RADAR BOGOR - Pengin punya mobil, tapi budget cuma cukup buat motor matic? Hatchback tua yang satu ini mungkin bisa dilirik: Suzuki Amenity, atau Suzuki Cultus generasi kedua.
Sebelum membeli mobil Suzuki Amenity, berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui mulai dari sejarah singkat hingga harga dan pajak.
Sejarah Singkat: Lahir dari Proyek General Motors
Baca Juga: Throttle Error pada Motor Listrik Polytron Fox-R? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Suzuki Amenity adalah pendahulu Suzuki Baleno. Mobil ini lahir di Jepang pada 1983, tapi bukan murni buatan Suzuki.
Proyek ini awalnya dikembangkan General Motors. Karena dinilai kurang menguntungkan, GM menjual blueprint atau prototipenya ke Suzuki, yang kemudian mengembangkannya menjadi Suzuki Cultus.
Hasilnya laris, sehingga mobil ini dijual ke banyak negara dengan nama berbeda:
Baca Juga: Furion Taran, Motor Listrik 326 HP dengan Penggerak Dua Roda, Jarak Tempuh 200 Km
- Suzuki Swift
- Suzuki Khyber
- Suzuki Forsa
- Chevrolet Sprint (versi rebadge Chevrolet)
- Pontiac Firefly (versi rebadge Pontiac)
Baca Juga: Ciri-ciri Spul Motor Lemah: Lampu Redup dan Pengisian Aki Tidak Normal
Generasi kedua lahir pada 1988 dan baru masuk Indonesia pada 1990 sebagai Suzuki New Forsa Amenity. Saat itu hanya tersedia satu bentuk bodi, yaitu hatchback, dalam versi tiga pintu dan lima pintu.
Pada 1992, mobil ini mendapat facelift dan berganti nama menjadi Suzuki Elen. Varian sedannya, Suzuki S-Team, sudah hadir setahun sebelumnya (1991). Perjalanan keluarga ini berakhir pada 1996. Setahun kemudian, generasi ketiga Cultus hadir di Indonesia sebagai Suzuki Baleno, yang kini bertransformasi lagi menjadi SUV crossover Suzuki Fronx.
Pertanyaannya sekarang: apakah Amenity masih layak jadi mobil harian atau mobil hobi? Apalagi harganya kini setara, bahkan lebih murah, dari motor matic 110 cc.
Baca Juga: Ciri-ciri Spul Motor Lemah: Lampu Redup dan Pengisian Aki Tidak Normal
Desain: Paling Kalem di Kelasnya
Dibandingkan para pesaingnya, seperti Toyota Starlet, Honda Civic Nova, Estillo, dan Daihatsu Charade, Amenity punya tampang yang paling kurang menarik. Bagian depannya terkesan polos dan tidak sporty. Bagian belakangnya masih oke, mirip para rivalnya.
Tiga pintu vs lima pintu. Harga keduanya bagai bumi dan langit. Versi tiga pintu dibanderol lebih tinggi karena populasinya sedikit dan sudah masuk ranah mobil hobi. Kalau budget terbatas, versi lima pintu lebih masuk akal dan lebih fungsional. Dari samping, versi lima pintu sekilas mirip Honda Civic Shuttle.
Amenity vs Elen (facelift). Perbedaannya tidak banyak:
Baca Juga: Speedometer Honda Vario 125 Tidak Bergerak? Cek Kabel Sensor Inis
- Headlamp tampil lebih modern.
- Bumper depan dan belakang kini sewarna bodi.
- Lampu belakang berdesain baru.
- Posisi pelat nomor berbeda: di Amenity berada di antara lampu belakang, di Elen pindah ke bumper bawah.
Baca Juga: Lampu Sein Motor Tidak Berkedip Setelah Ganti Flasher? Ini Penyebabnya
Detail lain:
- Bukaan pintu masih model jungkit.
- Spion polos, lampu sein ada di fender.
- Kaca belakang dilengkapi rear defogger dan wiper.
- Dimensi kompak, panjangnya kurang dari 4 meter. Versi tiga pintu sedikit lebih pendek, selisihnya sekitar 1 cm.
