Rantai Motor Kendor-Kencang Saat Roda Diputar? Cek 4 Penyebab Ini

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:00 WIB
Illustrasi pengecekan rantai motor dan gear belakang. (Foto: Youtube: @MYDKREATIF)
Illustrasi pengecekan rantai motor dan gear belakang. (Foto: Youtube: @MYDKREATIF)

RADAR BOGOR – Rantai motor yang tiba-tiba terasa kencang di satu posisi, tetapi kembali kendur ketika roda belakang diputar, menjadi gejala yang tidak boleh diabaikan.

Kondisi ini bisa terjadi pada motor yang sudah lama digunakan maupun kendaraan yang baru saja mengganti rantai motor dan gir.

Pada sepeda motor bertransmisi manual, rantai motor berperan penting dalam meneruskan tenaga mesin menuju roda belakang. 

Karena itu, ketegangan rantai yang berubah-ubah sepanjang putaran roda dapat memengaruhi kinerja sistem penggerak dan kenyamanan berkendara.

Masalah tersebut tidak selalu disebabkan oleh penyetelan rantai yang kurang tepat.

Rantai yang aus tidak merata, gir belakang yang bengkok atau tidak berputar secara konsentris, hingga dudukan gir yang bermasalah juga bisa menjadi pemicunya.

Baca Juga: Curug Cibingbin Sentul, Destinasi Trekking di Bogor dengan Jalur Persawahan dan Air Terjun

Pembahasan mengenai gejala rantai kendor-kencang ini turut diulas dalam tayangan video di kanal YouTube MYD KREATIF.

Berikut sejumlah kemungkinan penyebab, risiko yang perlu diwaspadai, serta cara memeriksa rantai dan gir belakang sebelum menentukan langkah perbaikan.

1. Rantai Motor Terlihat Naik Turun Saat Roda Diputar

Cara awal untuk mengenali masalah ini adalah dengan memeriksa perubahan ketegangan rantai ketika roda belakang berputar.

Posisikan motor dengan stabil, matikan mesin, kemudian putar roda belakang secara perlahan.

Amati bagian rantai pada beberapa posisi putaran untuk mengetahui apakah jarak geraknya tetap sama atau berubah secara mencolok.

Jika rantai terasa sangat tegang pada satu titik, lalu menjadi lebih kendur ketika roda diputar, ada kemungkinan rantai mengalami keausan tidak merata.

Pada rantai yang telah lama digunakan, sambungan atau mata rantai tertentu bisa mengalami keausan maupun kekakuan sehingga gerakannya tidak lagi seragam.

Kemungkinan lainnya adalah gir belakang yang tidak berputar secara konsentris terhadap poros roda.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan jarak antara poros dan permukaan gir berubah selama roda berputar.

Apabila rantai dan gir masih baru, pemeriksaan sebaiknya juga mencakup ketepatan pemasangan serta kesesuaian komponen.

Baca Juga: Mulai Disalurkan, Cara Cek Penerima Bansos Beras 30 Kg

Rantai baru tidak otomatis menjamin ketegangannya merata apabila terdapat masalah pada gir, dudukan, atau penyetelan roda.

Ketika motor digunakan, perubahan ketegangan rantai dapat menimbulkan suara kasar, hentakan, atau sensasi tarikan yang tidak halus saat tenaga mesin diteruskan ke roda belakang.

2. Bahaya Rantai Motor Terlalu Kencang atau Kendur

Ketegangan rantai yang tidak sesuai spesifikasi dapat memberikan dampak pada komponen penggerak motor.

Rantai yang terlalu kencang berpotensi menambah beban pada bearing roda, poros, serta komponen keluaran transmisi.

Jika kondisi ini dibiarkan dalam waktu lama, keausan pada sejumlah komponen dapat berlangsung lebih cepat.

Sebaliknya, rantai yang terlalu kendur berisiko menghantam lengan ayun dan menimbulkan suara berisik.

Dalam kondisi tertentu, rantai juga dapat terlepas dari gir ketika motor sedang berjalan.

Rantai yang terlepas berpotensi mengganggu penyaluran tenaga dan menimbulkan situasi berbahaya bagi pengendara.

Karena itu, masalah ketegangan rantai tidak sebaiknya dianggap sekadar gangguan suara atau persoalan kenyamanan.

Penyetelan juga tidak boleh hanya mengacu pada satu posisi roda. Ketegangan perlu diperiksa di beberapa titik sepanjang putaran untuk menemukan bagian yang paling tegang.

Baca Juga: Api Lahap Tiga Ruko di Suryakencana Kota Bogor, Pemilik Toko Sempat Sesak Napas

Setelah titik tersebut diketahui, penyetelan harus mengikuti batas kelonggaran rantai yang ditentukan oleh pabrikan motor.

Jika perbedaan ketegangan terlalu besar, penyebabnya perlu diperiksa sebelum rantai kembali digunakan seperti biasa.

3. Gir Belakang Bengkok atau Tidak Berputar Sempurna

Gir belakang menjadi salah satu komponen yang perlu diperiksa ketika rantai motor mengalami gejala kendor-kencang.

Idealnya, gir berputar secara konsentris terhadap poros roda. Apabila bentuknya tidak bulat sempurna, mengalami bengkok, atau pemasangannya tidak tepat di tengah, jarak antara poros dan permukaan gir dapat berubah selama roda berputar.

