Suzuki Ertiga Gen 2 Bekas: Panduan Pilih Tipe dan Harga

Eli Kustiyawati • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:09 WIB
Mobil Suzuki Ertiga (YouTube Wahyu Ekoo)
Mobil Suzuki Ertiga (YouTube Wahyu Ekoo)

RADAR BOGOR - Mencari mobil LMPV tujuh penumpang yang nyaman, harganya masuk akal, dan desainnya tidak mencolok? Suzuki Ertiga generasi kedua layak dipertimbangkan.

Masalahnya, hampir tiap tahun ada penyegaran kecil yang kelihatannya sepele, tapi berpengaruh pada pemakaian sehari-hari.

Salah pilih tahun bisa bikin menyesal, jadi panduan ini membantu Anda memilih dengan tepat.

Berikut ini ulasan mobil Suzuki Ertiga Gen 2 mulai dari sejarah singkat, desain, spesifikasi hingga harga dan pajaknya.

Baca Juga: Lama Terparkir di Garasi, Motor Listrik Bisa Mati Total! Ini Penyebabnya

Sejarah Singkat

Ertiga generasi pertama diperkenalkan di Indonesia pada 2012 dan dijual sampai 2018. Selama masa itu ada dua kali penyegaran (2013 dan 2015). Varian mewah Dreza menyusul pada 2016, lalu varian diesel pada 2017.

Generasi kedua meluncur pada 2018 dengan tipe yang lebih banyak dan mendapat penyegaran pada 2019, 2020, dan 2022. Tipenya meliputi GA, GL, GX, GXP, Sport Hybrid, dan Cruise. Ada juga versi crossover-nya, Suzuki XL7.

Baca Juga: Suzuki Baleno Hatchback Bekas: Underrated, Fitur Saingi Jazz

Desain: Lebih Besar dan Lebih Modern

Bentuknya baru dan ukurannya lebih besar dari generasi sebelumnya. Panjangnya hampir 4,4 meter, lebar dan tingginya sekitar 1,7 meter, dengan wheelbase 2,7 meter. Dibanding generasi pertama, mobil ini lebih panjang sekitar 13 cm dan lebih lebar 4 cm. Ground clearance-nya sedikit turun 5 mm, sedangkan wheelbase tetap sama.

Perjalanan tipe:

Baca Juga: Suzuki Amenity, Hatchback Jadul Lebih Murah dari Motor Matic

Bagian depan: Tampilannya lebih agresif dengan lampu yang lebih sipit dan grill yang lebih modern. Tipe GA, GL, dan GX memakai grill krom bergaris horizontal dengan garis putus-putus di tengah, sementara tipe di atasnya punya bentuk grill berbeda.

Di bagian bawah ada grill radiator yang lisnya menyambung sampai housing foglamp. Tipe Sport dan Cruise punya LED DRL tambahan di sekitar foglamp serta body kit yang lebih sporty.

Semua varian masih memakai lampu dan projector halogen, kecuali LED DRL tadi. Tipe GL mendapat foglamp sejak penyegaran 2019.

Baca Juga: Suzuki Amenity, Hatchback Jadul Lebih Murah dari Motor Matic

Baca Juga: Throttle Error pada Motor Listrik Polytron Fox-R? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Baca Juga: Furion Taran, Motor Listrik 326 HP dengan Penggerak Dua Roda, Jarak Tempuh 200 Km

Mesin: Lebih Besar, Tetap Irit

Kapasitas mesinnya naik dari 1.400 cc menjadi 1.500 cc, memakai K15B DOHC 4 silinder segaris MPI VVT. Tenaganya sekitar 103 hp pada 6.000 rpm dengan torsi 138 Nm pada 4.400 rpm.

Transmisinya manual 5 percepatan atau otomatis konvensional 4 percepatan, dengan penggerak roda depan.

Varian hybrid memakai sistem mild hybrid. Sistemnya tidak menggerakkan roda, tetapi menggantikan motor starter dan alternator standar (integrated starter generator).

