RADAR BOGOR - Mencari mobil LMPV tujuh penumpang yang nyaman, harganya masuk akal, dan desainnya tidak mencolok? Suzuki Ertiga generasi kedua layak dipertimbangkan.
Masalahnya, hampir tiap tahun ada penyegaran kecil yang kelihatannya sepele, tapi berpengaruh pada pemakaian sehari-hari.
Salah pilih tahun bisa bikin menyesal, jadi panduan ini membantu Anda memilih dengan tepat.
Berikut ini ulasan mobil Suzuki Ertiga Gen 2 mulai dari sejarah singkat, desain, spesifikasi hingga harga dan pajaknya.
Baca Juga: Lama Terparkir di Garasi, Motor Listrik Bisa Mati Total! Ini Penyebabnya
Sejarah Singkat
Ertiga generasi pertama diperkenalkan di Indonesia pada 2012 dan dijual sampai 2018. Selama masa itu ada dua kali penyegaran (2013 dan 2015). Varian mewah Dreza menyusul pada 2016, lalu varian diesel pada 2017.
Generasi kedua meluncur pada 2018 dengan tipe yang lebih banyak dan mendapat penyegaran pada 2019, 2020, dan 2022. Tipenya meliputi GA, GL, GX, GXP, Sport Hybrid, dan Cruise. Ada juga versi crossover-nya, Suzuki XL7.
Baca Juga: Suzuki Baleno Hatchback Bekas: Underrated, Fitur Saingi Jazz
Desain: Lebih Besar dan Lebih Modern
Bentuknya baru dan ukurannya lebih besar dari generasi sebelumnya. Panjangnya hampir 4,4 meter, lebar dan tingginya sekitar 1,7 meter, dengan wheelbase 2,7 meter. Dibanding generasi pertama, mobil ini lebih panjang sekitar 13 cm dan lebih lebar 4 cm. Ground clearance-nya sedikit turun 5 mm, sedangkan wheelbase tetap sama.
Perjalanan tipe:
- 2018: GA, GL, GX, dan GXP (tertinggi).
- 2019: GXP diganti tipe Sport.
- 2022: hadir varian hybrid di tipe GX dan Sport.
- 2024: Cruise menggantikan Sport Hybrid.
Baca Juga: Suzuki Amenity, Hatchback Jadul Lebih Murah dari Motor Matic
Bagian depan: Tampilannya lebih agresif dengan lampu yang lebih sipit dan grill yang lebih modern. Tipe GA, GL, dan GX memakai grill krom bergaris horizontal dengan garis putus-putus di tengah, sementara tipe di atasnya punya bentuk grill berbeda.
Di bagian bawah ada grill radiator yang lisnya menyambung sampai housing foglamp. Tipe Sport dan Cruise punya LED DRL tambahan di sekitar foglamp serta body kit yang lebih sporty.
Semua varian masih memakai lampu dan projector halogen, kecuali LED DRL tadi. Tipe GL mendapat foglamp sejak penyegaran 2019.
- Bagian samping: Bodinya lebih dinamis berkat garis bodi dari lampu belakang sampai fender depan. Pilar jendela dibuat blackout, dan kaca besar yang menyambung ke belakang memberi kesan floating roof.
Baca Juga: Suzuki Amenity, Hatchback Jadul Lebih Murah dari Motor Matic
- Lampu sein: tipe GX ke atas sudah di spion dengan LED, sedangkan GA dan GL masih di fender.
- Handle pintu: GA dan GL sewarna bodi, sedangkan GX ke atas berwarna krom dan sudah keyless entry.
- Velg: 2018 masih satu warna di semua varian, sedangkan GX ke atas sejak 2019 sudah dua warna.
- Rem: cakram depan dan tromol belakang, dilengkapi ABS dan EBD.
Baca Juga: Throttle Error pada Motor Listrik Polytron Fox-R? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
- Bagian belakang: Desainnya melekuk keluar dan ke dalam, mirip Xpander atau Honda CR-V. Lampunya memanjang ke pilar dan, untuk GX ke atas, ada LED bar dengan lampu rem LED. High mount stop lamp juga sudah LED.
