RADAR BOGOR - Ingin mobil senyaman Honda Civic, tetapi muat banyak orang dan harganya di bawah Rp100 juta? Honda Stream bisa jadi jawabannya.
Mobil 7 seater berbentuk semi wagon ini berbasis Civic generasi ketujuh, kompak, dan bisa dikendarai nyaman oleh pria maupun wanita.
Artikel ini membahas sejarah, desain, mesin, interior, rasa berkendara, hingga harga bekas dan pajaknya.
Sejarah Singkat Honda Stream
Baca Juga: Mobil Toyota Vios Gen 3: Sedan Tangguh dan Nyaman
Honda Stream pertama kali diperkenalkan di Jepang pada Oktober 2000 dan masuk Indonesia pada 2001.
Penjualannya cukup bagus karena memberi kenyamanan layaknya sedan. Basisnya adalah Honda Civic generasi ketujuh atau Civic ES.
Bentuknya menyerupai wagon tetapi lebih kompak, sehingga bisa menjadi alternatif bagi yang menginginkan Honda Odyssey dengan harga lebih terjangkau dan ukuran lebih ringkas.
Di Indonesia hanya generasi pertama yang dijual, yaitu 2001 sampai 2006. Untuk generasi kedua, Honda memperkirakan harganya akan terlalu mahal dan kelasnya nanggung, sehingga lebih memilih memasukkan model yang lebih pasti seperti Jazz, Civic, dan CR-V.
Baca Juga: Jangan Asal Pakai D! Begini Cara Pindah Gigi Mobil Matic di Tanjakan dan Turunan Curam
Desain: Semi Wagon dengan Bagian Belakang yang Menawan
Honda Stream tergolong MPV, tetapi karena berbasis sedan, bentuknya mirip wagon. Disebut semi wagon karena kapasitasnya tujuh penumpang, sementara wagon umumnya lima penumpang.
Ada dua versi:
- Prafacelift (2001-2004)
- Facelift (2004-2006)
Baca Juga: Usia 24 Tahun Masih Hedon! Chevrolet Blazer Samba 2002 Kondisi Mesinnya Bikin Kaget
Pilihan mesinnya 1.700 cc dan 2.000 cc.
Bagian depan
• Prafacelift: lampu berbentuk trapesium yang terkesan "mengantuk". Varian 2.000 cc punya fog lamp.
• Facelift: lampu lebih sporty dengan bulatan terpisah untuk sein, lampu jauh, dan lampu dekat.
• 1.700 cc: grill lebih rata. 2.000 cc: lubang grill lebih besar, bumper lebih sporty, dan ada fog lamp.
Baca Juga: Review Service Pertama Motor Nmax Neo S di Dealer Resmi Yamaha, Begini Hasilnya
Bagian samping
• Atap melandai ke belakang dengan kaca melengkung dan handle pintu model congkel.
• Varian 2.000 cc punya side skirt dan rem cakram depan-belakang. Varian 1.700 cc memakai tromol di belakang.
Bagian belakang
Baca Juga: Warga Bogor Catat, Ini Cara Merawat Roller CVT Motor Matic agar Tidak Cepat Aus
Kaca besar dan lampu memanjang yang tampak menyambung dari kanan ke kiri lewat spoiler atas, plus aksen krom di tengah.
Pembeda prafacelift dan facelift ada di lampu mundur: di bumper (prafacelift) atau di kanan-kiri plat nomor (facelift).
Fitur belakang minimalis: wiper dan defogger. Sensor parkir dan kamera mundur biasanya dipasang pemilik.
Baca Juga: Warga Bogor Catat, Ini Cara Merawat Roller CVT Motor Matic agar Tidak Cepat Aus
Mesin dan Transmisi
1.700 cc
Mesin D17 i-VTEC SOHC, 4 silinder
Tenaga 129 hp pada 6.300 rpm, torsi 155 Nm pada 4.800 rpm
Transmisi manual 5 percepatan atau otomatis 4 percepatan
Konsumsi dalam kota sekitar 1:10 sampai 1:11 km/liter
Baca Juga: Jangan Tergiur Harga Murah dan Fitur Mewah, Ini 5 Tips Membeli Mobil Bekas
2.000 cc
Mesin K20 i-VTEC DOHC, 4 silinder segaris
Tenaga 150 hp, torsi 186 Nm pada 4.000 sampai 4.800 rpm
Transmisi Tiptronic 5 percepatan
Konsumsi dalam kota sekitar 1:8 sampai 1:9 km/liter
Baca Juga: Kabel Mobil Meleleh Saat Korslet? Warga Bogor Wajib Tahu Penyebabnya
Untuk harian, 1.700 cc sudah sangat cukup. Pilih 2.000 cc jika menyukai tenaga lebih besar, dengan konsekuensi BBM lebih boros. Perawatannya tergolong mudah dan suku cadang cukup banyak karena mesinnya dipakai pula di Civic ES dan CR-V generasi awal.
