5 Cara Menghemat Baterai Mobil Listrik, Teknik Eco-Driving Bikin Jarak Tempuh Lebih Jauh

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:20 WIB
Ilustrasi Teknik Eco-Driving untuk menghemat baterai mobil listrik. (Foto : Google)
Ilustrasi Teknik Eco-Driving untuk menghemat baterai mobil listrik. (Foto : Google)

RADAR BOGOR – Konsumsi baterai mobil listrik tidak hanya ditentukan oleh kapasitas baterai dan spesifikasi kendaraan.

Kebiasaan pengemudi saat berakselerasi, mengatur suhu pendingin kabin, hingga memanfaatkan fitur pengereman regeneratif turut memengaruhi efisiensi energi dan jarak tempuh kendaraan.

Bagi pengguna yang baru beralih dari mobil bermesin bensin ke mobil listrik atau Electric Vehicle (EV), memahami teknik berkendara yang tepat menjadi hal penting.

Pasalnya, karakter motor listrik yang mampu menghasilkan torsi secara instan membuat akselerasi terasa responsif, tetapi kebiasaan mengemudi agresif berpotensi meningkatkan konsumsi daya baterai.

Mengutip ulasan edukasi teknis dari kanal YouTube DENI D2S, efisiensi penggunaan baterai mobil listrik sangat dipengaruhi oleh gaya berkendara atau driving style.

Selain itu, kemampuan pengemudi dalam memanfaatkan sistem pengereman regeneratif atau regenerative braking juga berperan dalam mengoptimalkan penggunaan energi.

Baca Juga: De Padee Sudut Pandang 95, Tempat Ngopi Adem dan Murah di Bogor

Ada sejumlah teknik eco-driving yang dapat diterapkan agar baterai mobil listrik tidak cepat terkuras saat digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Berikut lima cara yang perlu diperhatikan.

1. Manfaatkan Regenerative Braking untuk Mengembalikan Energi

Salah satu fitur penting pada mobil listrik yang perlu dipahami pengemudi adalah regenerative braking.

Teknologi ini memungkinkan energi kinetik yang dihasilkan ketika kendaraan melambat atau mengalami deselerasi dikonversi menjadi energi listrik.

Energi yang diperoleh dari proses tersebut kemudian disalurkan kembali ke baterai utama untuk dimanfaatkan sebagai sumber tenaga kendaraan.

Dengan demikian, sebagian energi yang biasanya terbuang ketika mobil melambat dapat digunakan kembali.

Pemanfaatan pengereman regeneratif secara tepat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan baterai sekaligus mendukung penambahan jarak tempuh.

Meski demikian, energi yang berhasil dipulihkan bergantung pada kondisi kendaraan, kecepatan, tingkat regenerasi, dan kapasitas baterai. Fitur ini bukan berarti baterai dapat terisi penuh tanpa pengisian daya eksternal.

2. Gunakan One-Pedal Driving Saat Menghadapi Kemacetan

Mobil listrik modern umumnya menyediakan pengaturan tingkat pengereman regeneratif yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan berkendara.

Salah satu fitur yang bisa dimanfaatkan untuk perjalanan di perkotaan adalah one-pedal driving.

Melalui mode tersebut, pengemudi dapat mengurangi kecepatan kendaraan hanya dengan mengangkat kaki dari pedal akselerator secara bertahap.

Baca Juga: 3 Kategori KPM Bansos PKH-BPNT Diprediksi Cair Perdana pada Tahap 4

Sistem akan meningkatkan perlambatan melalui pengereman regeneratif hingga kendaraan dapat berhenti, tergantung karakteristik dan pengaturan mobil.

Fitur ini cukup membantu ketika menghadapi lalu lintas padat yang mengharuskan kendaraan berulang kali melambat dan kembali berjalan.

Selain mengurangi kebutuhan penggunaan pedal rem mekanis dalam kondisi tertentu, one-pedal driving juga memungkinkan energi selama perlambatan dipulihkan ke baterai.

Namun, pengemudi tetap harus memahami karakter respons kendaraan dan menggunakan pedal rem ketika diperlukan untuk memastikan keselamatan.

pengemu

3. Hindari Akselerasi Mendadak agar Baterai Tidak Boros

Karakter motor listrik berbeda dari mesin pembakaran internal. Motor listrik mampu menghasilkan torsi secara instan sejak kendaraan mulai bergerak sehingga respons akselerasinya terasa cepat.

Kondisi tersebut sering membuat pengemudi tergoda untuk menginjak pedal akselerator secara dalam.

Padahal, akselerasi agresif yang dilakukan berulang kali dapat meningkatkan konsumsi energi baterai.

Kebiasaan mempercepat kendaraan secara mendadak, kemudian mengerem keras, juga membuat penggunaan energi menjadi kurang efisien. Pola berkendara yang dikenal sebagai stop-and-go agresif sebaiknya dihindari.

Dalam kondisi tertentu, gaya mengemudi agresif disebut dapat meningkatkan konsumsi listrik hingga 20 persen dibandingkan pola berkendara yang lebih halus.