Baca Juga: Ciri-ciri Spul Motor Lemah: Lampu Redup dan Pengisian Aki Tidak Normal

Tenaganya berasal dari dua baterai: aki standar dan baterai lithium-ion di bawah jok penumpang depan. Hybrid 2022 memakai baterai 6 Ah, sedangkan Cruise 2024 naik menjadi 10 Ah. Menurut klaim, akselerasinya jadi lebih bertenaga dan konsumsi BBM lebih irit.

Konsumsi BBM:

Baca Juga: Speedometer Honda Vario 125 Tidak Bergerak? Cek Kabel Sensor Inis

Warna kabin:

Baca Juga: Speedometer Honda Vario 125 Tidak Bergerak? Cek Kabel Sensor Inis

Jok dan kenyamanan: Jok berbahan fabrik dan terasa empuk. Posisi duduknya ala bioskop, dengan baris belakang lebih tinggi dari depan.

Jok tengah bisa digeser dan disandarkan. Armrest baris kedua baru ada sejak penyegaran 2020, jadi unit 2019 ke bawah belum memilikinya.

Baris ketiga termasuk yang paling manusiawi di kelasnya: orang dewasa masih bisa duduk nyaman, apalagi kalau penumpang baris kedua mau berbagi ruang kaki.

Setir dan instrumen:

Baca Juga: Lampu Sein Motor Tidak Berkedip Setelah Ganti Flasher? Ini Penyebabnya

Baca Juga: 4 Penyebab Motor Injeksi Brebet dan Mendadak Mati, Cek Selengkapnya

Head unit dan AC:

Baca Juga: 13 Kesalahan Ganti Coolant Mobil yang Bisa Picu Overheat, Warga Bogor Perlu Tahu

Baca Juga: Relay Lampu Mobil Panas dan Sekring Meleleh? Kenali Penyebab dan Solusinya

Keselamatan:

Baca Juga: Gas Honda Vario Tiba-tiba Sulit Turun? Ini 3 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Rasa Berkendara: Nyaman dan Tetap Menyenangkan

Seperti generasi pertama, Ertiga baru ini nyaman dan menyenangkan dikendarai, bahkan lebih baik berkat platform Heartect yang lebih kaku, ringan, dan berpusat gravitasi rendah, sehingga lebih stabil.

Mesin 1.500 cc terasa lebih bertenaga tapi konsumsi BBM-nya tetap hemat, bahkan lebih irit dari generasi sebelumnya, terutama varian hybrid.

Baca Juga: BMW F 450 RR Resmi Hadir, Mesin 420 Cc 2 Silinder dan Harga Mulai Rp141 Jutaan

Baca Juga: BMW F 450 RR Resmi Hadir, Mesin 420 Cc 2 Silinder dan Harga Mulai Rp141 Jutaan

Harga dan Pajak

Harga bekasnya bervariasi tergantung tipe dan tahun:

Baca Juga: Geely Gandeng Google, Ini Fitur Canggih yang Bakal Hadir pada 2027

Dengan selisih harga yang tidak terlalu jauh, pilihan paling pas menurut ulasan ini adalah tipe GX tahun 2019 ke atas, karena AC-nya sudah digital climate control. Tentu semuanya kembali ke selera dan kebutuhan masing-masing.

Pajak tahunannya sekitar Rp2,9 jutaan ke atas, bisa lebih murah atau mahal tergantung tipe, tahun, daerah, dan kepemilikan.

Suzuki Ertiga generasi kedua cocok untuk Anda yang mencari mobil keluarga tujuh penumpang yang aman di segala sisi. Fiturnya banyak, kabinnya nyaman, harganya masuk akal, dan desainnya ganteng tanpa terlalu mencolok. Sangat pas untuk penyuka desain low profile.***

Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : YouTube Wahyu Ekoo
generasi kedua Suzuki Ertiga mobil