- Tahun 2018: hanya wiper dan sensor parkir dua titik.
- Tahun 2019 (GX ke atas): ada defogger belakang dan wiring harness untuk kamera mundur, tapi kameranya belum ada.
- Varian Sport dan tahun 2020 ke atas: sudah dilengkapi kamera mundur.
- Sport dan Cruise: ada body kit di sekeliling bodi serta spoiler.
Baca Juga: Furion Taran, Motor Listrik 326 HP dengan Penggerak Dua Roda, Jarak Tempuh 200 Km
Mesin: Lebih Besar, Tetap Irit
Kapasitas mesinnya naik dari 1.400 cc menjadi 1.500 cc, memakai K15B DOHC 4 silinder segaris MPI VVT. Tenaganya sekitar 103 hp pada 6.000 rpm dengan torsi 138 Nm pada 4.400 rpm.
Transmisinya manual 5 percepatan atau otomatis konvensional 4 percepatan, dengan penggerak roda depan.
Varian hybrid memakai sistem mild hybrid. Sistemnya tidak menggerakkan roda, tetapi menggantikan motor starter dan alternator standar (integrated starter generator).
Baca Juga: Ciri-ciri Spul Motor Lemah: Lampu Redup dan Pengisian Aki Tidak Normal
Tenaganya berasal dari dua baterai: aki standar dan baterai lithium-ion di bawah jok penumpang depan. Hybrid 2022 memakai baterai 6 Ah, sedangkan Cruise 2024 naik menjadi 10 Ah. Menurut klaim, akselerasinya jadi lebih bertenaga dan konsumsi BBM lebih irit.
Konsumsi BBM:
- Non-hybrid: sekitar 14 km/l di dalam kota dan di atas 18 km/l di luar kota.
- Hybrid: lebih hemat di dalam kota karena sistemnya paling terasa saat stop and go.
- Interior: Bagian Paling Menentukan
Baca Juga: Speedometer Honda Vario 125 Tidak Bergerak? Cek Kabel Sensor Inis
Warna kabin:
- 2018: semua varian berwarna beige dengan aksen wood panel cokelat, yang kesannya malah klasik.
- 2019: tipe Sport berubah menjadi serba hitam.
- 2020: tipe GX ikut berwarna hitam.
- 2022 (hybrid): wood panel GX lebih gelap dan plafon jadi abu-abu, sedangkan tipe Sport Hybrid memakai aksen karbon.
Baca Juga: Speedometer Honda Vario 125 Tidak Bergerak? Cek Kabel Sensor Inis
Jok dan kenyamanan: Jok berbahan fabrik dan terasa empuk. Posisi duduknya ala bioskop, dengan baris belakang lebih tinggi dari depan.
Jok tengah bisa digeser dan disandarkan. Armrest baris kedua baru ada sejak penyegaran 2020, jadi unit 2019 ke bawah belum memilikinya.
Baris ketiga termasuk yang paling manusiawi di kelasnya: orang dewasa masih bisa duduk nyaman, apalagi kalau penumpang baris kedua mau berbagi ruang kaki.
Setir dan instrumen:
Baca Juga: Lampu Sein Motor Tidak Berkedip Setelah Ganti Flasher? Ini Penyebabnya
- GA: setir polos tanpa tombol.
- GL: ada tombol Bluetooth untuk telepon.
- GX: ditambah audio control.
- Hybrid: paling lengkap karena sudah ada cruise control.
- GX ke atas: setir berlapis kulit, berbentuk flat bottom, dengan aksen wood panel atau karbon.
- Instrumen cluster: monokrom dengan informasi cukup lengkap, sedangkan tipe hybrid memakai MID yang lebih modern dan berwarna.
Baca Juga: 4 Penyebab Motor Injeksi Brebet dan Mendadak Mati, Cek Selengkapnya
Head unit dan AC:
- Head unit: GA hanya frame tanpa unit, GL tampak seperti double DIN, dan GX ke atas sudah double DIN layar sentuh. Sejak 2019 head unit rata dengan frame dan ukurannya sedikit lebih besar.
