RADAR BOGOR - Pemilihan bensin Pertamax atau Pertalite menjadi perhatian pemilik motor, termasuk pengguna Honda Vario 125.
Selain mempertimbangkan angka oktan, sebagian pengendara juga khawatir terhadap isu fuel dilution dan penumpukan kerak mesin.
Hal ini penting dipahami bagi warga Bogor agar dapat memilih bahan bakar sesuai spesifikasi kendaraan tanpa mudah percaya pada anggapan yang belum terbukti.
Baca Juga: Geger! Petisi Antikorupsi di Kabupaten Bogor, LSM PRB Desak Koruptor Dimiskinkan
Pertamax dan Pertalite Memiliki Angka Oktan Berbeda
Pertamax memiliki angka oktan lebih tinggi dibandingkan Pertalite. Perbedaan ini berkaitan dengan kemampuan bahan bakar menahan pembakaran dini atau detonasi di dalam mesin.
Namun, bensin dengan angka oktan lebih tinggi tidak otomatis membuat mesin lebih awet atau lebih bersih dalam semua kondisi.
Pemilihan bahan bakar sebaiknya mengacu pada rekomendasi pabrikan, terutama untuk menyesuaikan kebutuhan mesin dan rasio kompresinya.
Baca Juga: Dosen Pulang Kampung IPB University Dampingi 5 UMKM Riau Kembangkan Pemasaran Digital
Dalam pembahasan perawatan motor yang diunggah kanal YouTube HND garage, mekanik turut menjelaskan fungsi aditif pembersih dalam bahan bakar.
Aditif deterjen tertentu dapat membantu mengurangi endapan pada bagian sistem bahan bakar dan komponen mesin yang dilewatinya, bergantung pada formulasi produk dan kondisi kendaraan.
Benarkah Pertamax Menyebabkan Fuel Dilution?
Sebagian pengguna Honda Vario 125 mengaitkan penggunaan Pertamax dengan fuel dilution, yakni kondisi ketika bahan bakar masuk dan bercampur dengan oli mesin.
Baca Juga: Motor Sering Mati Mendadak? Ternyata Penyebabnya Bisa dari Kepala Busi
Perubahan warna oli kemudian dianggap sebagai tanda bahwa bensin yang digunakan menjadi penyebabnya.
Padahal, warna oli saja tidak cukup untuk memastikan terjadinya fuel dilution. Kondisi tersebut perlu dinilai melalui sejumlah tanda, seperti kenaikan volume oli yang tidak wajar, perubahan kekentalan, atau pemeriksaan lebih lanjut.
Fuel dilution dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi mesin, proses pembakaran, dan pola penggunaan kendaraan.
Baca Juga: Viral Kapal Terbakar di Perairan Selat Sunda Merak Banten
Karena itu, perubahan warna oli tidak bisa langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa Pertamax menyebabkan masalah tersebut.
Cara Mencegah Penumpukan Kerak Mesin
Penumpukan deposit atau kerak dapat dipengaruhi kualitas bahan bakar, kondisi pembakaran, dan perawatan mesin.
Bahan bakar yang mengandung aditif pembersih dapat membantu mengendalikan deposit tertentu, tetapi tidak menjamin semua kerak di ruang bakar dan katup akan hilang.
Baca Juga: Mesin Honda Beat FI Berisik dan Kasar? Masalah Ini Bisa Jadi Penyebabnya
Pemilik motor juga tidak harus mengisi Pertamax satu kali setiap bulan jika bahan bakar yang digunakan sehari-hari sudah sesuai rekomendasi pabrikan.
Hal yang lebih penting adalah menggunakan bahan bakar dengan spesifikasi tepat dan melakukan perawatan rutin.
Bagi warga Bogor yang menggunakan motor untuk aktivitas harian, beberapa langkah berikut bisa diterapkan:
- Gunakan bensin sesuai rekomendasi pada buku manual kendaraan.
- Ganti oli mesin sesuai jadwal perawatan.
- Perhatikan perubahan volume dan kondisi oli.
- Periksa busi serta sistem pembakaran jika mesin mulai bermasalah.
- Lakukan pemeriksaan di bengkel apabila muncul gejala yang tidak biasa.
Baca Juga: Pasca Viral Kasus Penganiayaan di KPPG Bogor, Kepala SPPG Ikut Dicopot
Dengan memahami perbedaan Pertamax dan Pertalite, pemilik motor dapat menentukan bahan bakar secara lebih tepat.
Tidak perlu berganti bensin hanya karena mitos tentang kerak atau warna oli, sebab kondisi mesin dan kesesuaian bahan bakar dengan rekomendasi pabrikan jauh lebih penting.***
Editor : Asep SuhendarSumber : youtube HND garage