RADAR BOGOR - Pada hari Kamis, 29 Oktober 2026, PT TVS Motor Company Indonesia meluncurkan varian terbaru TVS Ronin, yaitu TVS Ronin Agonda.
Peluncurannya digelar di kawasan Ancol, Jakarta. Tampilannya terinspirasi dari gaya modifikasi motor di daerah Pantai Agonda, Goa, India.
Ciri khas yang paling terasa adalah warna putih pada batok lampu dan tangki, ditambah striping merah dan biru.
Di India, Goa dikenal sebagai wilayah yang banyak dihuni penggemar modifikasi motor. Royal Enfield juga punya varian yang terinspirasi dari Goa.
Baca Juga: Kia Rio Gen 3: Hatchback Nyaman Alternatif Jazz, Harga Murah
Penjualan Ronin dan Perubahan Nama Varian
Ronin menjadi salah satu motor andalan TVS di Indonesia. Sejak meluncur pada Agustus 2023, penjualannya sudah lebih dari 2.000 unit. TVS rutin me-refresh Ronin. Pada Mei lalu mereka memperkenalkan Ronin Night Blue, lalu pada Oktober 2026 hadir Ronin Agonda.
Penamaan varian juga disederhanakan. Sebelumnya Ronin punya nama SS, TD, dan Nimbus. Kini hanya ada dua, yaitu base model dan top model. Agonda masuk ke base model, bersama versi warna hitam.
Baca Juga: Honda Civic Genio: Sedan 90-an Sporty, Harga Jauh Lebih Murah
Desain: Putih Mencolok dengan Striping Merah dan Biru
Secara keseluruhan, Ronin Agonda mirip dengan Ronin sebelumnya yang meluncur sejak 2023. Detailnya lebih mirip versi Night Blue, terutama di area roda belakang dan spatbor belakang yang berbeda dari versi awal. Bedanya, warna Agonda yang didominasi putih terlihat jauh lebih cerah dan eye catching.
Bagian depan. Ronin tetap memakai lampu utama LED berbentuk huruf "T" (logo TVS, bukan Triumph) dengan dua kluster. Lampu dekat ada di atas dan lampu jauh di bawah. DRL berbentuk T menyala saat kunci kontak di-ON, sementara lampu utama menyala saat mesin hidup. Di kanan dan kiri atas ada lampu sein LED yang terang.
Karena ini versi base, suspensi depannya berwarna hitam. Spatbor depan berbahan besi, jadi terasa kuat. Pelek berjari-jari lurus (palang) memberi kesan sporty sekaligus retro, dibalut ban 110/70 ring 17 dengan kembangan yang banyak, cukup layak untuk jalur gravel.
Baca Juga: Chevrolet Captiva Pre Facelift: SUV Mewah Murah di Bawah 100 Juta
Rem depan cakram 300 mm dengan kaliper dua piston berwarna emas. Karena versi base, ABS-nya hanya single channel di roda depan, sama seperti Ronin SS sebelumnya.
Batok lampu dan tangki. Batok lampu berwarna putih terlihat unik karena biasanya berwarna hitam. Tangkinya juga putih dengan finishing doff.
Striping-nya memakai dua warna merah (merah cerah dan merah gelap) serta gradasi biru muda hingga biru tua. Ada logo TVS berbentuk kuda melompat, dan di belakang tutup tangki yang rata terdapat tulisan "Agonda" memanjang.
Setang dan speedometer. Tidak ada perubahan dari versi lama. Ronin memakai stang fat bar dengan riser cukup tinggi dan agak ke belakang, sehingga posisi berkendara nyaman.
Baca Juga: Volvo 960, Sedan Bekas Pejabat yang Mewah dan Berwibawa
Speedometer berdesain asimetris, sedikit ke kiri. Karena ini versi base, speedometer tidak bisa terhubung ke aplikasi smartphone. Itu salah satu minusnya, meski fitur konektivitas jarang dipakai.
