RADAR BOGOR - Lampu indikator check engine berwarna kuning yang menyala saat berkendara bisa menjadi tanda adanya gangguan pada mesin, sistem bahan bakar, atau emisi mobil.
Kondisi ini perlu diperhatikan oleh pemilik kendaraan, termasuk warga Bogor, karena penyebabnya bisa berasal dari tujuh sensor penting.
Mengenali gejalanya sejak dini dapat membantu mencegah kerusakan lebih parah dan menghindari penggantian komponen yang sebenarnya masih berfungsi normal.
Baca Juga: Penilaian Bogor Bersih 2026, DPMTSP Atur Kebersihan Kantor, Sampah Dipilah untuk Bank Sampah
7 Sensor Mobil yang Bisa Memicu Check Engine
Menurut pembahasan kanal YouTube Tips Otomotif Channel, ada tujuh sensor yang perlu diperiksa ketika lampu check engine menyala.
1. Sensor MAF (Mass Airflow)
Mengukur jumlah udara yang masuk ke mesin. Jika kotor atau bermasalah, mesin bisa kehilangan tenaga, langsam tidak stabil, dan konsumsi BBM meningkat.
2. Sensor oksigen
Memantau kadar oksigen dalam gas buang untuk membantu mengatur campuran udara dan bahan bakar. Gangguan pada sensor ini dapat meningkatkan konsumsi BBM dan emisi.
3. Sensor MAP (Manifold Absolute Pressure)
Mengukur tekanan udara di intake manifold. Kerusakannya bisa menyebabkan akselerasi lambat, mesin tidak stabil, dan konsumsi bahan bakar meningkat.
Baca Juga: Penilaian Bogor Bersih 2026, DPMTSP Atur Kebersihan Kantor, Sampah Dipilah untuk Bank Sampah
4. Sensor TPS (Throttle Position Sensor)
Membaca posisi katup throttle. Jika bermasalah, respons pedal gas dapat tersendat dan putaran mesin menjadi tidak stabil.
5. Sensor CKP (Crankshaft Position)
Membantu ECU membaca posisi dan putaran poros engkol. Gangguan pada sensor atau rangkaiannya dapat membuat mesin sulit hidup hingga mati mendadak.
6. Sensor CMP (Camshaft Position)
Membantu menentukan waktu pengapian dan injeksi bahan bakar. Masalah pada sensor ini dapat membuat mesin sulit dinyalakan atau kehilangan tenaga.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Ancam Potong Tunjangan Camat dan Lurah di Cimahi, Ini Pemicunya
7. Sensor ECT (Engine Coolant Temperature)
Membaca suhu cairan pendingin mesin. Data yang keliru bisa mengganggu pengaturan mesin dan meningkatkan konsumsi BBM.
Jangan Langsung Mengganti Sensor
Lampu check engine menyala tidak selalu berarti sensornya rusak. Kabel putus, konektor longgar, kebocoran saluran udara, hingga gangguan pada komponen lain juga bisa memicu peringatan serupa.
Karena itu, warga Bogor sebaiknya melakukan pemindaian menggunakan alat diagnostik OBD2 yang sesuai dengan kendaraan.
Baca Juga: 5 Part Racing Motor yang Berisiko Merusak Mesin, Warga Bogor Wajib Tahu
Kode kerusakan yang muncul dapat membantu mempersempit penyebab, tetapi tetap perlu pemeriksaan lanjutan sebelum komponen diganti.
Perhatikan Jika Lampu Check Engine Berkedip
Jika lampu check engine menyala stabil dan mobil masih berjalan normal, segera jadwalkan pemeriksaan di bengkel. Hindari perjalanan yang tidak perlu sampai penyebabnya diketahui.
Namun, jika lampu berkedip disertai mesin bergetar atau tersendat, segera kurangi beban mesin dan berhenti di tempat aman. Kondisi tersebut dapat menandakan misfire yang berisiko merusak catalytic converter.
Baca Juga: Jangan Asal Ganti Aki Motor, Warga Bogor Wajib Cek Sistem Pengisian
Jika mesin mengalami panas berlebih, kehilangan tenaga secara drastis, atau mengeluarkan suara tidak normal, hentikan kendaraan dan cari bantuan. Jangan membuka tutup radiator ketika mesin masih panas.
Diagnosis Tepat Bisa Menghemat Biaya Perbaikan
Bagi warga Bogor, memahami fungsi sensor mobil dapat membantu mengenali gejala awal kerusakan. Meski demikian, pemeriksaan menyeluruh tetap diperlukan karena satu gejala bisa disebabkan oleh beberapa masalah berbeda.
Jangan mengabaikan lampu check engine atau buru-buru membeli sensor baru. Diagnosis yang tepat membantu menentukan perbaikan sesuai kebutuhan.****
Editor : Asep SuhendarSumber : youtube tips otomotif channel