
Baca Juga: Warga Gunungsindur Bogor Titip Sejumlah Aspirasi ke DPRD, Targetnya Terealisasi pada 2027
Selain itu, setiap sel baterai perlu bekerja secara seimbang agar kinerja keseluruhan sistem tetap terjaga.
Oleh karena itu, battery pack tidak hanya terdiri dari kumpulan sel baterai, tetapi juga dilengkapi sejumlah komponen pengatur dan pelindung.
Lantas, apa yang dimaksud dengan battery pack mobil listrik, apa saja komponennya, dan jenis baterai apa yang perlu diketahui? Berikut penjelasannya, seperti dilansir dari laserax.com.
Apa Itu Battery Pack Mobil Listrik?
Battery pack merupakan satu kesatuan yang terdiri dari sejumlah sel baterai yang dihubungkan untuk menyimpan dan memasok energi listrik.
Pada mobil listrik, energi tersebut digunakan sebagai sumber daya motor penggerak sekaligus mendukung pengoperasian berbagai sistem kendaraan.
Satu sel baterai umumnya belum mampu memenuhi kebutuhan tegangan dan kapasitas energi sebuah mobil listrik. Karena itu, sejumlah sel dirangkai menjadi satu sistem dengan konfigurasi tertentu.
Rangkaian sel secara seri digunakan untuk meningkatkan tegangan listrik. Sementara itu, konfigurasi paralel memungkinkan peningkatan kapasitas arus dan energi yang dapat disimpan, bergantung pada rancangan sistem baterai.
Dalam desain tertentu, sel-sel baterai dikelompokkan menjadi beberapa modul. Setiap modul berisi sejumlah sel yang dirangkai dalam satu kesatuan.
Penggunaan modul dapat mempermudah pemeriksaan dan perawatan pada desain yang memungkinkan penggantian bagian tertentu tanpa harus mengganti seluruh battery pack.
Komponen Penting dalam Battery Pack Mobil Listrik
Battery pack tidak hanya berisi sel penyimpan energi. Di dalamnya terdapat berbagai komponen yang bekerja bersama untuk mengalirkan listrik, memantau kondisi baterai, mengendalikan suhu, dan menjaga keamanan sistem.
Baca Juga: Ulang Tahun di Oktober Bisa Gratis ke The Jungle Bogor, Ini Syarat dan Promo Lainnya
Berikut sejumlah komponen penting dalam battery pack mobil listrik.
1. Sel baterai
Sel baterai merupakan bagian utama yang berfungsi menyimpan energi listrik. Salah satu teknologi yang banyak digunakan pada mobil listrik adalah lithium-ion karena memiliki karakteristik yang sesuai untuk kebutuhan penyimpanan energi kendaraan.
Material kimia yang digunakan dalam sel baterai turut menentukan karakteristiknya, termasuk kepadatan energi, kemampuan menyalurkan daya, serta usia pemakaian.
2. Konektor dan penghantar listrik
Konektor, kabel, serta penghantar listrik berfungsi menghubungkan sel-sel baterai agar energi dapat mengalir sesuai kebutuhan kendaraan.
Proses penyambungan komponen tersebut dapat menggunakan beberapa metode, seperti pengelasan laser, pengikatan ultrasonik, atau pengencang mekanis. Pemilihan metode bergantung pada desain battery pack dan kebutuhan sistem.
3. Battery Management System (BMS)
Battery Management System atau BMS merupakan sistem elektronik yang bertugas memantau kondisi baterai. Parameter yang diperhatikan antara lain tegangan, arus listrik, dan suhu.
BMS juga membantu menyeimbangkan kondisi antarsel agar baterai dapat bekerja secara optimal.
Baca Juga: Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Bogor Tembus 423 Kasus, Pemkab Perkuat Hal Ini
Apabila terdeteksi kondisi yang berpotensi membahayakan, sistem ini dapat menjalankan mekanisme perlindungan, termasuk memerintahkan pemutusan aliran listrik sesuai rancangan kendaraan.
4. Sistem pengatur suhu baterai
Suhu memiliki pengaruh besar terhadap kinerja dan usia baterai. Karena itu, battery pack dilengkapi sistem pengelolaan termal untuk membantu mempertahankan suhu dalam rentang operasional yang sesuai.
Sistem tersebut dapat menggunakan pompa, saluran cairan pendingin, sensor suhu, serta penukar panas.
Pada desain tertentu, sistem juga dapat membantu menghangatkan baterai ketika suhu terlalu rendah.
Pengaturan suhu diperlukan karena kondisi terlalu dingin maupun terlalu panas dapat memengaruhi kemampuan baterai dalam menyimpan dan menyalurkan energi.
5. Rumah atau pelindung baterai
Seluruh komponen baterai ditempatkan di dalam struktur pelindung yang dirancang untuk membantu melindungi sistem dari air, debu, garam, serta benturan.
Rumah baterai juga berperan dalam menjaga isolasi listrik dan mendukung pengelolaan suhu.
Desain pelindung harus disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan dan standar keselamatan yang diterapkan produsen.