Meski mungil, informasinya lengkap: kecepatan, odometer, trip A dan B, DTE (jarak tempuh sisa), posisi gigi, jam, fuel meter, indikator pengingat pindah gigi, serta takometer model garis.
Ada dua mode ABS, yaitu Rain untuk kondisi basah agar lebih halus dan Urban. Indikator netral, check engine, bahan bakar menipis, ABS, sein, dan lampu jauh juga tersedia.
Saklar dan handle. Tombol engine cut off berwarna merah, tombol mode untuk mengganti mode ABS, hazard, dan starter.
Baca Juga: Volvo 960, Sedan Bekas Pejabat yang Mewah dan Berwibawa
Starter-nya sudah memakai ISG (Integrated Starter Generator), mirip ACG starter di matic Honda, sehingga halus tanpa bunyi "ngek-ngek". Hand grip-nya besar dan bandul stangnya cukup besar dan berat.
Handle rem dan kopling di versi base tidak punya setelan, berbeda dari top model yang bisa diatur tiga tingkat.
Spionnya stylish, dengan tiang meruncing dan bentuk yang tidak bulat maupun kotak.
Di setang kiri ada tombol lampu jauh-dekat, pass beam (kuning), sein, dan klakson yang suaranya cukup nyaring.
Baca Juga: Suzuki Escudo Gen 2: SUV Fleksibel Era 2000-an, dari 1.6 hingga XL7 V6
Jok dan bagian belakang. Jok panjang dengan garis di tengah, jahitan merah, dan dua motif kulit (bertitik di pinggir, bertekstur kulit di tengah). Di belakangnya ada behel yang cukup panjang.
Spatbor belakang baru terlihat ramping, dengan lampu sein digeser lebih ke belakang. Lampu rem tetap menempel di bodi, bagian yang menurut reviewer agak janggal.
Lampu rem bulat seperti milik XSR 155 menurutnya akan terasa lebih sempurna, tapi mungkin TVS sengaja membiarkannya untuk dimodifikasi.
Spatbor belakang pendek meruncing dengan dudukan plat nomor.
Baca Juga: Ban Mobil Cepat Gundul Sebelah? Bushing Arm Aus Bisa Jadi Penyebab
Namun kotoran tidak akan terlalu tinggi karena ada mud guard panjang yang terpasang di kedua lengan ayun.
Tutup rantai kini mungil dan menyatu dengan hugger berbahan plastik, tidak lagi besar dan rapat seperti versi awal.
Akibatnya rantai terlihat jelas dan roda belakang tampak lebih ramping dan sporty. Lengan ayun dari besi dicat hitam.
Rem dan suspensi belakang. Rem belakang cakram 240 mm dengan kaliper satu piston dan tanpa ABS.
Baca Juga: 3 Waktu Penting untuk Cek Kaki-Kaki Mobil, Warga Bogor Jangan Menunggu Rusak
Kalipernya diberi cover plastik, detail yang jarang ditemukan di merek lain.
Suspensi belakang monoshock tunggal dengan per berwarna putih dan setelan preload di bagian atas.
Pijakan kaki belakang memanjang dari atas ke bawah, terpasang langsung di sub frame.
Knalpotnya berbentuk bulat dengan cover besi dan menghasilkan suara yang empuk dan bulat.
Baca Juga: 3 Waktu Penting untuk Cek Kaki-Kaki Mobil, Warga Bogor Jangan Menunggu Rusak
Update: Standar OBD2B
Dibanding versi lama, Ronin terbaru kini memenuhi standar OBD2B. Perbedaan yang terlihat ada pada sensor O2, yang kini tidak lagi di leher knalpot, melainkan dekat exhaust, menempel langsung di cylinder head, sehingga pembacaannya lebih akurat.
Mesin dan Fitur
Selain posisi sensor O2, mesinnya tidak berubah. Ronin tetap memakai mesin empat langkah 226 cc SOHC 4 katup berinjeksi, berpendingin udara dengan tambahan oil cooler. Transmisinya manual lima percepatan.