Baca Juga: 4 Penyebab Motor Injeksi Brebet dan Mendadak Mati, Cek Selengkapnya
Mesin: Alasan Utama Orang Membeli
Orang membeli Amenity bukan karena tampilannya, tapi karena mesinnya yang konvensional, mudah dirawat, dan terkenal bandel. Mobil ini memakai mesin G13A, sama dengan yang ada di Suzuki Carry Futura.
Spesifikasi
- Kapasitas: 1.300 cc, 4 silinder segaris, SOHC
- Sistem bahan bakar: Karburator
- Tenaga: 75 hp @ 5.500 rpm
- Torsi: 104 Nm @ 4.500 rpm
- Penggerak: Roda depan (FWD)
- Transmisi: Manual 5 percepatan
Baca Juga: 13 Kesalahan Ganti Coolant Mobil yang Bisa Picu Overheat, Warga Bogor Perlu Tahu
Tenaganya biasa saja, tapi kalau kondisinya sehat, mesin ini sangat irit BBM. Karena sama dengan mesin Futura, harga dan ketersediaan suku cadangnya pun murah dan mudah dicari.
Interior: Tidak Menarik, tapi Fungsional
Material kabinnya khas mobil '90-an: kombinasi plastik keras, fabrik, dan sentuhan soft touch di dashboard. Fitur-fiturnya cukup lengkap untuk zamannya:
Baca Juga: Relay Lampu Mobil Panas dan Sekring Meleleh? Kenali Penyebab dan Solusinya
- Instrumen cluster analog dengan informasi cukup lengkap
- Power window di keempat pintu
- Spion elektrik
- Setir tilt (tapi belum power steering)
- Head unit single DIN
- AC model geser dengan pengaturan arah semburan
- Asbak, laci tertutup, dan dua cup holder, yang cukup jarang untuk mobil '90-an
Baca Juga: Gas Honda Vario Tiba-tiba Sulit Turun? Ini 3 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Jok berbahan fabrik, dengan legroom dan headroom di depan maupun belakang yang lumayan lega. Kekurangannya, jok belakang agak pendek sehingga kurang menopang paha. Tempat penyimpanan di belakang minim dan tidak ada cup holder. Sabuk pengaman belakang pun hanya dua titik.
Rasa Berkendara: Santai dan Empuk
Rasanya mirip Toyota Starlet, dengan dashboard rendah dan visibilitas luas. Posisi duduknya tidak seathletis Honda Civic, jadi mobil ini lebih cocok untuk santai dan jalan-jalan bersama keluarga.
Baca Juga: BMW F 450 RR Resmi Hadir, Mesin 420 Cc 2 Silinder dan Harga Mulai Rp141 Jutaan
- Suspensi: empuk.
- Kemudi: terasa berat karena belum memakai power steering.
- Mesin: torsinya bertenaga di putaran bawah, tapi mulai kewalahan di rpm menengah ke atas. Kalau sehat, konsumsi BBM-nya bisa lebih irit dibanding Starlet atau Civic.
- Kekedapan kabin: bukan yang terbaik, bahkan bisa dibilang paling bawah di kelasnya.
Baca Juga: BMW F 450 RR Resmi Hadir, Mesin 420 Cc 2 Silinder dan Harga Mulai Rp141 Jutaan
Harga dan Pajak
Amenity adalah yang paling terjangkau di kelasnya, bahkan lebih murah dari motor matic 110 cc. Versi lima pintu rata-rata dijual di kisaran jutaan rupiah. Versi tiga pintu lebih mahal karena populasinya sedikit dan sudah masuk kategori mobil hobi, dengan harga bergantung kondisi. Pajak tahunannya sekitar tiga ratus ribuan rupiah.
Suzuki Amenity masih layak dipertimbangkan untuk mobil harian dengan budget sangat terbatas. Fiturnya cukup lengkap, suspensinya empuk, suku cadangnya melimpah, dan perawatannya mudah. Desainnya pun masih bisa diutak-atik agar tampil lebih menarik.
Kekurangan terbesarnya adalah sulitnya menemukan unit dengan kondisi yang benar-benar bagus. Jadi pastikan cek kondisi mesin dan bodi dengan teliti sebelum membeli.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Wahyu Ekoo