RADAR BOGOR — Suara mesin motor bebek yang mendadak berisik jangan langsung dianggap sebagai tanda kerusakan besar.
Pada motor bebek lawas seperti Honda Grand dan beberapa varian Honda Supra, bunyi gemerisik atau ketukan logam dari area mesin bisa berkaitan dengan rantai keteng yang kendur atau mekanisme penegangnya yang tidak bekerja optimal.
Gejala ini biasanya lebih mudah terdengar ketika mesin berada dalam kondisi langsam atau putaran rendah.
Suara yang muncul berulang kali kerap membuat pemilik motor menduga adanya masalah pada setang seher, laher kruk as, maupun celah klep yang terlalu renggang.
Namun, ada komponen lain yang tidak kalah penting untuk diperiksa, yakni sulingan atau bagian dari mekanisme penegang rantai keteng.
Jika komponen tersebut mengalami keausan atau tidak mampu memberikan tekanan yang sesuai, rantai keteng berpotensi menjadi kendur dan menimbulkan suara berisik.
Baca Juga: Toyota Agya Gen 1: Tepat untuk Mobil Pertama yang Irit dan Minim Rewel
Mengutip ulasan teknis di kanal YouTube Yunus Motor, bunyi kemricik pada mesin Honda Grand dan Supra dapat berkaitan dengan masalah pada bagian sulingan atau mekanisme penegang rantai keteng.
Meski begitu, suara dari area mesin tidak selalu menunjukkan kerusakan pada komponen yang sama.
Pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikan sumber bunyi sekaligus mencegah kerusakan yang lebih serius.
Berikut sejumlah tanda gangguan rantai keteng, fungsi sulingan, serta langkah penanganan yang perlu diketahui pemilik motor.
1. Suara Kemricik dari Mesin Saat Motor Langsam
Salah satu gejala yang patut diperhatikan adalah munculnya suara kemricik atau gemerisik dari area mesin ketika motor dalam kondisi langsam.
Bunyi tersebut dapat terdengar seperti gesekan atau ketukan logam kecil yang terjadi berulang kali.
Pada beberapa kasus, suara akan lebih jelas terdengar ketika putaran mesin rendah.
Ketika putaran gas dinaikkan, karakter maupun intensitas bunyi dapat berubah mengikuti putaran mesin.
Gejala tersebut bisa mengindikasikan adanya kelonggaran pada rantai keteng atau gangguan pada mekanisme penegangnya.
Namun, suara serupa juga dapat berasal dari komponen lain sehingga diagnosis tidak sebaiknya hanya didasarkan pada bunyi yang terdengar.
Baca Juga: Yamaha PG-1 Jadi Sorotan, Desain Klasik dan Ban Kasar Bikin Tampil Beda
Rantai keteng memiliki fungsi penting dalam sistem kerja mesin. Komponen ini meneruskan putaran dari poros engkol atau crankshaft menuju noken as (camshaft) agar waktu pembukaan dan penutupan katup tetap sesuai dengan siklus kerja mesin.
Apabila rantai terlalu kendur, getaran dan benturan pada komponen di sekitarnya dapat menimbulkan suara berisik.
Karena itu, pemilik Honda Grand maupun Supra sebaiknya segera melakukan pemeriksaan apabila bunyi kemricik muncul terus-menerus atau semakin keras.
2. Fungsi Sulingan untuk Menjaga Ketegangan Rantai Keteng
Sulingan merupakan bagian yang berkaitan dengan mekanisme penegang rantai keteng pada konstruksi mesin tertentu.
Komponen ini bekerja bersama bagian pendukung, seperti pegas dan batang penekan, untuk membantu mempertahankan ketegangan rantai sesuai rancangan mesin.
Ketegangan yang tepat dibutuhkan agar rantai keteng tetap mengikuti jalurnya ketika mesin beroperasi.
