RADAR BOGOR - Mesin motor yang menggunakan sistem pendingin radiator bisa mengalami overheat ketika sirkulasi coolant terganggu atau terjadi kebocoran.
Kondisi yang sering dikeluhkan pemilik motor biasanya indikator suhu mesin sering menyala dan oli menetes hingga mengenai knalpot.
Kerusakan tersebut menjadi peringatan bagi warga Bogor agar tidak mengabaikan berkurangnya air radiator dan kenaikan suhu mesin.
Baca Juga: Tol Depok-Antasari segera Tersambung hingga Rancabungur Bogor
Dalam video yang diunggah kanal YouTube AGM Channel, dijelaskan beberapa masalah sekaligus. Salah satunya adalah kebocoran oli dari bagian karet tutup mesin yang sudah mengeras.
Oli yang menetes mengenai knalpot panas kemudian menimbulkan asap. Namun, masalah yang lebih serius justru ditemukan pada sistem pendingin mesin.
Coolant Berkurang Bisa Menjadi Tanda Kebocoran
Salah satu penyebab adalah berkurangnya cairan pendingin akibat kebocoran.
Baca Juga: Sudah Liburan Tapi Masih Lelah? Awas, Ini 5 Tanda Kamu Mengalami Emotional Burnout
Kondisi ini membuat sirkulasi cairan pendingin tidak berjalan sebagaimana mestinya. Akibatnya, panas mesin tidak dapat disalurkan secara optimal menuju radiator untuk didinginkan.
Karena itu, pemilik motor perlu memeriksa radiator, selang, sambungan, serta seal apabila cairan pendingin sering berkurang.
Water Pump Rusak Menghambat Sirkulasi Air Radiator
Water pump memiliki peran penting untuk mengalirkan coolant dari mesin menuju radiator dan kembali lagi.
Baca Juga: Jangan Sepelekan Telat Ganti Oli, Mesin Mobil Bisa Alamin Masalah Ini
Jika komponen ini mengalami kerusakan, sirkulasi cairan pendingin dapat terganggu sehingga suhu mesin meningkat.
Piston Baret Akibat Mesin Terlalu Panas
Dampak overheat tidak hanya membuat indikator suhu menyala. Jika dibiarkan, panas berlebihan dapat merusak komponen internal mesin.
Salah satunya dapat membuat permukaan piston mengalami baret. Kerusakan ini diduga berkaitan dengan kondisi mesin yang pernah mengalami panas berlebih.
Baca Juga: Kabar Gembira, 3 Jenis Bansos Diprediksi Cair November 2026
Karena itu, pemilik motor sebaiknya tidak terus menggunakan kendaraan ketika indikator suhu menyala.
Mesin perlu dihentikan dan diperiksa untuk mengetahui penyebab kenaikan temperatur sebelum kerusakan merambat ke komponen lain.
Kotoran pada Radiator Juga Perlu Dibersihkan
Selain kebocoran dan water pump, radiator juga perlu dibersihkan. Endapan kotoran berpotensi menghambat pelepasan panas sehingga proses pendinginan mesin menjadi kurang optimal.
Baca Juga: Lama Tidak Terpakai, Kendaraan Jangan Langsung Distarter, Perhatikan 5 Hal Ini
Pembersihan radiator menjadi salah satu langkah perawatan yang perlu dilakukan.
Jangan Abaikan Indikator Suhu Mesin
Warga Bogor, indikator suhu mesin yang menyala sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah sepele.
Periksa volume coolant secara berkala dan pastikan tidak ada kebocoran pada radiator, selang, maupun water pump.
Baca Juga: PIP Termin 3 Diprediksi Cair Minggu Kedua November 2026, Cek Penerima
Jika cairan pendingin terus berkurang atau mesin menunjukkan gejala overheat, segera lakukan pemeriksaan di bengkel.***
Editor : Asep SuhendarSumber : YouTube AGM channel