Besarnya peningkatan tersebut tetap bergantung pada kondisi jalan, kecepatan, kendaraan, dan cara mengemudi.

Baca Juga: Motor Sering Mati Sendiri? Coba Cara Ini untuk Atasi Gas Tidak Stabil

Untuk menjaga efisiensi, tekan pedal akselerator secara perlahan dan bertahap. Usahakan mempertahankan kecepatan yang stabil serta membaca kondisi lalu lintas di depan agar tidak terlalu sering melakukan pengereman mendadak.

Teknik ini membantu mengurangi kebutuhan energi berlebih sekaligus membuat perjalanan terasa lebih nyaman.

4. Atur Suhu AC Mobil Listrik agar Konsumsi Energi Lebih Efisien

Penggunaan pendingin udara atau air conditioner (AC) juga perlu diperhatikan oleh pemilik mobil listrik.

Berbeda dari anggapan sebagian pengemudi, AC bukan sekadar fitur kenyamanan, melainkan salah satu komponen yang ikut menggunakan energi dari baterai utama.

Ketika suhu kabin diatur terlalu rendah, terutama saat cuaca di luar sangat panas, sistem pendingin harus bekerja lebih keras untuk mencapai dan mempertahankan suhu yang diinginkan.

Akibatnya, konsumsi listrik dapat meningkat dan berpengaruh terhadap jarak tempuh kendaraan.

Untuk membantu menghemat baterai, pengemudi dapat mengatur suhu AC pada tingkat yang tetap nyaman, misalnya sekitar 23–24 derajat Celsius, kemudian menyesuaikannya dengan kondisi cuaca dan kebutuhan penumpang.

Pengaturan tersebut dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga efisiensi energi selama perjalanan harian.

Selain suhu, penggunaan fitur pendingin lainnya dan kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi kebutuhan energi AC.

Karena itu, pengaturan yang bijak lebih dianjurkan daripada terus-menerus menggunakan pendinginan maksimal.

Baca Juga: PKH BPNT Cair 14 Oktober 2026: KKS Baru Dapat BPNT Tahap 3 Susulan

5. Sesuaikan Regenerative Braking dengan Kondisi Baterai dan Jalan

Pengemudi mobil listrik juga perlu memperhatikan tingkat pengisian baterai atau State of Charge (SoC), terutama ketika ingin memaksimalkan pengereman regeneratif.

Pada sejumlah kendaraan listrik, kemampuan menerima energi hasil regenerasi dapat berkurang ketika kapasitas baterai mendekati penuh.

Kondisi tersebut terjadi karena ruang untuk menyimpan energi tambahan semakin terbatas.

Saat baterai terisi hampir 100 persen, sistem dapat membatasi pengereman regeneratif secara otomatis.

Akibatnya, kemampuan memulihkan energi ketika kendaraan melambat bisa menurun dibandingkan ketika kapasitas baterai masih lebih rendah.

Oleh karena itu, pengemudi perlu memahami karakteristik sistem regeneratif pada kendaraan masing-masing, termasuk indikator dan peringatan yang ditampilkan di dasbor.

Kondisi jalan juga tidak boleh diabaikan. Ketika berkendara di tengah hujan deras atau melewati permukaan jalan yang licin, pengemudi perlu lebih berhati-hati dalam menentukan tingkat pengereman regeneratif.

Pada kendaraan yang memungkinkan pengaturan tersebut, mengurangi tingkat regenerasi dapat membantu membuat perlambatan lebih halus.

Namun, pengaturan yang tepat bergantung pada karakter kendaraan dan kondisi jalan.

Pengemudi sebaiknya menghindari perubahan perlambatan secara mendadak, menjaga kecepatan, serta memastikan ban tetap memiliki traksi yang memadai. Instruksi keselamatan dari produsen kendaraan tetap menjadi acuan utama.

Baca Juga: PKH BPNT Cair, Bukti Pencairan di KKS Mandiri, BRI, dan BNI

Terapkan Eco-Driving untuk Memaksimalkan Jarak Tempuh Mobil Listrik

Menghemat baterai mobil listrik tidak selalu membutuhkan teknologi tambahan. Kebiasaan berakselerasi secara halus, memanfaatkan regenerative braking, menggunakan fitur one-pedal driving sesuai kondisi, serta mengatur AC dengan bijak dapat membantu meningkatkan efisiensi energi.

Pengemudi juga perlu menyesuaikan teknik berkendara dengan tingkat pengisian baterai dan kondisi jalan, terutama ketika menghadapi hujan atau permukaan licin.

Dengan menerapkan prinsip eco-driving secara konsisten, konsumsi listrik dapat dikelola lebih efisien sehingga jarak tempuh kendaraan berpotensi meningkat.

Kebiasaan berkendara yang tepat juga mendukung kenyamanan dan membantu menjaga penggunaan komponen kendaraan sesuai peruntukannya. (Adi/Boash)

Editor : Yosep Awaludin
mobil listrik pengemudi baterai