RADAR BOGOR - Pernah baru mengisi bensin, tetapi beberapa hari kemudian indikator BBM sudah turun cukup banyak padahal mobil hanya dipakai untuk berangkat kerja, mengantar anak, atau berbelanja?
Sebelum menyalahkan mesin atau langsung ke bengkel, periksa dulu kebiasaan saat mengisi BBM dan cara memakai mobil.
Berikut 10 tips agar konsumsi bahan bakar lebih efisien.
Baca Juga: BBM Mobil Boros Padahal Jarak Dekat? Tips Berikut Ini Bisa Bantu Lebih Irit
1. Jangan Menunggu Tangki Benar-Benar Kosong
Membiasakan diri mengisi saat tangki hampir kosong berisiko membuat Anda kehabisan bahan bakar di jalan, apalagi jika SPBU sulit ditemukan atau terjadi kemacetan panjang.
Pada kendaraan tertentu, pompa bahan bakar berada di dalam tangki dan memakai bahan bakar untuk membantu pendinginan.
Karena itu, ikuti rekomendasi pabrikan dan jangan terus-menerus membiarkan tangki hampir kosong.
Baca Juga: KKS Baru Cair Dobel Rp1,2 Juta? Ini Penyebab dan Cek Faktanya
Tidak ada angka yang berlaku untuk semua mobil, tetapi seperempat tangki bisa dijadikan pengingat untuk mulai mencari SPBU.
Tujuannya bukan membuat bensin irit secara ajaib, melainkan menghindari risiko kehabisan BBM.
2. Apakah Isi BBM di Pagi Hari Lebih Hemat?
Ada anggapan bahwa mengisi bensin pagi hari membuat jumlah yang didapat lebih banyak karena suhu masih dingin.
Baca Juga: Motor Honda Vario Techno Tidak Bisa Double Starter? Ternyata Ini Penyebabnya
Memang volume bahan bakar cair bisa berubah akibat suhu. Namun tangki penyimpanan di SPBU umumnya berada di bawah tanah, sehingga perubahan suhu hariannya tidak sebesar suhu udara di permukaan.
Perbedaan waktu pengisian biasanya tidak signifikan untuk menghemat BBM.
Pilih waktu yang nyaman, hindari antrean panjang, dan fokus pada hal yang lebih berpengaruh seperti cara mengemudi dan kondisi kendaraan.
Baca Juga: Motor Honda Vario Techno Tidak Bisa Double Starter? Ternyata Ini Penyebabnya
3. Pilih BBM Sesuai Rekomendasi Pabrikan
Jangan asal memilih jenis bensin hanya karena harganya lebih murah. Ikuti angka oktan (RON) yang tertera di buku manual.
Bensin beroktan lebih tinggi dari kebutuhan mesin tidak otomatis membuat mobil lebih irit.
Sebaliknya, oktan di bawah rekomendasi dapat mengganggu kinerja mesin dan meningkatkan risiko knocking pada kendaraan tertentu.
Baca Juga: Awas, Kebiasaan Sepele Ini Bikin Motor Cepat Rusak, Warga Bogor Wajib Tahu
4. Isi BBM di SPBU Terpercaya
Isi bahan bakar di tempat resmi dengan fasilitas terawat dan prosedur pengisian yang baik, serta pastikan jenis bahan bakar yang dipilih tidak salah.
Tidak perlu percaya anggapan bahwa kualitas BBM berbeda hanya berdasarkan waktu pengisian.
Jika setelah pengisian mesin tersendat atau muncul gejala tidak normal, catat waktu dan lokasi pengisian, lalu lakukan pemeriksaan. Jangan langsung menyimpulkan penyebabnya tanpa diagnosis yang tepat.
Baca Juga: Penyebab Mesin Honda Beat New Bunyi Kasar, Ternyata Gegara Ini
5. Jangan Memaksa Mengisi Setelah Nosel Berhenti Otomatis
Nosel yang berhenti otomatis berfungsi mencegah tangki terisi berlebihan.
Jika tetap ditambah, bahan bakar bisa meluap atau masuk ke saluran uap bahan bakar pada kendaraan tertentu, sehingga berpotensi mengganggu sistem evaporative emission control.
