RADAR BOGOR - Merasa mobil makin boros? Baru beberapa hari mengisi bensin, indikator sudah turun lagi, padahal jarak tempuh tidak jauh.
Boros BBM tidak selalu berarti mesin rusak serius. Banyak penyebabnya sepele dan sering terabaikan. Berikut 10 penyebab mobil boros BBM beserta solusinya.
1. Tekanan Angin Ban Kurang
Banyak pemilik mobil baru memeriksa ban saat terlihat kempes. Padahal ban kekurangan tekanan meningkatkan hambatan gulir, sehingga mesin butuh tenaga lebih besar, apalagi di jalan perkotaan yang macet. Akibatnya konsumsi BBM naik dan keausan ban tidak merata.
Baca Juga: Denza Z9GT Resmi Dijual di Indonesia Seharga Rp2,25 Miliar
Solusi: periksa tekanan secara berkala saat ban dingin dan sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan di label pintu atau buku manual.
Jangan mengisi terlalu keras demi irit, karena mengurangi kenyamanan dan daya cengkeram.
2. Filter Udara Mesin Kotor
Filter udara menyaring debu sebelum udara masuk ke mesin. Jika terlalu kotor, aliran udara terganggu, mobil terasa kurang responsif, dan pada kendaraan tertentu konsumsi BBM kurang efisien. Meski begitu, filter kotor tidak selalu jadi penyebab utama boros.
Baca Juga: Gedung Juang Bekasi: Pesona Bunga Tabebuya yang Bermekaran
Solusi: periksa sesuai jadwal perawatan. Bersihkan jika diperbolehkan pabrikan, atau ganti bila sudah tidak layak. Jangan menunggu tenaga mesin menurun.
3. Menginjak Pedal Gas Terlalu Dalam
Akselerasi agresif membutuhkan lebih banyak tenaga dan bahan bakar. Mempercepat mendadak lalu mengerem keras membuang energi yang sudah dipakai.
Solusi: injak gas dengan halus, jaga jarak aman, dan antisipasi lalu lintas. Saat melihat lampu merah atau macet dari jauh, kurangi kecepatan bertahap.
Baca Juga: Mercedes Benz E-Class W212 2012 Masih Terlihat Mewah, Mesin V6 Jadi Daya Tarik
4. Terlalu Lama Membiarkan Mesin Menyala Saat Berhenti
Menunggu seseorang atau parkir sambil menyalakan AC membuat mesin tetap memakai bahan bakar. Jika dilakukan berulang setiap hari, jumlahnya bisa berarti.
Solusi: jika harus berhenti lama dan kondisi aman, pertimbangkan mematikan mesin sesuai petunjuk kendaraan. Gunakan fitur idle stop sesuai petunjuk pabrikan. Jangan mematikan mesin saat lalu lintas menuntut kendaraan siap bergerak atau di tempat yang membahayakan.
Baca Juga: Daihatsu Ternyata Pernah Punya Sedan Mewah, Charmant Jadi Barang Langka
5. Terlalu Banyak Barang di Dalam Mobil
Perkakas, barang lama, atau benda berat di bagasi menambah bobot. Semakin berat kendaraan, semakin besar energi untuk mempercepat dan menggerakkannya, terutama saat sering berhenti dan jalan.
Solusi: keluarkan barang yang tidak diperlukan, tetapi jangan membuang perlengkapan keselamatan penting.
Baca Juga: Shockbreaker Motor Jeduk? Begini Cara Mengatasinya Tanpa Harus Beli Baru
6. Busi Aus atau Sistem Pengapian Bermasalah
Busi menghasilkan percikan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar. Busi aus mengganggu pembakaran dengan gejala mesin bergetar, akselerasi tersendat, tenaga berkurang, konsumsi naik, bahkan lampu check engine menyala.
Solusi: ganti sesuai jadwal dan jenis busi. Jika mesin pincang, periksa juga koil, injektor, dan komponen terkait.
Baca Juga: 4 Pantangan Mobil CVT yang Wajib Diketahui, Salah Perawatan Bisa Bikin Boncos Puluhan Juta
7. Penggunaan AC yang Kurang Tepat
AC memakai tenaga mesin atau energi listrik sehingga bisa menambah konsumsi BBM. Bukan berarti AC harus dimatikan terus.
Solusi: saat mobil terparkir di bawah terik, buka pintu atau jendela sejenak di tempat aman untuk membuang udara panas.
Baca Juga: Lampu Motor Redup? Begini Cara Membuat Lampu Depan Lebih Terang dan Stabil
Lalu nyalakan AC dan atur suhu serta blower sesuai kebutuhan. Periksa filter kabin dan rawat AC berkala. Membuka jendela saat melaju kencang juga menambah hambatan udara, jadi pilihan paling efisien bergantung pada kecepatan dan kondisi perjalanan.
8. Oli Mesin Tidak Sesuai Spesifikasi
Oli melumasi dan mengurangi gesekan. Spesifikasi atau kekentalan yang tidak sesuai dapat memengaruhi kinerja mesin. Oli paling encer belum tentu paling irit.
Solusi: pilih oli sesuai spesifikasi pabrikan (kekentalan dan standar kualitas), ganti sesuai jadwal, dan pastikan jumlah pengisian tepat.
Baca Juga: Lampu Sein Motor Mati Total? Warga Bogor Wajib Cek Flasher Sebelum Ganti Komponen
9. Kemacetan dan Rute Perjalanan
Mobil yang terus berhenti dan berjalan pelan biasanya memakai BBM lebih banyak per kilometer dibanding perjalanan lancar dengan kecepatan stabil.
Solusi: pilih waktu dan rute yang lebih lancar, jaga jarak aman, dan ikuti arus dengan halus. Macet tidak selalu bisa dihindari, tetapi perencanaan perjalanan membantu mengurangi pemborosan.
Baca Juga: Warga Bogor Bisa Cek Setelan Angin, Jika Mesin Mobil dan Knalpot Bermasalah
10. Mesin Jarang Diservis
Filter yang waktunya diganti, busi aus, injektor bermasalah, rem seret, atau gangguan sensor mesin bisa memengaruhi konsumsi BBM.
Jika tiba-tiba lebih boros, jangan hanya menyalahkan cara mengemudi. Perhatikan gejala lain seperti mesin sulit distarter, tenaga menurun, bau bahan bakar tidak biasa, atau lampu check engine menyala.
Solusi: servis sesuai jadwal dan segera hubungi teknisi jika muncul gejala tidak normal.
Mobil boros tidak selalu berarti mesin rusak parah. Namun jika konsumsi BBM meningkat tiba-tiba, pemeriksaan tetap perlu untuk menemukan penyebab sebenarnya. Mulailah dari hal sederhana: periksa tekanan ban, kurangi barang tidak perlu, berkendara lebih halus, dan servis rutin.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : youtube tips otomotif channel