Kampas Rem Motor Masih Tebal tapi Berdecit, Coba Periksa 4 Bagian Ini

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Minggu, 1 November 2026 | 13:00 WIB
Ilustrasi proses pengamplasan permukaan tromol dan kampas rem. (Foto: Youtube: @yunusmotor)
Ilustrasi proses pengamplasan permukaan tromol dan kampas rem. (Foto: Youtube: @yunusmotor)

RADAR BOGOR – Bunyi berdecit dengan nada tinggi ketika pedal rem belakang sepeda motor ditekan menjadi salah satu gangguan yang sering dialami pengendara.

Suara tersebut biasanya semakin terdengar saat motor melaju pelan, terutama ketika menghadapi kondisi lalu lintas padat.

Tidak sedikit pemilik kendaraan yang langsung mengira kampas rem tromol sudah menipis.

Mereka khawatir dudukan kampas mulai bergesekan langsung dengan dinding tromol karena material pengeremannya telah habis.

Padahal, suara decitan pada rem tromol belakang tidak selalu disebabkan kampas yang sudah aus.

Kampas rem yang ketebalannya masih mencukupi juga bisa menimbulkan suara serupa apabila permukaan bidang geseknya kotor, mengeras, atau mengalami perubahan akibat panas.

Baca Juga: 5 Ciri Radiator Mobil Masih Sehat, Kenali Tandanya agar Mesin Tidak Mudah Overheat

Persoalan tersebut diperlihatkan dalam sebuah tayangan di kanal YouTube Yunus Motor.

Dalam video itu, mekanik memeriksa sistem rem tromol belakang pada sepeda motor bebek yang mengeluarkan bunyi mencicit saat pedal rem diinjak.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengetahui penyebab sekaligus mengatasi masalah tersebut.

1. Kampas Rem Masih Tebal, tetapi Tetap Mengeluarkan Suara

Kondisi kampas rem yang masih tebal bukan jaminan sistem pengereman terbebas dari bunyi berdecit.

Karena itu, pemeriksaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada ketebalan material kampas.

Salah satu pemeriksaan awal bisa dilakukan dengan memperhatikan posisi mur penyetel rem di bagian belakang sepeda motor.

Posisi mur beserta sisa ulirnya dapat memberikan gambaran mengenai seberapa jauh penyetelan rem telah dilakukan.

Apabila posisi penyetelan belum terlalu masuk, tetapi suara mencicit tetap muncul ketika pedal rem ditekan perlahan, kemungkinan gangguan berasal dari permukaan bidang gesek.

Debu hasil pengereman yang menumpuk, permukaan kampas yang mengeras, hingga kondisi dinding bagian dalam tromol bisa memengaruhi proses gesekan.

Ketika kampas menekan dinding tromol, kondisi tersebut dapat memicu suara yang mengganggu.

Baca Juga: Benarkah Dana Bansos Tahap 4 Masuk KKS di Akhir Oktober? Ini Penjelasannya

2. Tumpukan Debu dan Permukaan Kampas yang Mengeras

Salah satu penyebab rem tromol mengeluarkan bunyi decitan adalah penumpukan debu di dalam rumah tromol.

Berbeda dengan rem cakram yang lebih terbuka, konstruksi rem tromol cenderung tertutup.

Akibatnya, serbuk sisa gesekan kampas dapat tertinggal dan menumpuk di bagian dalam.

Jika dibiarkan, debu tersebut bisa mengotori permukaan kampas maupun dinding tromol.

Ketika kedua komponen saling bergesekan, getaran kecil dapat muncul dan menghasilkan suara mencicit.

Selain kotoran, faktor panas juga berpengaruh terhadap kondisi kampas rem. Kebiasaan menginjak atau menahan pedal rem terlalu lama dapat meningkatkan temperatur pada sistem pengereman.

Panas berlebih berpotensi membuat permukaan material kampas berubah menjadi lebih keras atau licin. Kondisi ini dikenal dengan istilah glazing.

Ketika mengalami glazing, kemampuan kampas dalam menghasilkan gesekan dapat menurun.

Permukaan yang mengilap dan licin juga berpotensi menimbulkan suara saat rem digunakan.

3. Kondisi Dinding Tromol Jangan Diabaikan

Pemeriksaan rem belakang tidak cukup hanya dengan melihat kondisi kampas. Dinding bagian dalam tromol juga perlu diperhatikan karena menjadi bidang yang bersentuhan langsung dengan kampas saat pengereman.

Baca Juga: Roda Motor Goyang Padahal Laher Baru Diganti? Coba Periksa Bagian Ini

Seiring pemakaian, permukaan tromol dapat mengalami keausan akibat gesekan berulang.

Debu dan kotoran yang terperangkap di antara kampas dan tromol juga berpotensi memperburuk kondisi bidang gesek.