Kebiasaan ini tidak memberi penghematan berarti dan justru menimbulkan risiko keselamatan serta masalah pada kendaraan.
Baca Juga: Penyebab Mesin Honda Beat New Bunyi Kasar, Ternyata Gegara Ini
6. Jangan Terlalu Fokus pada Nominal Pengisian
Mengisi dengan nominal tertentu, misalnya Rp50.000 atau Rp100.000, tidak menentukan irit atau borosnya mobil. Yang penting adalah berapa banyak bahan bakar yang dipakai untuk jarak tertentu.
Agar akurat, catat jumlah liter dan jarak tempuh. Contohnya, 400 km dengan 40 liter berarti sekitar 10 km/liter. Jika pengisian berikutnya hanya 320 km dengan 40 liter, konsumsi turun menjadi 8 km/liter.
Hasil ini juga dipengaruhi kemacetan, rute, beban, penggunaan AC, dan gaya mengemudi. Dengan pencatatan rutin, Anda tahu apakah mobil benar-benar lebih boros atau hanya kondisi perjalanannya yang berubah.
Baca Juga: Baut Tutup Mesin Scoopy Patah Bikin Oli Bocor? Warga Bogor Wajib Tahu Cara Mengatasinya
7. Cara Mengemudi Sangat Menentukan
Ini salah satu tips terpenting. Menginjak gas mendadak, mengerem keras, dan berulang kali berakselerasi lalu mengerem meningkatkan konsumsi bahan bakar. Cobalah:
Mempercepat mobil secara halus.
Menjaga jarak aman dan mengantisipasi lalu lintas di depan.
Mengurangi kecepatan bertahap saat melihat lampu merah atau kemacetan dari jauh.
Mempertahankan kecepatan stabil di jalan bebas hambatan, dan memakai cruise control jika tersedia dan kondisi jalan mendukung.
Baca Juga: Toyota Kijang Super Susah Hidup dan Sering Mati? Ternyata Cuma Ini Penyebabnya
8. Periksa Tekanan Angin Ban
Ban kurang angin meningkatkan hambatan sehingga mesin butuh tenaga lebih besar dan konsumsi BBM naik.
Periksa tekanan secara berkala saat ban dingin dan ikuti angka rekomendasi pabrikan pada label di pintu atau buku manual.
Jangan mengisi terlalu keras agar irit, karena dapat memengaruhi kenyamanan, daya cengkeram, dan keausan ban. Pastikan juga ukuran ban sesuai spesifikasi dan kaki-kaki dalam kondisi baik.
Baca Juga: Motor Honda Stylo 160 2027 Punya Ciri Khas Berbeda, Ini Keunggulannya
9. Jangan Membawa Barang Berlebihan
Semakin berat kendaraan, semakin besar tenaga yang dibutuhkan, terutama saat sering berhenti dan jalan di kemacetan. Keluarkan barang yang tidak diperlukan dari bagasi.
Roof rack atau aksesori yang menambah hambatan udara juga bisa memengaruhi konsumsi pada kecepatan tinggi.
Namun jangan mengurangi perlengkapan keselamatan penting demi mengurangi bobot.
Baca Juga: Isuzu Panther Facelift Gen 2: Raja Mobil Diesel yang Tangguh
10. Rawat Mesin Secara Berkala
Filter udara kotor, busi aus, masalah sistem injeksi, rem yang seret, atau sensor mesin bermasalah dapat menurunkan efisiensi.
Gunakan oli sesuai spesifikasi pabrikan dan servis sesuai jarak tempuh atau waktu yang ditentukan.
Jika konsumsi BBM tiba-tiba meningkat drastis, mesin bergetar, tenaga berkurang, atau lampu check engine menyala, segera periksa kendaraan untuk menemukan penyebab sebenarnya, bukan sekadar mengubah kebiasaan mengisi bensin.
Baca Juga: Wuling Confero Bekas: MPV Fungsional, Fitur Lengkap Under Rp100 Juta
Tidak ada trik pengisian BBM yang menjamin penghematan besar secara instan.
Hasil paling nyata datang dari kombinasi kebiasaan berkendara yang baik, perawatan rutin, tekanan ban yang tepat, dan pemilihan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan. Mulai terapkan tips ini agar pengeluaran BBM bulanan lebih terkendali.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : youtube tips otomotif channel