Akibatnya, rantai akan terasa lebih kencang ketika melewati bagian tertentu dan lebih kendur saat berada di bagian lainnya.

Kerusakan semacam ini dapat disebabkan oleh benturan, cacat komponen, atau masalah pemasangan.

Permukaan dudukan gir yang tidak rata juga bisa membuat posisi gir menyimpang dari seharusnya.

Meski demikian, gir yang terlihat bergerak naik turun belum tentu langsung membuktikan bahwa bentuknya bengkok.

Pemeriksaan perlu dilakukan dengan mengamati pergerakan gir terhadap titik acuan yang stabil untuk mengetahui apakah terdapat penyimpangan yang nyata.

Jika ditemukan indikasi gir oleng atau tidak berputar dengan benar, mintalah mekanik memeriksa kebulatan gir, posisi pemasangan, serta kondisi dudukannya.

Baca Juga: Preview Garudayaksa vs Persib: Maung Bandung Targetkan 3 Poin di Bogor

Mengganti rantai atau mengencangkan setelan tanpa memastikan kondisi gir berisiko membuat masalah tetap muncul setelah perbaikan.

4. Baut Pengikat dan Dudukan Gir Bermasalah

Selain kondisi fisik gir, baut pengikat dan dudukan gir belakang juga perlu masuk dalam pemeriksaan.

Baut yang longgar atau dudukan yang mengalami kerusakan dapat menyebabkan posisi gir tidak stabil ketika roda berputar.

Akibatnya, rantai berpotensi bekerja dengan ketegangan atau sudut yang tidak semestinya.

Periksa apakah gir terpasang rata, tidak bergoyang, dan berada pada posisi yang sesuai.

Kondisi dudukan yang rusak atau permukaan pemasangan yang tidak rata juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kestabilan gir.

Jika posisi gir bergeser dari titik tengah, rantai bisa mengalami beban yang tidak merata dan berpotensi lebih cepat aus.

Sebelum mengubah posisi penyetel rantai pada lengan ayun, pastikan sumber masalah telah ditemukan.

Penyetelan ketegangan tidak akan menyelesaikan persoalan apabila penyebab utamanya adalah gir bengkok, baut longgar, atau dudukan yang rusak.

Pengencangan baut juga harus mengikuti torsi dan prosedur yang ditentukan pabrikan.

Baca Juga: Awas Terlambat, Cek Kelayakan Penerima Bansos Tahap 4 Tahun 2026

Jika tidak memiliki peralatan atau pengalaman yang memadai, pemeriksaan sebaiknya diserahkan kepada mekanik.

Cara Memeriksa Rantai dan  Gir Belakang Motor

Untuk mengetahui penyebab rantai motor kendor-kencang, pengendara dapat melakukan pemeriksaan awal dengan memperhatikan beberapa hal berikut.

1. Putar roda belakang secara perlahan

Pastikan mesin dalam keadaan mati dan motor berada pada posisi yang stabil. Putar roda secara perlahan, lalu amati ketegangan rantai di beberapa titik putaran.

Perhatikan apakah terdapat bagian yang jauh lebih kencang dibandingkan bagian lainnya.

2. Periksa kondisi setiap mata rantai

Amati apakah ada mata rantai yang kaku, berkarat, rusak, atau bergerak tidak lancar.

Keausan yang tidak merata dapat menyebabkan perubahan ketegangan sepanjang putaran roda.

3. Amati pergerakan gir belakang

Perhatikan posisi gir saat roda berputar dengan menggunakan titik acuan yang stabil.

Jika gir terlihat oleng atau jaraknya berubah secara mencolok, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kebulatan gir dan posisi dudukannya.

Baca Juga: Kebakaran Hebat Hanguskan Toko Sepeda dan Mainan di Suryakencana Bogor, Jalan Ditutup

4. Periksa baut dan dudukan gir

Pastikan baut pengikat tidak longgar dan dudukan gir tidak menunjukkan kerusakan.

Jika diperlukan pengencangan, ikuti spesifikasi torsi dari pabrikan agar komponen terpasang dengan benar.

5. Ganti komponen yang terbukti rusak

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan gir bengkok atau memiliki cacat bentuk, penggantian dengan komponen yang sesuai spesifikasi perlu dilakukan.

Penggantian rantai dan gir sebagai satu set juga patut dipertimbangkan apabila keduanya sudah mengalami keausan, sesuai rekomendasi pabrikan.

Pemeriksaan sistem penggerak secara berkala penting untuk menjaga performa dan keselamatan berkendara.

Rantai tidak cukup hanya terlihat bersih atau baru, tetapi juga harus memiliki ketegangan yang sesuai dan bekerja secara merata.

Baca Juga: Berhalangan Datang ke Stadion Pakansari, Ini 10 Titik Nobar Garudayaksa vs Persib

Apabila rantai tetap kendor-kencang setelah disetel, jangan terus memaksakan motor digunakan sebelum penyebabnya diketahui.

Pemeriksaan oleh mekanik dapat membantu memastikan apakah sumber masalah berasal dari rantai, gir belakang, dudukan, atau komponen lainnya. (Raditya/Boash)

Editor : Yosep Awaludin
rantai motor Roda Belakang kendaraan