Suzuki Every: Minibus Jepang Langka di Indonesia

Eli Kustiyawati • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:37 WIB
Mobil Suzuki Every (YouTube Wahyu Ekoo)
Mobil Suzuki Every (YouTube Wahyu Ekoo)

RADAR BOGOR - Suzuki Every adalah saudara jauh Suzuki Carry yang didatangkan langsung dari Jepang dan kini jadi incaran sebagian pencinta mobil hobi.

Dari luar, tampilannya tampak biasa, seperti mobil tahun 2000-an pada umumnya. Namun di dalamnya, mobil ini punya fitur yang sangat lengkap untuk kelasnya.

Ironisnya, fitur yang terlalu lengkap itu membuat harganya kurang kompetitif, sehingga mobil ini kurang laku dan populasinya di Indonesia sangat sedikit.

Artikel ini membahas sejarah, desain, mesin, interior, hingga harga Suzuki Every, termasuk apakah masih layak dipertimbangkan di tahun 2026.

Baca Juga: Zero Motorcycles Bakal Punya Fast Charging, Isi Baterai 20–80 Persen di Bawah 30 Menit

Sejarah Singkat Suzuki Every

Suzuki Every masih satu keluarga dengan Suzuki Carry, tepatnya generasi ke-10 dari silsilah Carry.

Berikut garis besar perjalanan Carry di Indonesia.

Baca Juga: 7 Sensor Mobil Penyebab Lampu Cek Engine Menyala

Di Indonesia, perjalanan Carry berhenti di generasi tersebut, sedangkan di Jepang berlanjut sampai generasi ke-11.

Mengapa Every Masuk Indonesia?

Pada awal 2000-an, Suzuki ingin memasukkan minibus berbentuk semi bonet ke pasar Asia. Saat itu, minibus bermoncong sudah diwakili Kijang dan Panther, sedangkan minibus berbentuk pendek sudah ada Daihatsu Zebra dan Suzuki Carry. Suzuki pun mencoba memasukkan Every, pada dasarnya untuk menguji pasar.

Mobil ini lebih dulu dipasarkan di Malaysia, tetapi responsnya kurang baik karena kelasnya nanggung, yakni mobil keluarga tujuh penumpang berukuran kecil seperti Karimun kotak. Sisa sekitar 500 unit di Malaysia kemudian dicoba dijual di Indonesia pada sekitar 2003 sampai 2004.

Baca Juga: 5 Cara Menghemat Baterai Mobil Listrik, Teknik Eco-Driving Bikin Jarak Tempuh Lebih Jauh

Responsnya di Indonesia juga tidak bagus. Ukurannya lebih kecil daripada Carry ST100 yang saat itu masih dijual baru, dan harganya kurang kompetitif karena berstatus CBU dari Jepang. Suzuki akhirnya tidak melanjutkan Every dan memilih mengembangkan pengganti yang lebih murah, berfitur secukupnya, dan jauh lebih besar, yaitu Suzuki APV, yang juga berbentuk semi bonet.

Desain: Kecil di Luar, Unik di Detail

Desain Suzuki Every tergolong kurang menarik dan dimensinya tidak umum. Panjangnya sekitar 3,7 meter, hanya sekitar 26 cm lebih panjang daripada Suzuki Karimun kotak, tetapi kabinnya bisa memuat sampai tujuh orang.

Bagian Depan

Baca Juga: Lepas E4 EV Gebrak Pasar Mobil Listrik, Harga Rp339 Jutaan, Jarak Tempuh hingga 600 Km

Bentuknya semi bonet. Kap di depan bukan untuk mesin, melainkan untuk komponen seperti air wiper, minyak rem, radiator, dan AC. Mesinnya sendiri berada di tengah, tepatnya di bawah jok pengemudi.

Lampu depannya masih khas awal 2000-an dengan kaca buram, dan lampu sein ada di bagian bawah. Gril sewarna bodi mirip milik Karimun kotak, dan di bawahnya ada fog lamp dengan posisi serta proporsi yang pas.

Bagian Samping

Bentuknya mengotak dengan kaca mengotak, dimensi tidak terlalu panjang tetapi cukup tinggi. Ada lampu sein di fender dan spion berdesain unik. Yang paling menarik, pintu baris kedua memakai sliding door.

Baca Juga: Motor Sering Mati Sendiri? Coba Cara Ini untuk Atasi Gas Tidak Stabil

Bagian Belakang

Ini bagian yang paling enak dilihat, dengan gaya JDM yang kuat. Ada spoiler bawaan pabrik, wiper, defogger, garnish krom di tengah, dan lampu belakang model kristal.

Mesin dan Konsumsi Bahan Bakar

Suzuki Every memakai mesin G13B, 4 silinder, 1.300 cc, SOHC, yang sudah berteknologi injeksi sehingga terbilang cukup modern.