Jika sistem penegang tidak bekerja sebagaimana mestinya, rantai dapat mengalami kelonggaran dan menimbulkan suara gemerisik.
Pada mekanisme tertentu, kinerja penegang juga berkaitan dengan sistem pelumasan mesin.
Tekanan oli dan katup satu arah dapat berperan dalam mempertahankan kerja komponen penegang, bergantung pada desain mesin yang digunakan.
Ketika terjadi gangguan, pemeriksaan tidak cukup hanya dilakukan pada satu bagian.
Baca Juga: Mercedes-Benz W203 Bekas: Mobil Eropa Pertama Harga Menarik
Kondisi batang penekan, pegas, mekanisme penegang, serta sistem pelumasan perlu diperiksa untuk mengetahui sumber masalah secara lebih akurat.
Perlu diketahui, konstruksi penegang rantai keteng tidak selalu sama pada setiap jenis dan varian motor.
Oleh sebab itu, pemilik kendaraan perlu memastikan komponen yang diperiksa sesuai dengan tipe mesin yang digunakan.
3. Rantai Keteng Kendur Bisa Mengganggu Performa Mesin
Rantai keteng yang kendur bukan hanya menimbulkan suara mengganggu, tetapi juga berpotensi memengaruhi kinerja mesin jika masalahnya dibiarkan.
Dalam kondisi normal, rantai keteng harus menjaga sinkronisasi putaran poros engkol dengan noken as.
Sinkronisasi tersebut menentukan ketepatan waktu pembukaan dan penutupan katup selama mesin bekerja.
Jika rantai mengalami kelonggaran berlebihan, gerakannya dapat menjadi tidak stabil.
Pada kondisi yang lebih parah, rantai berpotensi meloncat dari gigi gir sehingga waktu kerja katup berubah atau tidak lagi sesuai dengan semestinya.
Perubahan waktu kerja katup dapat membuat performa mesin menurun. Pada mesin tertentu, gangguan timing yang parah juga berisiko menyebabkan benturan antarkomponen internal.
Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan apabila suara berisik disertai gejala lain, seperti mesin sulit dihidupkan, tenaga berkurang, atau putaran mesin terasa tidak normal.
Baca Juga: Mie Ayam Bangkalan Bogor: Topping Melimpah, Mulai Rp16 Ribu
Karena itu, jangan menunda pemeriksaan ketika suara rantai keteng semakin kasar.
Penanganan lebih awal dapat membantu mencegah kerusakan merambat ke komponen lain dan mengurangi biaya perbaikan yang berpotensi lebih besar.
4. Periksa Kondisi Sulingan dan Sistem Pelumasan Mesin
Ketika muncul dugaan gangguan pada penegang rantai keteng, pemeriksaan perlu mencakup kondisi komponen dan sistem pelumasannya.
Pada mekanisme yang menggunakan bantuan tekanan oli, volume pelumas harus berada pada tingkat yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
Oli yang kurang, kualitasnya menurun, atau saluran pelumas yang tersumbat dapat memengaruhi kerja komponen tertentu.
Selain memeriksa volume oli, perhatikan pula kondisi batang sulingan dan komponen penegang lainnya.
Keausan, kerusakan fisik, atau pegas yang tidak lagi bekerja optimal dapat menyebabkan tekanan terhadap rantai menjadi tidak memadai.
Jika mekanisme menggunakan katup satu arah, komponen tersebut juga perlu diperiksa sesuai konstruksi mesin.
Gangguan pada katup dapat memengaruhi kemampuan sistem mempertahankan tekanan oli, apabila mekanisme tersebut memang mengandalkannya.
Meski demikian, sumber suara kemricik tidak boleh langsung disimpulkan berasal dari sulingan.
Baca Juga: Panduan Daftar Perlinsos 2026: Siapa yang Wajib, Syarat, dan Tahapannya
Rantai keteng, gir noken as, celah klep, dan komponen lain juga dapat menghasilkan bunyi serupa.