6. Sistem pemutus arus dan komunikasi
Baca Juga: Ada Mini Zoo! Nakita Garden Gunung Geulis Jadi Tempat Kuliner Keluarga di Bogor
Battery pack juga dilengkapi sistem pemutus arus yang berfungsi memutus sambungan listrik bertegangan tinggi ketika diperlukan, terutama dalam kondisi tertentu yang membutuhkan perlindungan.
Sementara itu, sistem komunikasi memungkinkan baterai bertukar informasi dengan berbagai sistem elektronik kendaraan.
Pertukaran data ini membantu memastikan komponen kendaraan bekerja secara terkoordinasi.
Empat Jenis Baterai yang Perlu Diketahui
Baterai pada kendaraan memiliki fungsi dan karakteristik berbeda, bergantung pada jenis kendaraan serta kebutuhan daya. Berikut empat jenis baterai yang perlu diketahui.
1. Baterai 12 Volt
Baterai 12 volt umumnya digunakan untuk memasok energi ke berbagai perangkat pendukung kendaraan, seperti lampu, radio, dan sistem elektronik lainnya.
Pada mobil listrik, baterai ini juga berperan dalam mengaktifkan sistem kendaraan dan memasok daya bagi sejumlah komponen elektronik bertegangan rendah.
Baterai 12 volt konvensional umumnya menggunakan teknologi timbal-asam atau lead-acid. Namun, beberapa kendaraan modern telah menggunakan baterai lithium-ion yang menawarkan bobot lebih ringan.
Baterai 12 volt berbeda dari baterai traksi utama yang menyimpan energi untuk menggerakkan motor listrik pada kendaraan listrik murni.
2. Baterai Mobil Hybrid
Mobil hybrid menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik. Baterainya berfungsi menyimpan energi yang digunakan motor listrik untuk membantu penggerak kendaraan.
Baca Juga: PKH BPNT Cair 13 Oktober 2026, Susulan Tahap 2 dan 3 Masih Berlanjut
Bantuan tenaga listrik tersebut dapat dimanfaatkan ketika kendaraan membutuhkan daya tambahan, misalnya saat berakselerasi. Pada banyak kendaraan hybrid, baterai juga memperoleh energi dari proses pengereman regeneratif.
Melalui mekanisme ini, sebagian energi gerak yang biasanya terbuang saat kendaraan melambat diubah menjadi energi listrik dan disimpan kembali ke baterai.
Kapasitas baterai mobil hybrid pada umumnya lebih kecil dibandingkan mobil listrik murni karena kendaraan masih menggunakan mesin pembakaran internal sebagai bagian dari sistem penggeraknya.
3. Baterai Mobil Listrik Murni
Pada mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV), baterai traksi menjadi sumber energi utama untuk menggerakkan motor listrik.
Kapasitas baterai berbeda-beda sesuai model kendaraan dan kebutuhan jarak tempuh.
Ukuran kapasitasnya biasanya dinyatakan dalam kilowatt-jam (kWh), yang menunjukkan banyaknya energi yang dapat disimpan.
Kapasitas yang lebih besar memungkinkan penyimpanan energi lebih banyak. Namun, jarak tempuh mobil listrik tidak hanya ditentukan oleh kapasitas baterai.
Efisiensi motor, bobot kendaraan, kecepatan, kondisi jalan, serta penggunaan pendingin kabin juga memengaruhi konsumsi energi.
Baca Juga: PKH BPNT Cair 13 Oktober 2026, Susulan Tahap 2 dan 3 Masih Berlanjut
Baterai traksi umumnya memiliki bobot cukup besar sehingga menjadi salah satu komponen terberat pada mobil listrik.
Untuk mengatasinya, produsen terus mengembangkan desain baterai yang lebih ringkas, efisien, dan terintegrasi dengan struktur kendaraan.
4. Baterai Performa Tinggi
Baterai performa tinggi dirancang untuk kendaraan yang membutuhkan daya besar dalam waktu relatif singkat.
Salah satu penerapannya adalah mobil balap listrik, termasuk kendaraan yang berkompetisi di Formula E.
Baterai jenis ini harus mampu menyalurkan daya sesuai kebutuhan performa kendaraan sekaligus mengelola panas yang timbul selama pengoperasian.
Sistem pendingin menjadi bagian penting untuk menjaga suhu baterai tetap berada dalam rentang yang sesuai, terutama ketika kendaraan digunakan dalam kondisi berat.
Baca Juga: Honda Step WGN e HEV, MPV Hybrid Premium Ini Punya Kabin Super Praktis
Selain kemampuan menyalurkan daya, pengereman regeneratif juga berperan dalam pengelolaan energi pada kendaraan balap listrik.
Teknologi ini memungkinkan sebagian energi saat pengereman dikonversi kembali menjadi listrik untuk digunakan atau disimpan dalam baterai.
Dengan rancangan yang sesuai, baterai performa tinggi dapat mendukung kebutuhan daya kendaraan sekaligus membantu meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi. (Fauzan Kaifah/MG)
Editor : Yosep Awaludin