RADAR BOGOR - Mitsubishi Lancer generasi kelima, atau Lancer CB series, mungkin satu-satunya sedan 1990-an yang cocok diajak bermain di tanah.
Dulu mobil ini sering dipasarkan sebagai "Evo", padahal Mitsubishi tidak pernah menjual Evo secara resmi di Indonesia.
Artikel ini membahas sejarah, desain, mesin, interior, rasa berkendara, hingga harga bekas dari mobil Mitsubishi Lancer.
Sejarah Singkat Mitsubishi Lancer
Baca Juga: Mercedes-Benz W202, Mobil Eropa Murah dan Elegan
Lancer sangat terkenal di era 1990-an. Di dunia nyata, mobil ini sering menjuarai ajang reli. Di layar lebar, Lancer muncul di beberapa film, antara lain Thunderbolt yang dibintangi Jackie Chan dan Initial D.
Garis besar generasi Lancer:
- Generasi 1 (1973): Lancer Celeste
- Generasi 2 (1979): Lancer SL
- Generasi 3 (1983): Lancer Fiore, sudah penggerak depan, kurang populer karena bentuknya
- Generasi 4 (1988): Lancer Dangan
- Generasi 5 (1991): Lancer Lancer Dangan atau yang dikenal sebagai Lancer CB series
- Generasi 6 (1996): CK4
- Generasi 7 (2002): Lancer Cedia
- Generasi 8 (2007): Lancer EX, yang sering dipakai sebagai mobil polisi
Baca Juga: Mulai Rp2 Jutaan, Ini 5 Rekomendasi Dashcam Mobil untuk Rekam Perjalanan
Lancer CB dianggap salah satu yang paling timeless, dan harganya paling masuk akal bagi yang ingin mengubah tampilan menjadi Evo 3. Namun perlu diingat, itu sebatas tampilan. Kalau sampai mengubah mesin dan sistem penggerak, ceritanya sudah berbeda.
Desain dan Pilihan Trim
Dalam kondisi standar, tampilannya kurang menarik dibanding pesaing seperti Honda Civic Genio atau Corolla, terutama pada trim terbawah.
Tiga trim yang dijual di Indonesia:
Baca Juga: Mobil Toyota Soluna: Sedan Murah dan Awet
- CB2 (GLX): trim terbawah
- CB4 (GLXi): trim tengah
- CB5 (GTi): trim tertinggi, populasinya langka karena dijual hanya sebentar
Di pasar global, mobil ini berbasis Mitsubishi Mirage generasi keempat. Variannya banyak, termasuk wagon (Mitsubishi Libero), hatchback, dan coupe dua pintu.
Di Malaysia, mobil ini juga di-rebadge Proton sebagai Wira, Satria, dan Jumbuck, sebuah sedan pikap yang wajahnya banyak diubah menjadi Evo.
Baca Juga: Suzuki Baleno Gen 1: Sedan Murah, Mudah Dirawat
Perbedaan antartrim
- Depan CB2: grill sewarna bodi.
- Depan CB4: grill lebih minimalis dengan aksen krom.
- Depan CB5: grill minimalis sewarna bodi tanpa krom. Khusus GTi punya fog lamp dan lip tambahan di bumper bawah.
- Samping CB5 GTi: side skirt tambahan dan rem cakram depan-belakang.
- Belakang CB5 GTi: spoiler bawaan pabrik.
Baca Juga: Suzuki Baleno Gen 1: Sedan Murah, Mudah Dirawat
Ukurannya kompak: panjang 4,3 meter, lebar 1,7 meter, tinggi 1,4 meter, wheelbase 2,5 meter, dan ground clearance 185 mm. Bodi kecil ini membuatnya mudah dikendalikan dan banyak dipakai di kompetisi reli.
Mesin dan Transmisi
- CB2 (GLX): mesin 4G15, 1.500 cc, 4 silinder, karburator (sama dengan Colt T120SS). Tenaga 85 hp, torsi 126 Nm.
- CB4 (GLXi): mesin 4G92, 1.600 cc, SOHC, 4 silinder, injeksi. Tenaga 113 hp, torsi 137 Nm.