- AC 2018: model knop dengan pengaturan sederhana, tanpa defogger, arah semburan terbatas, dan tanpa heater.
- AC GX 2019 ke atas: digital auto climate control dengan arah semburan lebih lengkap, defogger depan dan belakang, serta heater.
Baca Juga: 13 Kesalahan Ganti Coolant Mobil yang Bisa Picu Overheat, Warga Bogor Perlu Tahu
- Cup holder berpendingin ada di GX ke atas.
- Port: ada power outlet, USB tambahan di glove box (tipe GX), dan satu power outlet lagi untuk penumpang tengah.
- Tempat penyimpanan: Ada glove box, laci kecil di kanan setir, cup holder di tengah, dan beberapa ruang simpan terbuka. Setiap pintu punya satu cup holder dan side pocket, ditambah ruang simpan di belakang jok baris pertama. Penyegaran 2020 ke atas menambah cup holder di armrest, dan baris ketiga juga punya cup holder.
Baca Juga: Relay Lampu Mobil Panas dan Sekring Meleleh? Kenali Penyebab dan Solusinya
Keselamatan:
- ABS dan EBD
- Dua airbag
- ISOFIX di baris kedua
- Sensor parkir belakang dan kamera mundur di beberapa tipe
- Stability control di GXP 2018, Sport 2019, dan varian hybrid
- Hill Start Assist sejak Sport 2019 ke atas
Baca Juga: Gas Honda Vario Tiba-tiba Sulit Turun? Ini 3 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Rasa Berkendara: Nyaman dan Tetap Menyenangkan
Seperti generasi pertama, Ertiga baru ini nyaman dan menyenangkan dikendarai, bahkan lebih baik berkat platform Heartect yang lebih kaku, ringan, dan berpusat gravitasi rendah, sehingga lebih stabil.
Mesin 1.500 cc terasa lebih bertenaga tapi konsumsi BBM-nya tetap hemat, bahkan lebih irit dari generasi sebelumnya, terutama varian hybrid.
Baca Juga: BMW F 450 RR Resmi Hadir, Mesin 420 Cc 2 Silinder dan Harga Mulai Rp141 Jutaan
- Visibilitas: bagus.
- Jok: ada pengaturan ketinggian, seat support besar yang memeluk badan, dan semua baris menopang paha dengan baik.
- Kekedapan kabin: bagus, suara dari luar teredam baik.
- Bagasi: luas. Jok baris ketiga bisa dilipat hingga rata lantai, dan jok baris kedua juga bisa dilipat hampir rata untuk ruang lebih besar.
Baca Juga: BMW F 450 RR Resmi Hadir, Mesin 420 Cc 2 Silinder dan Harga Mulai Rp141 Jutaan
Harga dan Pajak
Harga bekasnya bervariasi tergantung tipe dan tahun:
- Tipe GL 2018: kisaran Rp150 jutaan.
- Penyegaran 2020 ke atas: kisaran Rp160-170 jutaan.
- Varian hybrid: harganya lebih tinggi lagi.
Baca Juga: Geely Gandeng Google, Ini Fitur Canggih yang Bakal Hadir pada 2027
Dengan selisih harga yang tidak terlalu jauh, pilihan paling pas menurut ulasan ini adalah tipe GX tahun 2019 ke atas, karena AC-nya sudah digital climate control. Tentu semuanya kembali ke selera dan kebutuhan masing-masing.
Pajak tahunannya sekitar Rp2,9 jutaan ke atas, bisa lebih murah atau mahal tergantung tipe, tahun, daerah, dan kepemilikan.
Suzuki Ertiga generasi kedua cocok untuk Anda yang mencari mobil keluarga tujuh penumpang yang aman di segala sisi. Fiturnya banyak, kabinnya nyaman, harganya masuk akal, dan desainnya ganteng tanpa terlalu mencolok. Sangat pas untuk penyuka desain low profile.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Wahyu Ekoo