Interior dan Fitur
Desain dashboard Stream terlihat lebih bagus dibanding Civic ES: lebih klasik dan lebih menarik dengan banyak tombol AC.
Baca Juga: Cara Pasang Komponen Kepala Silinder Vario 125, Warga Bogor Wajib Tahu Urutannya
- Fitur dasar sama: setir polos dengan tilt, speedometer analog (2.000 cc facelift tampak lebih modern), power window, electric mirror, dan head unit yang muat hingga double DIN.
- AC: pengaturan cukup lengkap, termasuk arah semburan, heater, dan defogger depan-belakang. Varian 2.000 cc punya fitur auto dan blower ganda untuk baris ketiga.
- Jok: kain pada prafacelift. Varian 2.000 cc facelift memakai jok kulit.
- Posisi duduk pengemudi: sangat ergonomis.
- Baris kedua: tidak terlalu lega, tetapi jok bisa digeser dan ada armrest dengan cup holder.
- Baris ketiga: nyaman untuk anak-anak, agak sempit untuk dewasa tetapi masih bisa. Ada cup holder dan tempat penyimpanan di kanan-kiri, dan bisa dilipat rata lantai dengan mekanisme yang unik.
- Bagasi: pas, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
Baca Juga: Cara Pasang Komponen Kepala Silinder Vario 125, Warga Bogor Wajib Tahu Urutannya
Keselamatan
1.700 cc: belum ada airbag depan dan belum ada sabuk pengaman untuk baris ketiga. Rem belakang tromol, tetapi sudah ada ABS.
2.000 cc: fitur keselamatan lebih lengkap.
Rasa Berkendara
Baca Juga: Rem Cakram Motor Macet dan Kampas Aus, Warga Bogor Wajib Waspada
Rasanya mirip Civic dengan bodi lebih besar di belakang. Handlingnya khas Civic dan fun to drive, apalagi varian 2.000 cc yang nyaman di kecepatan tinggi. Suspensi belakang independen membuatnya lebih stabil, dan posisi duduk ergonomis.
Suspensinya tidak seempuk MPV lain, tetapi tetap nyaman untuk harian. Ukurannya lebih ringkas dari Odyssey.
Visibilitas bagus berkat kaca besar dan kaca kecil di pilar A yang mengurangi blind spot. Tuas transmisi menempel di dashboard sehingga ruang tengah bisa menjadi akses ke belakang, sangat berguna bagi yang punya anak kecil.
Baca Juga: Jangan Asal Pasang, Ini Cara Memasang Ring Piston Motor yang Benar
Harga Bekas dan Pajak
Facelift 1.700 cc: sekitar Rp70 jutaan (angka tidak jelas di transkrip).
Facelift 2.000 cc: jarang dijual, dan jika ada harganya di atas Rp80 jutaan.
Prafacelift: sekitar Rp40 jutaan ke atas, tergantung kondisi.
Pajak: nominal tidak jelas di transkrip. Bisa lebih murah atau mahal tergantung tipe, tahun, daerah, dan kepemilikan.
Baca Juga: Harga BYD M6 CKD Naik, Tenaga Tembus 204 PS dan Jarak Tempuh 600 Km
Honda Stream cocok bagi yang mencari mobil dengan kenyamanan sedan dan bentuk wagon yang bisa dikendarai semua orang.
Mobil ini bisa untuk harian, mobil keluarga, atau mobil hobi karena mesinnya kencang dan perawatan mesinnya relatif mudah.
Namun, perhatikan bagian bodi dan interior, karena komponen yang rusak atau hilang agak sulit dicari dan harganya cukup mahal.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Wahyu Ekoo