- CB5 (GTi): mesin 4G93, 1.800 cc, DOHC. Tenaga 140 hp, torsi 168 Nm.
Baca Juga: Motor Adventure Triumph Tiger 1200 Terbaru Punya Suspensi Paling Canggih, Ini Bocorannya
GTi hanya tersedia manual 5 percepatan, sedangkan tipe lain ada pilihan manual 5 percepatan dan otomatis 4 percepatan.
Mesin-mesin ini cukup bandel selama memakai BBM yang sesuai, suku cadang asli, dan oli yang tepat. Titik yang perlu diperhatikan:
- GTi: HLA (hydraulic lash adjuster) yang mengatur celah klep secara otomatis. Oli yang salah bisa membuatnya mampet dan klep jadi berisik.
- CB4: biasanya masalah ada di servo idle up atau TPS.
- Overheat: bukan masalah khusus mobil ini, mobil yang lebih muda pun bisa overheat bila kurang dirawat.
Konsumsi BBM CB4 1.600 cc cukup baik: sekitar 1:11 km/liter dalam kota dan 1:13 km/liter luar kota.
Baca Juga: Motor Manual Mendadak Mati Saat Masuk Gigi 1? Jangan Langsung Ganti Kampas Kopling
Interior dan Fitur
Interior hampir sama di semua trim. Materialnya cukup bagus, bahkan panel pintu memakai bahan soft touch, dan kebanyakan masih solid tanpa bunyi-bunyian.
- Jok: kain, nyaman. Posisi duduk depan selonjor, baris kedua masih lega dengan legroom dan headroom lumayan.
- Pintu pengemudi: power window dan window lock.
- Setir: bisa tilt, tanpa tombol. Electric mirror di sisi kanan setir.
- Dashboard: tombol hazard dan defogger, AC lengkap dengan pengaturan arah dan suhu, jam digital, serta head unit single DIN yang bisa di-upgrade ke double DIN.
- Penyimpanan: beberapa tempat terbuka dan tertutup, asbak depan dan belakang, dua cup holder di tengah, dan armrest baris kedua. Pintu belakang tidak punya tempat penyimpanan.
- Keselamatan: hanya sabuk pengaman khas mobil 1990-an.
Baca Juga: Mazda 3 Hatchback Gen 4, Desain dan Fitur Nyaris Sempurna
Rasa Berkendara
- Visibilitas: sangat luas karena dashboard rendah dan kaca besar.
- Mesin: terasa kencang, terutama GTi. Tenaga mengisi dari putaran bawah dengan torsi yang terasa, tidak meledak-ledak seperti mesin Honda. Pantas jika sering dipakai reli.
- Bodi dan suspensi: kokoh dan solid. Suspensi empuk tetapi tidak seempuk Toyota, sehingga body roll minim.
- Setir: tidak sedirect Honda, tetapi nyaman untuk harian.
- Kabin: peredaman bagus, tidak berisik, dan terkesan lebih luas berkat kaca besar.
Baca Juga: Jangan Langsung Ganti Dinamo! Kenali Penyebab Motor Listrik Muncul Kode Error
Masih layak jadi mobil harian jika kondisinya sehat. Khusus CB5 GTi, sayang dipakai harian karena langka dan harganya cukup mahal.
Harga Bekas dan Pajak
Harga bervariasi tergantung mesin dan kondisi. CB2 dan CB4 berkisar sekitar Rp40 jutaan ke atas untuk kondisi standar, dan lebih tinggi untuk unit yang sangat bagus.
CB5 jauh lebih mahal karena langka, dan unit yang sangat bagus bisa berharga lebih tinggi lagi. Untuk harian, CB4 sudah sangat cukup.
Lancer CB cocok untuk Anda yang mencari sedan bertampang Evo dengan budget ramah kantong, dan masih bisa dipakai harian bila kondisinya sehat. Perhatikan perawatan mesin, terutama oli dan komponen kelistrikan, dan pilih unit yang terawat.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Wahyu Ekoo