Baca Juga: Jangan Diabaikan! Rem Motor Bergetar Saat Direm Bisa Jadi Tanda Cakram Bermasalah
Salah satu fitur andalannya adalah GTT (Glide Through Technology). Teknologi ini memudahkan pengendara di kemacetan, karena motor bisa meluncur pelan di gigi 1, 2, dan 3 tanpa menarik kopling atau setengah kopling, dan mesin tidak mati. Ronin juga sudah dilengkapi slipper clutch, sehingga tuas kopling terasa ringan.
Mesinnya tampak besar dengan banyak sirip pendingin dan sentuhan poles di bagian tertentu yang memberi kesan retro. Ada frame guard besar sebagai standar TVS yang melindungi bodi saat motor jatuh.
Pijakan kaki dan tuas rem diberi karet untuk meredam getaran. Tuas pemindah gigi hanya satu di bagian depan. Di sisi kiri mesin, bodi magnet berbentuk mengecil ke belakang dengan tulisan TVS.
Baca Juga: Komstir Motor Baru Diganti Sudah Kendor Lagi? Warga Bogor Wajib Cek Bagian Ini
Beberapa detail masih terasa "India banget", misalnya sisa cetakan karet dan plastik yang tidak dirapikan. Hal ini mungkin tidak jadi masalah bagi sebagian orang, tapi bisa terasa mengganggu bagi yang terbiasa dengan motor Jepang.
Di bodi tengah, cover aki dan tutup throttle body berdesain berbeda. Bagian depan tangki juga tidak memiliki cover, sehingga terlihat terbuka dan memperlihatkan pompa serta koil.
Posisi Berkendara dan Impresi
Menurut reviewer, Ronin adalah salah satu motor sport paling nyaman di kelasnya, cocok untuk touring dan harian. Posisi berkendaranya santai karena stang tinggi, jarak ke tangan pas, dan pijakan kaki forward control yang lebih maju dari jok.
Baca Juga: Warga Bogor Perlu Tahu, Cara Mengisi Air Radiator Motor yang Benar
Joknya empuk dengan busa tebal. Desain jok yang sudah rapat juga membuat kasus rembes saat hujan seperti pada Ronin generasi awal seharusnya tidak terulang.
Tinggi joknya 795 mm dan bodinya ramping, sehingga pengendara dengan tinggi sekitar 165 cm pun relatif mudah menapak kedua kaki.
Suspensinya empuk, nyaman di jalan rusak dan gravel, tapi tetap stabil saat dipacu. Karakter mesinnya punya torsi kuat sejak putaran bawah, dengan puncak tenaga dan torsi yang tidak berada di putaran tinggi.
Buka gas sedikit saja motor sudah melaju ringan, nyaman untuk menyalip dan menanjak. Karena karakter inilah Ronin beberapa kali menang di ajang Otomotif Award mengungguli rival di kelasnya.
Baca Juga: Cek Bagian Ini, Berikut Penyebab Motor Supra 100 Sering Panas Saat Menanjak
Harga
Ronin Agonda dijual dengan harga yang termasuk murah. Harga on the road Jakarta-nya lebih murah dari Yamaha XSR 155 dan Kawasaki W175, serta rival lain di kelas sport retro modern.
Selisihnya hanya tipis dibanding base model warna hitam yang dibanderol Rp37.080.000 (on the road Jakarta). Sementara top model dijual sekitar Rp42 jutaan on the road Jakarta, jauh di atas versi base.
TVS Ronin Agonda menarik di kelasnya. Tampilannya segar dan cerah, posisi berkendaranya nyaman, mesinnya bertenaga dari putaran bawah, dan harganya terjangkau. Motor ini cocok dilirik oleh Anda yang mencari motor sport yang nyaman untuk harian maupun touring.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Otomotif tv