Restorasi Suzuki Satria FU Bergaya Semi-CBU Thailand, Motor Ayam Jago Legendaris Era 2000-an

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 10:00 WIB
Tampilan Suzuki Satria FU Legendaris Milik Mas Guru. (Foto: Kanal YouTube Den Dimas)
Tampilan Suzuki Satria FU Legendaris Milik Mas Guru. (Foto: Kanal YouTube Den Dimas)

RADAR BOGOR – Nama Suzuki Satria FU masih memiliki daya tarik tersendiri bagi pencinta otomotif Indonesia.

Suzuki Satria FU yang pernah menjadi salah satu ikon kategori ayam jago pada era 2000-an itu, kembali mencuri perhatian setelah tampil dalam proyek restorasi bergaya semi-CBU Thailand.

Motor Suzuki Satria FU tersebut dijajal melalui kanal YouTube Den Dimas dan merupakan milik seorang narasumber yang dikenal dengan nama Mas Guru. 

Basis yang digunakan adalah Suzuki Satria FU versi lokal berjenis barong, kemudian mendapatkan sejumlah ubahan untuk menghadirkan tampilan yang mendekati versi Thailand.

Meski mengandalkan basis lokal, sejumlah detail visual dibuat berbeda. Perubahan tersebut mencakup penggantian batok lampu depan, pemangkasan bagian bawah bodi, serta penggunaan stripping orisinal yang kondisinya masih terjaga.

Gaya restorasi tersebut membuat Suzuki Satria FU ini memiliki perpaduan antara tampilan khas Thailand dan karakter motor lokal.

Baca Juga: Perbedaan Honda Vario 160 Generasi Pertama dan Vario 160 Evo, Sekilas Mirip Ternyata Banyak Beda

Nilai nostalgia pun semakin terasa karena Satria FU dikenal sebagai salah satu motor yang begitu dekat dengan generasi muda pada era 2000-an.

Daya tarik Satria FU tidak hanya terletak pada tampilannya. Karakter berkendara yang lincah serta posisi duduk yang menjadi ciri khasnya membuat motor ini masih mempunyai penggemar hingga sekarang.

Bodi, Kaki-Kaki, dan Rem Mendapat Ubahan

Restorasi Suzuki Satria FU tersebut tidak hanya menyentuh bagian eksterior. Sejumlah komponen pada sektor kaki-kaki juga diperbarui untuk membuat tampilan motor terlihat lebih berisi sekaligus mendukung pengendalian.

Pada bagian pelek, motor ini menggunakan komponen yang berasal dari Satria dua tak, yang dikenal dengan sebutan lumba-lumba atau hiu. Pelek tersebut kemudian dipadukan dengan ban berkualitas.

Untuk bagian belakang, terdapat swing arm aftermarket asal Malaysia dengan merek KTT.

Sistem suspensinya menggunakan sokbreker belakang model tabung dari RCB yang ditujukan untuk menunjang kestabilan motor ketika digunakan berkendara.

Sistem pengereman juga mendapatkan peningkatan. Bagian depan menggunakan kaliper Nissin empat piston, sedangkan bagian belakang dibekali kaliper dua piston. Keduanya dipadukan dengan piringan cakram berukuran lebar.

Beranjak ke area kemudi, Satria FU ini memakai setang model down-size yang dipadukan dengan master rem RCB. Sementara lampu utama menggunakan teknologi bilet modern.

Kombinasi tersebut menghadirkan perpaduan antara tampilan klasik khas Satria FU dengan sejumlah komponen modern yang tetap mendukung penggunaan motor untuk aktivitas sehari-hari.

Mesin 150 cc dengan Transmisi 6 Percepatan

Sektor mesin tetap menjadi salah satu daya tarik utama Suzuki Satria FU. Motor ini mengandalkan mesin berkapasitas 150 cc dengan sistem pendingin oli serta transmisi manual enam percepatan.

Baca Juga: KKS Lama Tidak Cair Bertahun-tahun Kini Aktif Lagi, Ini Penyebab Status Exclude Bisa Berubah

Sebagian besar komponen internal mesin masih menggunakan spesifikasi standar pabrik.

Namun, sistem suplai bahan bakar mendapatkan sentuhan melalui penggunaan karburator UMA Racing.

Penggunaan karburator tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan pasokan bahan bakar sehingga respons mesin tetap terasa kuat, baik ketika berada di putaran bawah maupun saat mesin memasuki putaran atas.

Karakter mesin yang responsif kemudian berpadu dengan bobot Suzuki Satria FU yang relatif ringan.

Kombinasi tersebut membuat motor mudah diajak bermanuver, terutama ketika digunakan melewati lalu lintas perkotaan yang padat.

Dengan tampilan restorasi semi-CBU Thailand, sejumlah peningkatan komponen, serta karakter mesin yang masih menjadi ciri khasnya, Suzuki Satria FU tetap mempertahankan daya tarik sebagai salah satu motor ayam jago legendaris di Indonesia.

Bagi para pencinta otomotif, Satria FU bukan sekadar sepeda motor. Model ini juga membawa nilai nostalgia dan kenangan masa remaja yang membuat eksistensinya tetap bertahan di tengah perkembangan sepeda motor modern. (Renno/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
Suzuki Satria FU restorasi otomotif