Setir Mobil Bergetar Saat Melanju Cepat? Ini Penyebab yang Perlu Dicek

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:24 WIB
Ilustrasi setir mobil. Foto: Bosowa Berlian Motor
Ilustrasi setir mobil. Foto: Bosowa Berlian Motor

RADAR BOGOR – Pernah merasakan setir mobil tiba-tiba bergetar ketika kecepatan menyentuh 80 hingga 110 km/jam, tetapi kembali terasa normal setelah kecepatan berubah?

Gejala setir mobil seperti ini kerap terasa ketika mobil digunakan di jalan tol. Jangan langsung menganggap mesin mobil bermasalah karena sumber getaran bisa berasal dari roda, ban hingga komponen kaki-kaki.

Melansir ulasan edukasi teknis kanal YouTube Dokter Mobil Indonesia, salah satu penyebab setir mobil yang perlu diperiksa ketika getaran muncul pada rentang kecepatan tertentu adalah ketidakseimbangan roda atau wheel imbalance.

Baca Juga: Cek 5 Kriteria KPM PKH BPNT yang Berpeluang Cair pada Bansos Tahap 4

Ketidakseimbangan tersebut dapat menghasilkan getaran yang semakin terasa pada kecepatan tertentu dan merambat hingga lingkar kemudi.

1. Ban dan Velg Tidak Seimbang

Kombinasi ban dan velg yang berputar tidak selalu memiliki distribusi massa yang benar-benar merata.

Karena itu, proses balancing diperlukan agar putaran roda menjadi lebih seimbang dengan menempatkan pemberat pada titik tertentu di velg.

Ketidakseimbangan yang relatif kecil mungkin tidak begitu terasa ketika kendaraan berjalan pelan.

Namun, ketika kecepatan meningkat, gaya akibat putaran roda juga semakin besar. Ketidakseimbangan tersebut kemudian dapat menghasilkan getaran yang terasa pada bodi maupun setir.

Baca Juga: 4 Jenis Orang Kaya, Mana yang Cocok buat Kamu?

Getaran biasanya semakin mudah dirasakan apabila masalah terjadi pada roda depan karena terhubung langsung dengan sistem kemudi.

2. Kenapa Getaran Terasa di Kecepatan 80-110 Km/Jam?

Hal yang kerap membuat pengemudi bingung adalah getaran tidak selalu terasa pada seluruh rentang kecepatan.

Mobil bisa terasa normal saat berjalan pelan, kemudian setir mulai bergetar ketika memasuki kecepatan tertentu.

Salah satu penjelasannya berkaitan dengan resonansi.

Getaran yang berasal dari putaran roda dapat menjadi lebih terasa ketika frekuensinya mendekati karakter frekuensi alami dari komponen kendaraan.

Akibatnya, pada rentang kecepatan tertentu amplitudo getaran dapat meningkat sehingga lebih mudah dirasakan pengemudi melalui setir.

Baca Juga: Cara Cek Bansos PKH BPNT Tahap 4 Tanpa Bolak-balik ke ATM

Namun, rentang kecepatan munculnya getaran tidak selalu sama pada setiap kendaraan. Kondisi ban, velg, suspensi dan komponen kemudi dapat memengaruhinya.

3. Balancing Jadi Bagian Pertama yang Bisa Diperiksa

Jika setir mulai bergetar pada kecepatan tertentu, keseimbangan roda menjadi salah satu bagian yang dapat diperiksa.

Pada proses balancing, roda ditempatkan pada mesin khusus untuk mendeteksi ketidakseimbangan.

Teknisi kemudian menempatkan pemberat pada velg sesuai hasil pengukuran agar putaran roda menjadi lebih seimbang.

Pada kondisi tertentu, bengkel juga dapat menawarkan pemeriksaan atau metode penyeimbangan lanjutan.

Namun, jenis prosedur yang diperlukan sebaiknya ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan kendaraan, bukan sekadar karena muncul getaran.

Baca Juga: Mercedes Benz E-Class W212 2012 Masih Terlihat Mewah, Mesin V6 Jadi Daya Tarik

4. Sudah Balancing tapi Setir Masih Bergetar?

Jika roda sudah di-balancing tetapi getaran belum hilang, pemeriksaan sebaiknya diperluas.

Kondisi tie rod end, ball joint, bushing arm, bearing roda, ban hingga velg patut diperhatikan.

Velg yang berubah bentuk akibat benturan keras atau ban yang mengalami kerusakan juga bisa menyebabkan roda tidak berputar dengan sempurna.

Selain itu, apabila getaran terutama muncul ketika pedal rem diinjak, sistem pengereman seperti piringan cakram juga perlu diperiksa.

Karena penyebabnya beragam, diagnosis langsung oleh teknisi menjadi langkah paling tepat jika getaran terus terjadi.

Jangan Abaikan Getaran di Kecepatan Tinggi

Baca Juga: KKS Baru Terima Bansos Susulan, PKH BPNT Tahap 4 Masih Belum Merata

Setir bergetar bukan sekadar persoalan kenyamanan, terlebih jika gejalanya semakin kuat atau disertai mobil terasa tidak stabil.

Pemilik kendaraan dapat melakukan pemeriksaan balancing, spooring serta kondisi ban dan kaki-kaki secara berkala sesuai kondisi kendaraan dan rekomendasi pabrikan.

Jika getaran mendadak muncul setelah mobil menghantam lubang, mengganti ban atau velg, maupun setelah terjadi benturan pada roda, pemeriksaan sebaiknya tidak ditunda.

Dengan kondisi roda dan kaki-kaki yang baik, kendaraan akan lebih nyaman dan stabil saat digunakan, terutama ketika melaju di jalan bebas hambatan. (Adi/Boash)

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
tips otomotif setir mobil masalah mobil kecepatan tinggi