Apabila bagian dalam tromol sudah memiliki goresan, permukaan bergelombang, atau tingkat keausan yang tidak merata, mengganti kampas saja belum tentu menyelesaikan masalah.

Kampas baru tetap akan bekerja mengikuti kondisi permukaan tromol. Karena itu, jika suara berdecit masih terdengar setelah penggantian kampas, pemeriksaan terhadap dinding tromol perlu dilakukan lebih lanjut.

4. Membersihkan dan Mengamplas Permukaan Kampas Rem

Dalam tayangan Yunus Motor, mekanik memperlihatkan salah satu penanganan rem tromol yang mengeluarkan suara meskipun kampas belum mengalami keausan parah.

Langkah yang dilakukan adalah membersihkan permukaan kampas, kemudian mengamplasnya menggunakan kertas amplas kasar.

Proses ini bertujuan mengangkat lapisan kotoran atau permukaan licin yang terbentuk akibat panas dan pemakaian.

Bagian dalam tromol juga dibersihkan agar debu serta kotoran yang menempel pada bidang gesek tidak kembali mengganggu kinerja pengereman.

Pengamplasan perlu dilakukan secara terukur dan tidak berlebihan. Setelah proses selesai, sisa debu harus dibersihkan hingga tuntas sebelum seluruh komponen dipasang kembali.

Namun, perlu diperhatikan bahwa pengamplasan bukan solusi untuk semua jenis kerusakan.

Baca Juga: Motor Jarang Dipakai Bisa Bikin Blok Mesin Berkarat, Ini Penyebabnya

Jika kampas sudah terlalu tipis, retak, terkontaminasi minyak, atau mengalami kerusakan, komponen tersebut perlu diganti sesuai ketentuan pabrikan.

Berikut Tahapan Membersihkan Rem Tromol Belakang Motor

Berdasarkan proses yang diperlihatkan dalam video, pembersihan rem tromol belakang dilakukan melalui beberapa tahapan.

1. Melepas Roda dan Panel Rem

Langkah pertama adalah melepas roda belakang sesuai prosedur pada masing-masing sepeda motor.

Setelah itu, keluarkan panel rem beserta komponen yang terhubung dengan mekanisme pengereman.

2. Membersihkan Debu dan Kotoran

Bersihkan serbuk sisa pengereman yang menempel di bagian dalam tromol maupun dudukan kampas. Gunakan kuas atau alat pembersih yang sesuai agar kotoran dapat terangkat.

3. Mengamplas Permukaan Kampas

Apabila kondisi kampas masih layak digunakan, permukaannya dapat diamplas secara merata untuk mengurangi lapisan licin atau kotoran yang menempel.

Pastikan proses dilakukan secukupnya dan tidak mengurangi material kampas secara berlebihan.

4. Membersihkan Dinding Tromol

Baca Juga: Suzuki Ertiga GX 2015 Dimodifikasi Ceper dan Elegan, Modal Rp30 Juta Hasilnya Bikin Pangling

Bagian dalam tromol perlu dibersihkan dari debu dan kotoran yang menempel. Jika diperlukan, permukaannya dapat dibersihkan atau diamplas ringan sesuai kondisi komponen.

5. Memeriksa Mekanisme Pengereman

Periksa mekanisme penggerak kampas untuk memastikan seluruh bagian dapat bergerak dengan normal.

Pelumas hanya boleh diberikan pada poros atau titik mekanis yang memang membutuhkan pelumasan.

Hal yang harus diperhatikan, pelumas tidak boleh mengenai permukaan kampas maupun dinding tromol karena dapat mengurangi daya cengkeram rem.

Setelah seluruh komponen terpasang kembali, pastikan roda dapat berputar normal dan mekanisme pengereman berfungsi dengan baik.

Lakukan pengujian rem secara hati-hati sebelum sepeda motor kembali digunakan di jalan raya.

Pembersihan bagian dalam tromol sebaiknya menjadi bagian dari perawatan berkala, terutama ketika mulai muncul suara tidak biasa atau performa pengereman terasa berubah.

Apabila permukaan tromol mengalami keausan cukup dalam atau bergelombang, pemeriksaan lebih lanjut di bengkel sangat disarankan.

Baca Juga: Muda Bukan Berarti Tak Mampu, Bogor Punya Buktinya

Dalam kondisi tertentu, tromol mungkin membutuhkan proses perataan sesuai batas servis atau bahkan penggantian komponen.

Dengan demikian, bunyi decitan pada rem tromol belakang tidak selalu berarti kampas sudah habis.

Pemeriksaan menyeluruh terhadap kampas, dinding tromol, serta mekanisme pengereman diperlukan agar penyebab gangguan bisa diketahui dan sistem rem kembali bekerja optimal. (Raditya/Boash)

Editor : Yosep Awaludin
berdecit motor rem