Pemeriksaan menyeluruh akan membantu menentukan apakah komponen cukup disetel, perlu dibersihkan, atau harus diganti dengan suku cadang yang sesuai.
Cara Mengatasi Sulingan Rantai Keteng yang Bermasalah
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan batang sulingan atau komponen penegang mengalami kerusakan, penggantian dapat menjadi salah satu pilihan penanganan.
Prosedurnya harus disesuaikan dengan konstruksi mesin dan petunjuk perbaikan untuk tipe motor terkait.
Berikut tahapan yang disebutkan dalam panduan perbaikan yang menjadi acuan pembahasan ini:
1. Periksa volume oli mesin
Pastikan jumlah pelumas sesuai dengan rekomendasi sebelum melakukan pembongkaran.
Siapkan peralatan yang diperlukan dan pastikan motor berada dalam kondisi aman untuk dikerjakan.
2. Buka baut pada bagian bawah mesin
Panduan tersebut menyebut penggunaan kunci sok ukuran 14 milimeter untuk membuka baut di bagian bawah.
Baca Juga: Update Bansos Tahap 4 2026: Status Pencairan dan Imbauan untuk KPM
Namun, pastikan ukuran baut dan lokasi komponen sesuai dengan tipe mesin karena spesifikasi dapat berbeda.
3. Keluarkan komponen penegang lama
Setelah baut dilepas sesuai prosedur, periksa posisi pegas pendorong dan batang sulingan.
Siapkan wadah untuk menampung oli yang mungkin menetes selama proses pengerjaan.
4. Siapkan batang sulingan pengganti
Komponen pengganti dapat dicari di toko suku cadang motor. Dalam panduan yang dirujuk, harga batang sulingan disebut sekitar Rp30 ribu.
Harga tersebut merupakan perkiraan dan dapat berubah bergantung pada jenis komponen, kualitas, serta lokasi pembelian.
5. Pasang komponen sesuai posisi yang benar
Sebelum memasang batang sulingan baru, pastikan orientasi komponen mengikuti petunjuk servis untuk tipe mesin yang bersangkutan. Jangan menentukan arah pemasangan hanya berdasarkan perkiraan.
6. Pasang kembali pegas dan baut pengunci
Baca Juga: 13 Kesalahan Ganti Coolant yang Bisa Bikin Mesin Overheat
Setelah seluruh komponen terpasang dengan benar, kencangkan baut sesuai ketentuan torsi pabrikan jika tersedia. Periksa kembali kondisi pemasangan sebelum mesin dinyalakan.
Perlu diperhatikan, urutan tersebut merupakan gambaran umum berdasarkan panduan yang dirujuk, bukan prosedur universal untuk semua motor Honda Grand dan Supra.
Lokasi baut, bentuk mekanisme penegang, orientasi batang sulingan, dan cara pembongkaran harus diverifikasi melalui buku servis atau mekanik yang memahami tipe mesin terkait.
Hindari memasang suku cadang yang ukuran maupun kualitasnya tidak sesuai. Kesalahan pemasangan dapat menyebabkan mekanisme penegang tidak bekerja optimal dan berpotensi menimbulkan masalah baru.
Apabila suara kemricik masih terdengar setelah komponen penegang diperiksa atau diganti, pemeriksaan perlu dilanjutkan ke rantai keteng, gir noken as, celah klep, dan bagian mesin lainnya.
Baca Juga: Nicoles River Park Puncak: Tiket, Rute, dan Spot Foto Lengkap
Jika tidak memiliki peralatan atau pengalaman yang memadai, sebaiknya serahkan pengerjaan kepada mekanik berpengalaman.
Dengan mengenali gejala sejak awal dan memastikan sumber kerusakan melalui pemeriksaan yang tepat, pemilik Honda Grand dan Supra dapat menjaga kinerja mesin sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat rantai keteng yang terlalu kendur. (Raditya/Boash)
Editor : Yosep Awaludin