Baca Juga: Motor Sering Mati Sendiri? Coba Cara Ini untuk Atasi Gas Tidak Stabil

Spesifikasi

Baca Juga: Mobil Awet Tak Cukup Ganti Oli, Tune Up Juga Penting

Konsumsi bahan bakarnya tergolong standar, tidak terlalu irit tetapi juga tidak boros.

Interior dan fitur: bagian yang paling mengejutkan

Material kabinnya biasa saja, tetapi fiturnya terbilang modern untuk mobil seukuran ini, bahkan dibanding minibus di era yang sama.

Power window empat pintu. Namun spion masih manual, jadi sebaiknya berkendara minimal berdua agar ada yang membantu mengatur spion kiri.

Baca Juga: Vario eSP Brebet Saat Tarikan Awal? Ternyata Gegara Masalah Ini

Banyak tombol di sisi kanan setir. Ada tombol wiper dan washer belakang, rear defogger, wiper depan, pemati AC belakang, dan rear heater.

Rear heater. Di bawah kaki penumpang baris ketiga ada heater yang menghembuskan angin ke area kaki.

Panel instrumen bergaya JDM. Latar putih dengan informasi cukup lengkap, meski semuanya masih analog. Tombol hazard ada di belakang setir seperti minibus pada umumnya.

Pengaturan AC lengkap. Ada pengaturan arah hembusan, sirkulasi udara luar-dalam, kecepatan kipas, dan heater.

Baca Juga: Ini Solusi untuk Lampu Motor Redup Saat Langsam, Cek Sekarang

Head unit double din. Di bawahnya ada asbak, soket daya, dan tempat gelas.

Sunroof besar. Ukurannya lumayan besar, tetapi hanya tersedia di versi transmisi otomatis.

Mini captain seat di baris kedua. Joknya kecil, tanpa sandaran tangan, dan posisinya rendah sehingga duduk terasa agak jongkok, tetapi headroom masih luas. Jok bisa dimodifikasi agar lebih tinggi.

Baris ketiga lebih tinggi. Duduk terasa lebih nyaman dan kacanya besar sehingga tidak terkesan sempit. Kisi AC tersedia sampai baris ketiga.

Baca Juga: Ini Solusi untuk Lampu Motor Redup Saat Langsam, Cek Sekarang

Penyimpanan dan Bagasi

Tempat penyimpanan tidak banyak karena ukuran mobil yang kompak. Ada glove box tertutup dan penyimpanan terbuka seperti di Karimun kotak. Bagasinya tidak besar, tetapi masih muat barang kecil seperti tas ransel atau sepatu. Jika hanya dipakai berempat, jok baris ketiga bisa dilipat, tetapi harus dilipat penuh dan tidak bisa setengah.

Rasa Berkendara, Keselamatan, dan Kekedapan Kabin

Berkendara. Rasanya mirip menyetir minibus semi bonet seperti Futura atau APV: posisi duduk tinggi, commanding, dan visibilitas luas karena kaca besar dan pilar tipis. Kenyamanannya kurang, terutama di kecepatan tinggi, ketika mobil terasa limbung. Penyebabnya angin, bukan suspensi.

Baca Juga: Salah Pilih Busi Motor Bisa Bikin Tenaga Ngempos, Warga Bogor Wajib Tahu

Keselamatan. Fitur keselamatannya minim: satu airbag depan, rem cakram di depan, tromol di belakang, dan sabuk pengaman.

Kekedapan kabin. Cukup baik dalam meredam suara dari luar. Suara mesin tetap terdengar karena posisinya di bawah jok.

Harga dan Pajak

Baca Juga: Mesin Motor Cepat Panas? Saringan Oli Kotor Bisa Jadi Penyebabnya

Karena mulai banyak dilirik, harga Suzuki Every perlahan naik. Unit berkondisi standar dan unit terawat hasil restorasi lengkap dengan aksesori JDM dijual dengan rentang harga yang cukup jauh.

Cek harga terbaru di pasar mobil bekas sebelum membeli. Pajak tahunannya sekitar Rp1 juta sampai Rp1,5 juta, bisa lebih murah atau lebih mahal tergantung tahun, daerah, dan kepemilikan.

Apakah Layak Jadi Mobil Harian?

Baca Juga: Kampas Rem Motor Cepat Habis? Warga Bogor Perlu Cek 4 Komponen Ini

Tergantung kebutuhan. Untuk dipakai sendiri atau berdua, masih bisa. Sebagai mobil keluarga, ukurannya terlalu kecil. Dengan harga yang sama, ada banyak pilihan mobil lain yang lebih nyaman dan lebih luas.

Sebagai kendaraan niaga pun kapasitasnya kurang besar, dan sayang karena mobilnya langka serta beberapa suku cadangnya mungkin sulit dicari jika rusak.

Jadi, Suzuki Every lebih cocok dijadikan mobil hobi atau mobil kedua.***

Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : YouTube Wahyu Ekoo
Suzuki Every Suzuki Carry mobil